Untuk Tujuan Bisnis Anda, Kenali Perbedaan OKR dan KPI

okr dan kpi

Semua organisasi atau perusahaan yang terstruktur membutuhkan indikator untuk melihat seberapa efektif kinerja pihak yang berkontribsui di dalamnya dan sejauh mana targetnya sudah tercapai. Ada beberapa metode untuk mengukur keberhasilan yang digunakan di perusahaan, contohnya adalah OKR dan KPI. OKR (Objective and Key Results) dan KPI (Key Performance Indicator) memang sering disebut saat membahas tentang penilaian performa kerja. Keduanya bertujuan untuk perencanaan target pada jangka waktu sekian, tapi juga ada beberapa perbedaan dalam hal ruang lingkupnya.

 

okr dan kpi

Inilah Pengertian OKR dan KPI

Sebelum menyusun OKR dan KPI, inilah pengertiannya masing-masing.

Pengertian dari OKR

OKR (Objective and Key Result) merupakan sebuah patokan untuk penilaian kinerja sesuai objective atau tujuan suatu kegiatan proyek yang sudah ditentukan. OKR bisa menunjukkan kemajuan yang telah tercapai perusahaan. Tapi OKR sebenarnya bukan alat evaluasi kerja karyawan, hanya alat bantu sebagai pengukur sejauh apa yang telah dilakukan, dan apakah telah sesuai dengan yang menjadi target perusahaan.  OKR memiliki tujuan spesifik disertai langkah-langkah yang terukur demi mencapai tujuan. Gagasan utama OKR sebenarnya sederhana, yaitu menjadi ‘jembatan’ antara gagasa dan eksekusi. Selain Google, perusahaan lain yang menerapkan OKR adalah Facebook, Amazon, Intel, Netflix, dan LinkedIn.

Pengertian dari KPI

KPI (Key Performance Indicator) bisa dipahami sebagai suatu alat mengukur kinerja atau performa individu dan tim dalam mencapai target. KPI bisa berfungsi untuk bahan mengevaluasi performa para karyawan sebagai individu atau sebagai tim. Bukan hanya mengukur performa, KPI juga digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan untuk memenuhi segala tujuan strategis ataupun operasional.

Apa Perbedaan OKR dan KPI?

Pada uraian di atas, telah kita ketahui tentang pengertian OKR dan pengertian KPI. Lalu apa bedanya OKR dan KPI? Walau terkesan serupa, tapi ternyata ada beberapa perbedaan OKR dan KPI sebagai berikut.

OKR

  • Mendeskripsikan tujuan tim, perusahaan, dan sejauh mana tujuannya sudah tercapai. Pada umumnya punya jangka waktu 3 bulan sampai 1 tahun.
  • Memuat tujuan spesifik dan juga disertai beberapa langkah yang terukur untuk mencapainya.
  • Bukan hanya diberlakukan di lingkup perusahaan secara umum, melainkan juga tim sampai perorangan.

KPI

  • Diterapkan untuk evaluasi keberhasilan organisasi atau perusahaan tertentu.
  • Berlaku untuk proyek, program, produk, atau bentuk lain.
  • Mengukur target penjualan dan pertumbuhan dari media sosial.
  • KPI disesuaikan dengan perusahaan sendiri. Indikator keberhasilannya tidak harus sama dengan perusahaan lain.

Mengapa OKR dan KPI Penting untuk Tujuan Bisnis?

Berikut ini adalah alasan mengapa perusahaan penting untuk memiliki OKR:

  • Menerapkan OKR memang penting sekali, karena bisa membantu pencapaian tujuan, entah itu tujuan bisnis ataupun non-bisnis.
  • Membantu tim perusahaan mengubah ide untuk dieksekusi dengan baik. Karena OKR mempererat keterlibatan karyawan sekaligus mendorong tim berkinerja tinggi.
  • Perusahaan dapat mengkomunikasikan prioritas untuk mengarahkan tujuan yang akan dicapai.

Meskipun OKR sudah ditentukan, manajemen bersama tim masih bisa mengubah, menambah, ataupun menghapus yang tidak lagi relevan.

Sementara itu, berikut ini adalah alasan mengapa perusahaan penting untuk memiliki KPI:

  • Agar HRD lebih mudah membuat mengukur dan mengevaluasi performa karyawan, kemudian mengetahui dampaknya untuk pertumbuhan perusahaan.
  • Menjadikan karyawan lebih memahami ekpektasi perusahaan.
  • Agar karyawan mampu meningkatkan performa pribadi.
  • Sebagai parameter yang berharga untuk perusahaan dalam memberi reward dan punishment yang objektif.

Beberapa Tips untuk Menerapkan OKR dan KPI

Meskipun penerapannya bisa disesuaikan secara internal perusahaan, tapi ada beberapa tips untuk penerapannya.

Berikut adalah tips dalam penerapan OKR:

  • Pilih 3 sampai 5 tujuan saja, karena jika lebih dari itu tim jadi tidak bisa fokus ke tujuan.
  • Antisipasi keadaan ketika anggota menjadi stagnan karena mengerjakan hal itu-itu saja. OKR perlu mendorong orang-orang di dalamnya untuk keluar zona nyaman.
  • Sering informasikan tentang update pencapaian, yaitu posisi saat ini adan hal yang ingin dicapai.
  • Pakailah istilah yang lugas, objektif, dan tidak memicu salah paham. Penjelasan yang spesifik bisa menghasilkan performa yang lebih optimal.

Berikut adalah tips dalam penerapan KPI:

  • Buat KPI yang spesifik ukuran dan tujuan setiap indikatornya.
  • Masing-masing indikator pada KPI harus terukur, agar lebih mudah saat review dan evaluasi.
  • Target KPI untuk karyawan seharusnya realistis dan bisa dicapai.
  • Target KPI untuk karyawan seharusnya relevan, yaitu disesuaikan dengan tujuan di perusahaan pada umumnya.
  • Dalam mencapai target, berikan batasan waktu tertentu supaya kinerja lebih mudah diukur.

okr dan kpiKesalahan yang Mungkin Terjadi dalam Penerapan OKR dan KPI

Setiap tahap dari perencanaan yang strategis adalah hal yang penting. Beberapa perhatian mungkin dibutuhkan saat mengembangkan KPI ataupun OKR. Terkadang juga terjadi kesalahan dalam penerapan KPI dan OKR.

1. Kurang Spesifik

Kesalahan mendasar yang sering terjadi adalah kurang spesifik atau terlalu umum, contohnya; mendapat lebih banyak klien, meningkatkan pemasukan, atau mengalami sedikit turnover.

2. Alokasi Sumber Daya yang Tidak Tepat

Perusahaan mungkin mendorong karyawannya untuk bisa melakukan hal yang luar biasa, tapi tidak mempersiapkan sumber daya yang memadai. Ini bisa menjadi kesalahan dalam KPI maupun OKR.

3. Terlalu Banyak Hal yang Harus Dimonitor

Menampilkan detail memang penting, tapi bukan berarti terlalu banyak. Terlalu luas area yang dipantau atau tugas yang dilaksanakan, maka justru bisa saja tidak terlaksana. Lebih baik fokus pada beberapa keunggulan saja, agar semuanya bisa dikelola.

Kesimpulan

KPI merupakan alat untuk tolak ukur saat mengevaluasi capaian suatu pekerjaan tertentu, sedangkan OKR merupakan alat tolak ukur untuk evaluasi kemajuan dari tujuan yang mau dicapai. Secara tujuan, KPI atau OKR pada dasarnya tidak ada perbedaan yang besar karena keduanya sama menjadi alat ukur keberhasilan pencapaian di perusahaan. OKR digunakan untuk dapat mencapai beberapa tujuan lebih konkrit dan besar, sedangkan KPI bisa digunakan untuk ukuran dalam mencapai tujuan yang besar.

Apakah keduanya perlu diterapkan semua? Hal itu tergantung kebutuhan. Ada perusahaan yang mencoba memakai sistem OKR, tapi karena kurang cocok dengan kultur pekerjaannya, ternyata tidak bisa berhasil. Ketika perusahaan cukup menjalankan KPI saja, boleh untuk memutuskan tetap menggunakan KPI.

Dalam menyusun KPI ataupun OKR, yang penting semua anggota paham dan mampu memenuhi ukurannya dengan jelas. Segala bentuk hasil KPI yang tepat akan menjadikan perusahaan berjalan lebih efektif. Selain membuat KPI dan OKR yang detail, perusahaan juga perlu memastikan kehadiran karyawan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Saat ini sudah ada aplikasi presensi online Kerjoo yang memungkinkan Anda melakukan presensi melalui smartphone dari mana saja dan kapan saja.

Leave a Reply