Ketahui Apa yang Dimaksud dengan Stakeholder

Dalam beberapa kesempatan, terutama dalam ranah pekerjaan, sering terdengar istilah “stakeholder”. Secara singkat, mungkin Anda mengartikan

Apa yang Dimaksud dengan Stakeholder

Daftar Isi

Dalam beberapa kesempatan, terutama dalam ranah pekerjaan, sering terdengar istilah “stakeholder”. Secara singkat, mungkin Anda mengartikan stakeholder sebagai seseorang yang terlibat dalam kegiatan atau proyek perusahaan. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan "stakeholder"?

Berikut artikel ini akan membantu Anda untuk memahami stakeholder lebih mendalam. Artikel ini membahas secara lengkap mengenai konsep stakeholder, jenis-jenisnya, cara memetakan stakeholder, dan fungsi dari pemetaan tersebut.

Apa yang Dimaksud Stakeholder?

Stakeholder merujuk pada individu, kelompok, atau entitas yang memiliki kepentingan, pengaruh, atau keterlibatan dalam sebuah organisasi.

Dalam hal ini, stakeholder memiliki peran yang penting karena mereka dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keputusan, kebijakan, atau hasil yang dihasilkan.

 Stakeholder

Oleh karena itu, keberhasilan sebuah organisasi sering kali tergantung pada kemampuan untuk mengelola hubungan dengan stakeholder yang beragam.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan ketika akan melibatkan stakeholder sebagai partisipan dalam menyusun keputusan.

Aspek-aspek tersebut adalah:

  • geografis
  • demografis
  • psikografis
  • job function atau posisi
  • peran dalam proses pengambilan keputusan
  • opinion leaders atau reputasi
  • keterlibatan dalam keanggotaan asosiasi.

Dengan demikian, keberhasilan sebuah organisasi sering kali tergantung pada kemampuan untuk mengelola dan mempertimbangkan kepentingan dan perspektif stakeholder dengan baik.

Hal ini karena stakeholder memiliki kemampuan untuk mempengaruhi proyek atau organisasi melalui sumber daya, pengaruh, atau kekuasaan yang mereka miliki.

Jenis-Jenis Stakeholder

Berdasarkan posisinya, stakeholder terdiri atas dua jenis yaitu pihak eksternal dan internal. Keduanya sama-sama memiliki pengaruh terhadap keberhasilan dan keputusan dalam organisasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Stakeholder Internal

Stakeholder internal adalah pihak yang secara posisi berada di dalam organisasi. Dengan kata lain, mereka terlibat langsung dengan mekanisme organisasi sehari-hari. Berikut adalah contoh-contoh stakeholder internal.

  1. Karyawan: merupakan individu yang terlibat langsung dalam operasional sehari-hari dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan organisasi. Mereka berkontribusi dalam membawa pengetahuan, keahlian, dan pengalaman untuk diterapkan ke dalam perusahaan.
  2. Manajer: umumnya mereka bertanggung jawab atas pengambilan pengelolaan sumber daya, dan pencapaian tujuan organisasi. Sebagai stakeholder internal, manajer memiliki kepentingan dalam mencapai keberhasilan organisasi.
  3. Owners: mereka memiliki kepentingan langsung dalam keberhasilan finansial dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Owners berperan dalam mengambil keputusan strategis, mengatur kebijakan organisasi, dan mengelola risiko yang terkait dengan bisnis.

2. Stakeholder Eksternal

Stakeholder eksternal adalah pihak secara posisi, berada di luar organisasi. Meski tidak terlibat langsung dalam kegiatan organisasi, tapi stakeholder eskternal tetap memiliki kepentingan yang dapat dipengaruhi oleh atau mempengaruhi organisasi. Berikut adalah contoh-contoh stakeholder eksternal.

1. Pemasok: adalah individu, perusahaan, atau entitas lain yang menyediakan barang atau layanan yang diperlukan oleh organisasi untuk menjalankan operasionalnya. Umumnya, pemasok memiliki kepentingan dalam menjaga hubungan bisnis yang saling menguntungkan dengan organisasi

2. Pemerintah: merupakan entitas yang memiliki wewenang dan kepentingan terhadap regulasi, kebijakan, dan lingkungan hukum yang mempengaruhi organisasi. Pemerintah memiliki kepentingan dalam menjaga kepatuhan antara mekanisme perusahaan dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

3. Kreditur: adalah individu, atau lembaga keuangan yang memberikan pinjaman atau sumber pendanaan kepada organisasi. Oleh karena itu, sebagai stakeholder kreditur memiliki kepentingan dalam memastikan bahwa pinjaman atau kredit yang diberikan kepada organisasi dibayar kembali sesuai dengan persyaratan yang disepakati.

4. Pelanggan: adalah individu atau entitas yang menggunakan atau membeli produk atau layanan yang disediakan oleh organisasi. Dalam hal ini, pelanggan memiliki kepentingan dalam memperoleh produk atau layanan berkualitas sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka.

5. Pemegang saham: adalah individu atau entitas yang memiliki kepemilikan atau saham dalam suatu organisasi. Pemegang saham berpartisipasi dalam keputusan strategis dan memiliki hak untuk berbagi keuntungan perusahaan melalui dividen atau kenaikan nilai saham.

6. Media massa: sebagai stakeholder eksternal, media massa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap citra, reputasi, dan persepsi publik terhadap suatu organisasi. Hal ini karena media massa memiliki kepentingan dalam memberikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada masyarakat.

7. Masyarakat lokal: adalah memiliki kepentingan dalam menjaga lingkungan hidup yang sehat, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan ekonomi di wilayah mereka.

Maka dari itu, organisasi perlu memperhatikan kepentingan dan kebutuhan masyarakat lokal dengan menjalankan praktik yang bertanggung jawab secara sosial, menjaga komunikasi yang baik, serta memberikan manfaat dan kesempatan kerja yang adil kepada masyarakat sekitar.

Identifikasi dan Analisis Stakeholder

Terdapat beberapa model dan teori yang dapat dijadikan dasar untuk mengidentifikasi dan menganalisis stakeholder. Berikut adalah penjelasan 2 di antaranya.

1. Stakeholder Salience Model

Merupakan salah satu metode analisis stakeholder yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis stakeholder yang paling penting dalam suatu proyek atau organisasi berdasarkan tiga dimensi: kekuatan; legitimasi; dan urgensi.

Dimensi kekuatan mencerminkan seberapa besar kemampuan stakeholder untuk mempengaruhi hasil atau keputusan organisasi. Stakeholder dengan kekuatan tinggi memiliki sumber daya, pengaruh, atau otoritas yang signifikan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi tujuan dan operasi organisasi.

Dimensi legitimasi menyoroti sejauh mana stakeholder diakui secara sah dan dianggap memiliki hak dan otoritas dalam hubungannya dengan organisasi. Stakeholder dengan legitimasi tinggi dianggap memiliki klaim atas pelaksanaan kegiatan organisasi.

Dimensi urgensi menunjukkan sejauh mana stakeholder memiliki kebutuhan mendesak atau tuntutan yang harus segera ditangani oleh organisasi. Stakeholder dengan urgensi tinggi memiliki hak untuk direspon secara cepat oleh organisasi.

2. Power Interest Matrix

Merupakan sebuah matriks yang menggunakan sumbu horizontal untuk menggambarkan tingkat kepentingan atau minat stakeholder, dan sumbu vertikal untuk menggambarkan tingkat kekuatan atau pengaruh stakeholder. Matriks tersebut menghasilkan beberapa tipe stakeholder sebagai berikut.

Pertama, high power-high interest yang merupakan stakeholder yang memiliki tingkat kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan. Kedua, high power-low interest. Ini merupakan tipe stakeholder yang meski tidak tertarik dengan hasil akhirnya, tapi tetap memiliki kepentingan untuk terus memantau jalannya proyek.

Ketiga, low power-high interest merupakan stakeholder dengan tingkat kekuasaan rendah, tapi memiliki ketertarikan atas proses jalannya proyek. Keempat, low power-low interest merupakan tiipe stakeholder yang selain memiliki tingkat kekuasaan rendah, juga tidak tertarik dengan proses dan hasil dari proyek.

Fungsi Pemetaan Stakeholder

Pemetaan stakeholder bertujuan untuk mengidentifikasi stakeholder yang memiliki kepentingan, pengaruh, dan dampak terhadap proyek atau organisasi tersebut. Fungsi dari pemetaan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Stakeholder

Pemetaan stakeholder dapat membantu dalam mengidentifikasi siapa saja yang memiliki kepentingan, hubungan, atau pengaruh terhadap proyek atau organisasi.

Dengan melakukan identifikasi yang komprehensif, organisasi dapat memastikan bahwa tidak ada pihak yang terlewatkan yang dapat mempengaruhi atau terpengaruh oleh kegiatan atau keputusan mereka.

2. Analisis Kepentingan dan Dampak

Fungsi selanjutnya yaitu membantu dalam menganalisis kepentingan dan dampak yang dimiliki oleh setiap stakeholder terhadap proyek atau organisasi.

Dalam pemetaan ini, perhatian diberikan pada tingkat kepentingan, kekuatan, urgensi, atau relevansi stakeholder. Hal ini membantu organisasi untuk memahami sejauh mana stakeholder dapat mempengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan proyek atau organisasi tersebut.

3. Perencanaan Komunikasi

Dengan memahami kepentingan, kebutuhan, dan preferensi stakeholder, organisasi dapat mengembangkan rencana komunikasi yang sesuai untuk mempertahankan hubungan yang baik, menjaga kepercayaan, dan meminimalkan potensi konflik.

Pemetaan stakeholder juga membantu organisasi dalam merancang strategi keterlibatan yang tepat untuk melibatkan stakeholder dalam proses pengambilan keputusan atau kegiatan yang relevan.

4. Manajemen Risiko dan Peluang

Pemetaan stakeholder membantu dalam mengidentifikasi risiko dan peluang yang terkait dengan stakeholder. Dengan memahami kepentingan, kekuatan, dan hubungan dengan stakeholder, organisasi dapat mengantisipasi konsekuensi yang mungkin timbul dari tindakan atau keputusan tertentu.

Pemetaan stakeholder juga membantu dalam mengidentifikasi peluang kolaborasi, kemitraan, atau dukungan yang mungkin timbul dari stakeholder yang relevan.

5. Pengambilan Keputusan Strategis

Pemetaan stakeholder memberikan informasi penting yang diperlukan untuk pengambilan keputusan strategis.

Dengan mempertimbangkan kepentingan dan dampak dari berbagai stakeholder, organisasi dapat mengambil keputusan yang sejalan dengan tujuan mereka, meminimalkan potensi konflik atau resistensi, dan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa stakeholder merujuk pada individu, kelompok, atau entitas yang memiliki kepentingan, pengaruh, atau dampak terhadap suatu proyek, organisasi, atau inisiatif tertentu.

Stakeholder dapat terdiri dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, yang memiliki peran penting dalam kesuksesan dan keberlanjutan organisasi.

Penting untuk memahami dan mengelola stakeholder dengan baik karena mereka dapat mempengaruhi keputusan, kinerja, citra, dan kesuksesan organisasi.

Melalui analisis stakeholder yang cermat, organisasi dapat mengidentifikasi kepentingan dan kebutuhan stakeholder, membangun hubungan yang baik, serta memperoleh dukungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang.

bg ads

Aplikasi Absensi Online

Gratis Trial 14 Hari