Apa Saja Perbedaan Antara Kurir, Logistik, dan Ekspedisi?

Ada beberapa perbedaan antara kurir, logistik, dan ekspedisi berdasarkan jangkauan pengiriman dan sistem operasionalnya. Istilah tersebut

Kurir Logistik dan Ekspedisi

Daftar Isi

Ada beberapa perbedaan antara kurir, logistik, dan ekspedisi berdasarkan jangkauan pengiriman dan sistem operasionalnya. Istilah tersebut tentu sudah tidak asing lagi di tengah perkembangan industri marketplace atau e-commerce untuk memenuhi kebutuhan belanja online.

Dengan perbedaan tanggung jawab pekerjaan kurir, logistik, dan ekspedisi, maka kebutuhan dalam bekerja pun berbeda. Untuk memastikan efisiensi operasional dan produktivitas mereka, maka perusahaan juga perlu memberikan fasilitas untuk pekerja lapangan.

Jika perusahaan Anda bergerak di industri ini, maka Anda dapat memastikan apakah tim Anda sudah menjalankan tugas dengan optimal. Tapi, sebelumnya alangkah baiknya jika kita cari tahu dulu perbedaan antara kurir, logistik, dan ekspedisi.

kurir, logistik, dan ekspedisi

Inilah Kurir, Logistik, dan Ekspedisi

Walaupun sebenarnya sama-sama menjadi layanan pengiriman barang, tapi berikut ini adalah perbedaan antara ketiganya;

Kurir

Kurir adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengambil dan mengantarkan barang dari satu lokasi ke lokasi lain secara langsung dengan cepat. Dalam bekerja, mereka umumnya memakai kendaraan motor atau mobil untuk melakukan tugas pengiriman dalam skala kecil dan lokal.

Ada beberapa jenis kurir di Indonesia berdasarkan kecepatan layanan, misalnya kurir reguler, ekspress, same day, dan kurir khusus. Umumnya, kurir melayani pengiriman di area yang terbatas, misalnya di kota atau wilayah tertentu. Mereka mengantar barang sampai ke depan rumah orang penerima barang.

Logistik

Ada beberapa arti dari logistik jika dilihat dari beberapa bidang. Menurut pengertian di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), logistik adalah pengadaan, perawatan, distribusi, dan penyediaan (untuk mengganti) perlengkapan, perbekalan, dan ketenagaan.

Pengertian logistik dalam bidang pengiriman barang adalah merujuk pada proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian stok, dan penyimpanan barang dari titik asal (pemasok atau produsen) hingga ke titik tujuan (pelanggan atau penerima).

Tujuan utama logistik dalam kegiatan pengiriman barang adalah memastikan bahwa barang sampai ke tangan pelanggan (penerima) secara cepat, tepat waktu, dan dalam kondisi yang baik. Tentunya dengan biaya dan risiko minimum selama proses tersebut.

Logistik melibatkan pengelolaan proses secara menyeluruh dan dapat mencakup jangkauan yang lebih luas, dari tingkat lokal hingga internasional. Terkait pengiriman barang, komponen dari logistik meliputi; pengangkutan, pergudangan, manajemen stok, pengemasan, manajemen rantai pasok (supply chain), dan dan sistem informasi untuk membantu pelacakan dan pengawasan secara real-time.

Ekspedisi

Ekspedisi adalah pihak perusahaan atau agen yang menyediakan layanan pengangkutan dan pengiriman barang dalam skala besar dari satu lokasi ke lokasi lain. Dalam hal ini, pengiriman barangnya adalah melalui jalur laut, udara, dan darat untuk barang-barang dalam jumlah besar.

Perusahaan ekspedisi bertindak sebagai perantara antara pengirim barang (pemasok atau produsen) dan penerima barang (pelanggan atau distributor), serta bertanggung jawab atas pengaturan dan pelaksanaan proses pengiriman barang dengan aman, tepat waktu, dan efisien.

Ekspedisi juga mengatur urusan pengangkutan, administrasi, dan bea cukai jika diperlukan.

Pada intinya, perbedaan utama antara kurir, logistik, dan ekspedisi adalah dalam peran, jangkauan, dan skala operasional.

Kurir lebih fokus pada pengiriman lokal skala kecil dengan waktu cepat. Logistik melibatkan manajemen keseluruhan dari pergerakan dan penyimpanan barang di tingkat yang lebih luas. Ekspedisi menjadi perantara pengirim (pemasok atau produsen) dan penerima dengan skala lebih besar.

kurir, logistik, dan ekspedisi

Sistem Absensi Karyawan untuk Karyawan Ekspedisi dan Logistik

Sebelumnya telah kita bahas mengenai perbedaan kurir, logistik, dan ekspedisi. Agar tugas mereka berjalan lancar, maka perusahaan perlu memastikan sistem kerja yang paling efisien.

Salah satunya tentang bagaimana sistem kehadiran karyawan lapangan seperti kurir dan ekspedisi yang bekerja dengan lokasi berbeda-beda.

Untuk karyawan ekspedisi yang bekerja di lapangan, dibutuhkan sistem absensi karyawan yang efisien dan praktis. Berikut adalah kriteria sistem absensi karyawan yang efektif untuk kurir, logistik, dan ekspedisi.

1. Aplikasi Absensi Mobile

Perusahaan bisa menggunakan aplikasi absensi mobile dengan ponsel masing-masing. Sistem aplikasi ini memungkinkan karyawan mencatat kehadiran dan waktu keberangkatan mereka melalui ponsel yang dibawa ke mana-mana.

Aplikasi ini adalah yang mudah digunakan (user friendly) dan memiliki tampilan yang simple agar karyawan dapat melakukan presensi dengan cepat dan tepat.

2. Absensi Berbasis GPS

Rekomendasi absensi kurir, logistik, dan ekspedisi selanjutnya adalah absensi berbasis GPS. Integrasi teknologi GPS di aplikasi absensi seluler bisa memverifikasi keberadaan karyawan di lokasi kerja secara real time.

Dengan fitur absensi ini, perusahaan lebih mudah memastikan kehadiran karyawan secara akurat meskipun karyawan tidak ke kantor. Kecurangan jam kerja pun bisa diatasi.

3. Penggunaan Teknologi RFID

Teknologi RFID (Radio Frequency Identification) bisa diterapkan di kantor dengan berbagai cara untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan.

Dengan tag RFID yang diberikan ke karyawan, catatan waktu masuk dan keluar bisa dipantau lebih praktis. Data kehadiran karyawan dapat tercatat secara otomatis. Ini bukan hanya menjadi solusi manajemen absensi, tapi proses penggajian juga.

3. Pencatatan Jarak Tempuh

Untuk karyawan yang bekerja di lokasi yang berbeda setiap harinya, pertimbangkan untuk menggunakan sistem absensi yang mencatat jarak tempuh mereka dari lokasi asal ke lokasi tujuan. Ini membantu mengukur waktu kerja secara lebih akurat dan menghindari manipulasi waktu.

4. Penggunaan Notifikasi Absensi

Aplikasi absensi kurir memungkinkan para karyawan mencatat waktu mulai dan selesai bekerja. Fitur aplikasi ini bisa mencatat lokasi dan waktu secara otomatis.

Apalagi dengan adanya fitur notifikasi yang mengingatkan bahwa karyawan harus segera mulai bekerja. Notifikasi ini dapat dikirimkan melalui aplikasi absensi dan bisa dilihat langsung di ponsel masing-masing.

5. Backup Data Secara Online

Selain menawarkan kemudahan, pastikan bahwa data karyawan di aplikasi absensi tersimpan aman. Data dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan dan aman dari risiko kehilangan atau kerusakan fisik.

Agar semua tim Anda bisa menggunakan aplikasi dengan baik dan benar, berikan panduan yang jelas kepada karyawan sebagai pengguna. Jadi, mereka bisa memahami dan merasakan langsung tentang manfaat absensi online saat bekerja di luar kantor. Jika terjadi kesalahan, admin atau supervisor bisa memeriksa.

Lakukan audit secara berkala untuk memastikan keakuratan data absensi dan verifikasi dengan data lain yang relevan, seperti laporan proyek atau tugas yang diselesaikan.

Dorong partisipasi karyawan dalam penggunaan sistem absensi ini dengan memberikan insentif atau penghargaan atas kehadiran yang akurat dan tepat waktu.

Dengan menggunakan sistem absensi yang efektif dan tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan manajemen kehadiran karyawan di lapangan, menghindari kekurangan waktu, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Kesimpulan

Antara kurir, logistik, dan ekspedisi memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Untuk memaksimalkan kelancaran tugas mereka di lapangan, maka teknologi aplikasi absensi online bisa membantu dalam banyak aspek.

Melalui integrasi dengan fitur HRIS, HRD lebih mudah mengelola dan meningkatkan produktivitas karyawan di kantor, WFH, maupun tim lapangan.

Jika Anda ingin mencari aplikasi absensi online terbaik untuk karyawan, Anda bisa mencari informasi tentang fitur Kerjoo yang sesuai untuk kebutuhan tim Anda.

bg ads

Aplikasi Absensi Online

Gratis Trial 14 Hari