Cara Melakukan Seleksi Karyawan Perusahaan Secara Mudah

Cara Melakukan Seleksi Karyawan Perusahaan Secara Mudah

Bagaimana cara melakukan seleksi karyawan yang mudah? Mungkin hal ini terdengar mudah, tapi perlu diketahui bahwa pada praktiknya tidaklah mudah. Adanya struktur seleksi kepada orang-orang yang mempunyai banyak background tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. 

Supaya alur perekrutan dapat berhasil, maka harus adanya perhatian khusus yang diberikan pada tahapan seleksi. Ini merupakan tugas yang harus diemban oleh para perekrut. Menentukan karyawan terbaik pada posisi tertentu  dari kandidat terbaik itu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat bekerja dengan cukup baik, sehingga tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan baik. 

Sampai hari ini, teknis seleksi karyawan baru makin lama makin banyak bermunculan. Para perekrut harus memilih cara yang sesuai pada saat merekrut karyawan. Di bawah ini adalah metode yang biasanya dilakukan oleh perekrut dalam menyeleksi karyawan, sehingga proses perekrutan akan semakin efektif. 

Cara Mudah Seleksi karyawan

Metode yang Efektif Untuk Melakukan Seleksi Karyawan Perusahaan

Di bawah ini adalah beberapa metode yang biasa diterapkan oleh para perekrut. Memang metode seleksi merupakan sebuah cara yang dilakukan dengan tujuan untuk menyaring kandidat sesuai kebutuhan perusahaan. 

1. Adakan Tes Kemampuan

Pada umumnya memang tes yang satu ini digunakan untuk dapat menyaring pelamar berdasarkan keterampilan dan kemampuannya terkait posisi pekerjaan tertentu yang dilamar. Cara ini tentu akan sangat membantu supaya bisa mengetahui lebih banyak lagi tentang karyawan secara langsung. Nantinya seberapa baik individu tersebut akan terlihat dalam menduduki posisinya. Bisa dilihat dari performanya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

Pada umumnya memang tes ini berupa pilihan ganda. Penetapannya biasanya menggunakan nilai minimum untuk menyaring pelamar. Adapun nilai dari cut-off bisa diturunkan atau dinaikkan bergantung dari pada jumlah pelamar. Nilai cut-off dipakai untuk memilah penggunaan kriteria sebagai pertimbangan masalah pengambilan keputusan. Apabila mempunyai rasio seleksi yang rendah maka nilai ini bisa kemudian ditingkatkan sehingga nantinya pelamar yang lebih dari kualifikasi tersebut bisa meningkat.

Tentunya tes yang satu ini akan sangat membantu pada saat pengukuran kemampuan karyawan dilihat dari segi mental mereka misalnya saja penalaran, verbal, kemampuan membaca dan matematika. Adapun memang tes tersebut sebaiknya dipilih berdasar pada analisis pekerjaan yang ada secara hati-hati, supaya nantinya bisa diketahui apa saja kemampuan yang benar-benar dibutuhkan pekerjaan itu. 

2. Melangsungkan Tes Integritas

Tes yang satu ini memang berguna sekali untuk pengukuran terhadap rangkaian-rangkaian kecenderungan terhadap perilaku yang jauh lebih spesifik. Hal ini juga akan sangat membantu dalam hal pengukuran pengalaman dan sikap terhadap karyawan tertentu. Hal ini juga akan berkaitan supaya dapat menghubungkan individu-individu dengan kejujurannya, sifatnya yang dapat dipercaya dan seni ketergantungannya. 

Tentunya jika salah satu dari faktor yang satu ini bersama-sama digabungkan dengan cara yang positif, maka kemungkinan ‘sinyal hijau’ akan dipilih para karyawan untuk posisi di perusahaan. Selain itu juga bentuk dari tes yang satu ini biasanya akan langsung diajukan oleh sang perekrut dalam bentuk pertanyaan yang terbuka dan rahasia, sehingga nantinya dapat melihat kejujuran daripada para kandidatnya dengan melalui informasi dari dalam diri mereka sendiri.  

3. Seleksi Karyawan dengan Tes Kepribadian

Perlu diketahui jika tes kepribadian memang akan sangat berguna dalam pengukuran kandidat didasarkan pada sifat pembawaan tertentu yang cukup relevan dalam hal pekerjaan mereka. Sebagai contoh misalnya jika seorang akuntan maka kemungkinan besar akan sangat memerlukan orang-orang yang teliti dan konservatif. Sementara itu, untuk penjual mobil bekas maka akan dibutuhkan orang yang berbicara cukup aktif tapi sopan. Dengan menggunakan model dari tes kepribadian ini maka hal tersebut akan memberitahu tentang seberapa besarnya kemungkinan mereka akan menemukan orang yang cocok dengan pekerjaan mereka jika melihatnya dari kepribadian mereka masing-masing. Sudah dikenal ada beberapa bentuk dari tes sejenis seperti; DISC, MBTI, dan Big Five.   

4. Adanya Tes yang Berkaitan dengan Pekerjaan

Bisa dibilang ini merupakan sebuah tes yang berguna untuk dapat menggali informasi yang dipunyai oleh pelamar. Tentunya segala pengetahuan yang diujikan tersebut haruslah berkaitan dengan kemampuan si pelamar. Selain itu juga harus sesuai dengan kebutuhan untuk dapat melaksanakan pekerjaannya. Ambil sebuah contoh misalnya saja apabila calon kandidat yang akan menempati posisi business development. Maka ia tentunya wajib mempunyai pengetahuan yang berkaitan dengan kondisi pasar yang akan menyesuaikan dengan industri perusahaan yang nantinya akan dilamar.  

5. Adanya Referensi

Tentunya seorang perekrut wajib untuk memeriksa pelamar kerja, berkaitan dengan referensi dan latar belakangnya. Jika Anda bertemu dengan pelamar yang melamar sebuah pekerjaan, kemungkinan besar pelamar tersebut akan menyertakan referensi yang berasal dari tempat atau perusahaannya sebelumnya. Sehingga nantinya perusahaan tersebut akan menghubungi di tempat perusahaan lamanya itu untuk melakukan pengecekan sekaligus juga membuat sebuah perkiraan terhadap kemampuan pelamar tersebut untuk bekerja. Di samping itu juga memang perusahaan juga bisa mengeceknya dengan melakukan searching terutama pada media sosial. Sehingga dari media sosial tersebut maka perekrut mampu mendapatkan gambaran berkaitan dengan bagaimanakah karakter pelamar.

Cara Mudah Seleksi karyawan

6. Seleksi Karyawan dengan Sesi Wawancara

Bisa dibilang jika memang kegiatan wawancara sengaja dilakukan supaya perekrut dapat memberikan gambar lebih rinci berkaitan dengan sikap dan tindakan dari si calon pelamar. 

Pada sesi wawancara, nantinya perusahaan akan mengundang pelamar yang sesuai kualifikasi untuk datang ke kantor atau melakukan video conference. Pada tahapan ini, si pelamar akan bertemu dengan staf HRD dan departemen terkait yang membutuhkannya. Tentunya pertemuan itu nantinya akan diajukan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan kepada si pelamar pekerjaan. Seorang pelamar bisa bertemu dengan staf perusahaan yang dibutuhkan, tidak perlu satu per satu. Atau bisa jadi semua staf yang ada di dalam perusahaan tersebut melakukan tindakan secara bersama-sama. 

7. Tes Kemampuan dalam Situasi Tertentu

Tes yang selanjutnya adalah berupa simulasi yang cocok untuk peran tertentu pada sebuah pekerjaan pada situasi tertentu. Contohnya adalah adanya simulasi yang berkaitan dengan cara negosiasi antara distributor dan produsen barang yang terjadi selama pandemi berlangsung. Sehingga pada tes yang satu ini nantinya pelamar nantinya bisa terlihat bagaimanakah kemampuan yang dimiliki oleh pelamar ketika sedang berhadapan pada situasi tertentu dan bagaimana cara mengatasinya ketika sedang berada dalam tantangan. 

8. Adanya Praktik Kerja

Pemberian praktik kerja yang secara langsung terhadap pekerjaan yang akan dilamar. Tentunya dengan tes ini maka mengharuskan bagi calon pelamar untuk melakukan demonstrasi tugas pekerjaan khusus mereka. Memang bentuk daripada tes ini nantinya akan mengukur kemampuan bagi para pelamar, agar dapat melaksanakan berbagai macam bagian pekerjaannya.

Sebagai permisalan saja jika praktiknya adalah pada bengkel, komputer dan lain sebagainya. Tentunya dari praktik yang satu ini akan terlihat pada seleksi karyawan perusahaan nantinya bagaimanakah kemampuan pelamar ketika hendak mengerjakan pekerjaannya. Hal ini juga termasuk ke dalam keahlian dan pengetahuan mengenai suatu hal.

Kesimpulan

Tes seleksi pekerjaan memang tidak sama antara perusahaan satu dan yang lain. Tapi, esensinya sama yaitu memenuhi kebutuhan lowongan pekerjaan tertentu. Setiap pekerjaan membutuhkan kualifikasi tertentu, karena itulah serangkaian tes sangat dibutuhkan. Bagaimana dengan pekerjaan di tempat Anda? Selanjutnya setelah mendapatkan tim yang terbaik, pihak perusahaan tinggal memaksimalkan produktivitas. Produktivitas bisa dimulai dari hal-hal terkecil seperti absensi karyawan. Perusahaan yang inovatif tentunya berusaha untuk menerapkan sistem paling efisien. Karena itulah Kerjoo hadir untuk perusahaan Anda yang ingin lebih baik dalam mengelola karyawan.

produktivitas kerja