Reimburse adalah penggantian biaya yang telah dikeluarkan seseorang terlebih dahulu untuk keperluan tertentu, misalnya kebutuhan pekerjaan, oleh perusahaan atau pihak yang bertanggung jawab. Prosesnya umumnya dilakukan dengan mengajukan bukti transaksi untuk diperiksa dan disetujui.
Lalu, reimburse itu apa dalam dunia kerja? Reimburse biasanya digunakan ketika karyawan membayar kebutuhan operasional perusahaan menggunakan uang pribadi, kemudian mengajukan penggantian biaya sesuai kebijakan yang berlaku.
Contohnya adalah biaya perjalanan dinas, pembelian perlengkapan kantor, atau pengeluaran lain yang berkaitan dengan pekerjaan.
Istilah reimburse juga sering disebut reimbursement. Meskipun penulisannya berbeda, keduanya merujuk pada proses penggantian biaya yang telah dibayarkan terlebih dahulu.
Memahami arti reimburse penting bagi karyawan maupun perusahaan agar proses pengajuan, pemeriksaan, dan pembayaran berjalan dengan jelas.
Berikut penjelasan mengenai pengertian reimburse, contoh penggunaannya, jenis biaya yang dapat diajukan, serta cara mengelolanya dengan lebih praktis.
Apa Itu Reimburse?
Reimburse adalah proses penggantian biaya yang telah dikeluarkan terlebih dahulu oleh seseorang untuk kebutuhan yang menjadi tanggung jawab pihak lain. Dalam konteks perusahaan, reimburse umumnya berkaitan dengan pengeluaran karyawan untuk mendukung kegiatan operasional.
Misalnya, seorang karyawan membeli perlengkapan kantor menggunakan uang pribadi karena barang tersebut dibutuhkan segera. Setelah transaksi dilakukan, karyawan mengajukan penggantian biaya dengan melampirkan bukti pembayaran.
Perusahaan kemudian memeriksa pengajuan tersebut sebelum memberikan persetujuan dan memproses pembayaran.
Dengan demikian, reimburse tidak sama dengan pemberian uang di muka. Pada reimburse, pengeluaran sudah terjadi terlebih dahulu, sedangkan uang muka diberikan sebelum kebutuhan atau kegiatan dilaksanakan.
Reimburse Artinya Apa?
Secara sederhana, reimburse artinya penggantian biaya yang sudah dibayarkan sebelumnya. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dapat dipahami sebagai penggantian pengeluaran atau pembayaran kembali atas biaya yang memenuhi ketentuan tertentu.
Contoh penggunaannya dalam kalimat:
- Karyawan mengajukan reimburse untuk biaya perjalanan dinas yang telah dibayarkan menggunakan uang pribadi.
- Perusahaan mengganti biaya pembelian perlengkapan kantor setelah pengajuan reimburse disetujui.
- Karyawan perlu menyimpan bukti transaksi sebagai dokumen pendukung pengajuan reimbursement.
Dalam praktiknya, penggantian biaya tidak selalu diberikan secara otomatis. Pengajuan harus mengikuti kebijakan perusahaan, termasuk jenis pengeluaran yang diperbolehkan, batas nominal, dokumen pendukung, dan prosedur persetujuan.
Apa Perbedaan Reimburse dan Reimbursement?
Reimburse dan reimbursement berkaitan dengan proses yang sama, yaitu penggantian biaya yang telah dikeluarkan terlebih dahulu.
Kata reimburse umum digunakan untuk menyebut tindakan mengganti biaya, sedangkan reimbursement merupakan bentuk kata benda yang merujuk pada proses atau penggantian biaya tersebut.
Dalam percakapan sehari-hari di lingkungan kerja, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Contohnya, karyawan dapat mengatakan sedang mengajukan reimburse atau sedang mengajukan reimbursement.
Apa pun istilah yang digunakan, prinsipnya tetap sama: pengeluaran harus sesuai ketentuan dan didukung bukti transaksi yang dapat diverifikasi.
Contoh Reimburse dalam Dunia Kerja
Agar lebih mudah memahami arti reimburse, berikut beberapa contoh pengeluaran yang dapat diajukan sebagai penggantian biaya, selama sesuai dengan kebijakan perusahaan.
1. Reimburse Biaya Perjalanan Dinas
Karyawan yang melakukan perjalanan dinas mungkin perlu membayar tiket transportasi, akomodasi, atau transportasi lokal menggunakan uang pribadi.
Setelah perjalanan selesai, karyawan dapat mengajukan penggantian biaya dengan melampirkan bukti transaksi yang dipersyaratkan perusahaan.
Contohnya, seorang karyawan membayar tiket kereta sebesar Rp350.000 untuk menghadiri pertemuan dengan klien. Jika pengeluaran tersebut memenuhi ketentuan perusahaan, karyawan dapat mengajukan reimburse sebesar nominal yang diperbolehkan.
2. Reimburse Pembelian Perlengkapan Kantor
Perusahaan mungkin membutuhkan perlengkapan kerja tambahan, seperti alat tulis, kabel, atau aksesori komputer.
Jika karyawan membeli barang tersebut menggunakan uang pribadi atas kebutuhan yang disetujui, pengeluaran dapat diajukan untuk diganti sesuai kebijakan perusahaan.
Bukti pembelian perlu disimpan agar pihak yang memeriksa dapat memastikan jenis barang dan nominal yang diajukan.
3. Reimburse Biaya Komunikasi
Dalam kondisi tertentu, karyawan menggunakan pulsa atau kuota internet pribadi untuk mendukung pekerjaan. Biaya tersebut dapat diajukan sebagai reimburse apabila termasuk dalam ketentuan perusahaan.
Sebagai contoh, karyawan yang membutuhkan akses internet tambahan untuk menyelesaikan tugas lapangan dapat mengajukan penggantian biaya dengan melampirkan bukti transaksi sesuai prosedur yang berlaku.
4. Reimburse Biaya Kesehatan
Sebagian perusahaan menyediakan kebijakan penggantian biaya kesehatan untuk jenis pengeluaran tertentu yang tidak ditanggung melalui fasilitas atau asuransi perusahaan.
Contohnya dapat mencakup konsultasi medis, pemeriksaan kesehatan, atau pembelian obat yang memenuhi persyaratan.
Namun, tidak semua perusahaan memberikan fasilitas reimburse kesehatan. Karyawan perlu memeriksa ketentuan yang berlaku sebelum mengajukan klaim.
5. Reimburse Biaya Konsumsi dan Pertemuan Bisnis
Biaya konsumsi untuk rapat, pertemuan dengan klien, atau kegiatan perusahaan tertentu juga dapat termasuk dalam pengeluaran yang dapat diajukan.
Perusahaan biasanya menetapkan batas nominal dan persyaratan khusus untuk kategori ini. Karena itu, karyawan sebaiknya mencatat tujuan pengeluaran dan menyimpan bukti pembayaran.
Jenis-Jenis Reimburse di Perusahaan
Jenis reimburse bergantung pada kebutuhan operasional dan kebijakan masing-masing perusahaan. Beberapa kategori yang umum diterapkan meliputi:
- Reimburse perjalanan dinas: biaya transportasi, akomodasi, dan pengeluaran perjalanan yang diperbolehkan.
- Reimburse perlengkapan kerja: pembelian barang yang diperlukan untuk mendukung aktivitas pekerjaan.
- Reimburse komunikasi: pengeluaran pulsa atau internet untuk kebutuhan pekerjaan sesuai ketentuan.
- Reimburse kesehatan: biaya medis tertentu yang memenuhi kebijakan perusahaan.
- Reimburse konsumsi: pengeluaran untuk rapat, kegiatan internal, atau pertemuan bisnis yang disetujui.
- Reimburse operasional lainnya: biaya lain yang berkaitan dengan pekerjaan dan telah memenuhi persyaratan.
Setiap kategori dapat memiliki batas penggantian dan dokumen pendukung yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyampaikan kebijakan secara jelas agar karyawan memahami pengeluaran yang dapat diajukan.
Cara Mengajukan Reimburse di Perusahaan

Cara mengajukan reimburse dapat berbeda di setiap perusahaan. Namun, secara umum, prosesnya mencakup pemeriksaan kebijakan, pengumpulan bukti transaksi, pengajuan klaim, verifikasi, dan pembayaran.
1. Periksa Kebijakan Perusahaan
Sebelum mengajukan reimburse, pahami terlebih dahulu ketentuan yang berlaku. Periksa jenis pengeluaran yang diperbolehkan, batas nominal, tenggat pengajuan, dan pihak yang berwenang memberikan persetujuan.
Jika pengeluaran membutuhkan persetujuan sebelum transaksi dilakukan, pastikan Anda telah mendapatkannya. Langkah ini dapat mengurangi risiko pengajuan ditolak karena tidak sesuai prosedur.
2. Siapkan Bukti Transaksi
Kumpulkan dokumen yang diperlukan, seperti kuitansi, nota, faktur, atau bukti pembayaran digital.
Pastikan informasi pada dokumen dapat dibaca dengan jelas. Jika perusahaan meminta dokumen tambahan, misalnya surat tugas atau formulir khusus, lengkapi sesuai ketentuan.
3. Isi Formulir Pengajuan
Masukkan informasi yang diperlukan, seperti tanggal transaksi, jenis pengeluaran, nominal, dan tujuan pembayaran.
Periksa kembali seluruh informasi sebelum mengirimkan pengajuan. Kesalahan pencatatan dapat membuat proses verifikasi membutuhkan waktu lebih lama.
4. Tunggu Proses Verifikasi
Supervisor, HR, atau pihak yang berwenang akan memeriksa kesesuaian pengajuan dengan kebijakan perusahaan.
Pemeriksaan biasanya mencakup kelengkapan bukti transaksi, kebenaran nominal, tujuan pengeluaran, dan persetujuan yang diperlukan.
Jika terdapat informasi yang belum lengkap, karyawan mungkin diminta melakukan perbaikan atau memberikan dokumen tambahan.
5. Terima Penggantian Biaya
Setelah pengajuan disetujui, perusahaan memproses pembayaran sesuai kebijakan yang berlaku.
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening karyawan atau mekanisme lain yang ditetapkan perusahaan. Waktu pemrosesannya bergantung pada kelengkapan dokumen, jadwal pembayaran, dan prosedur internal.
Supaya pengajuan biaya dan proses penggantian dana tidak tercecer di chat atau spreadsheet, perusahaan bisa mengelolanya melalui aplikasi klaim dan reimbursement karyawan dari Kerjoo.
Syarat agar Pengajuan Reimburse Disetujui
Agar proses pengajuan berjalan lancar, karyawan perlu memastikan bahwa pengeluaran dan dokumen pendukung memenuhi ketentuan perusahaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pengeluaran berkaitan dengan pekerjaan. Biaya yang diajukan harus sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan perusahaan.
- Bukti transaksi tersedia. Kuitansi, nota, atau bukti pembayaran perlu disiapkan sesuai ketentuan.
- Nominal sesuai dengan transaksi. Pastikan jumlah yang diajukan sama dengan bukti pembayaran dan tidak melebihi batas yang diperbolehkan.
- Pengajuan dilakukan tepat waktu. Perhatikan batas waktu pengajuan yang ditetapkan perusahaan.
- Persetujuan yang diperlukan sudah dipenuhi. Beberapa pengeluaran membutuhkan persetujuan atasan atau pihak tertentu sebelum diproses.
Persyaratan tersebut dapat berbeda antarperusahaan. Karena itu, karyawan sebaiknya selalu merujuk pada kebijakan internal yang berlaku.
Perbedaan Reimburse dan Advance Payment
Reimburse dan advance payment merupakan dua mekanisme pembayaran yang berbeda.
Reimburse adalah penggantian biaya setelah seseorang mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk kebutuhan yang disetujui. Sementara itu, advance payment merupakan pembayaran di muka sebelum pengeluaran dilakukan.
Contohnya, jika karyawan membeli perlengkapan kantor menggunakan uang pribadi kemudian mengajukan penggantian, proses tersebut termasuk reimburse.
Sebaliknya, jika perusahaan memberikan dana kepada karyawan sebelum perjalanan dinas agar biaya transportasi dan akomodasi dapat dibayar, mekanisme tersebut termasuk pembayaran di muka.
Perbedaan ini penting dipahami agar perusahaan dapat menentukan prosedur pencatatan dan pertanggungjawaban yang sesuai untuk setiap transaksi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengajukan Reimburse
Beberapa kesalahan administrasi dapat membuat pengajuan tertunda atau ditolak. Berikut hal-hal yang perlu dihindari.
1. Tidak Menyimpan Bukti Pembayaran
Bukti transaksi dibutuhkan untuk memeriksa pengeluaran yang diajukan. Jika dokumen hilang atau tidak terbaca, perusahaan mungkin kesulitan memverifikasi nominal dan tujuan pembayaran.
Simpan bukti transaksi segera setelah pembelian dilakukan. Jika memungkinkan, buat salinan digital agar dokumen lebih mudah ditemukan ketika diperlukan.
2. Mengajukan Biaya di Luar Kebijakan
Tidak semua pengeluaran pribadi dapat diajukan sebagai reimburse. Pengeluaran yang tidak berkaitan dengan pekerjaan atau tidak termasuk dalam kebijakan perusahaan berpotensi ditolak.
Jika masih ragu, tanyakan kepada atasan atau HR sebelum melakukan transaksi.
3. Melewati Batas Waktu Pengajuan
Perusahaan dapat menetapkan tenggat waktu tertentu untuk mengajukan penggantian biaya. Pengajuan yang terlambat berpotensi tidak diproses jika kebijakan mengatur batas waktu yang ketat.
Catat tanggal transaksi dan segera siapkan dokumen yang dibutuhkan agar pengajuan tidak tertunda.
4. Salah Memasukkan Nominal
Kesalahan mencatat nominal atau tanggal transaksi dapat memperlambat proses pemeriksaan. Sebelum mengirimkan formulir, cocokkan kembali semua informasi dengan bukti pembayaran.
5. Tidak Memantau Status Pengajuan
Setelah mengajukan reimburse, periksa status klaim secara berkala. Jika terdapat permintaan klarifikasi atau dokumen tambahan, segera tindak lanjuti agar proses tidak terhambat.
Manfaat Reimburse bagi Karyawan dan Perusahaan

Kebijakan reimburse yang jelas dapat memberikan manfaat bagi karyawan sekaligus membantu perusahaan mengelola pengeluaran operasional.
1. Mengurangi Beban Pengeluaran Pribadi
Karyawan tidak perlu menanggung sendiri biaya yang memang menjadi tanggung jawab perusahaan, selama pengeluaran tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.
2. Meningkatkan Transparansi Keuangan
Bukti transaksi dan proses persetujuan membantu perusahaan memeriksa pengeluaran secara lebih terstruktur. Perusahaan dapat mengetahui jenis biaya yang diajukan dan alasan pengeluarannya.
3. Mempermudah Administrasi Klaim
Prosedur yang jelas membantu karyawan memahami tahapan pengajuan dan dokumen yang perlu disiapkan.
Jika perusahaan menggunakan sistem digital, pengajuan, pemeriksaan, dan persetujuan dapat dilakukan melalui alur yang lebih terorganisasi.
4. Memudahkan Pemantauan Anggaran
Data pengajuan reimburse dapat digunakan untuk memantau pengeluaran berdasarkan kategori, periode, atau kebutuhan operasional.
Informasi tersebut membantu perusahaan mengevaluasi penggunaan anggaran dan mengidentifikasi pengeluaran yang perlu diperhatikan.
Kesimpulan
Reimburse adalah penggantian biaya yang telah dikeluarkan seseorang terlebih dahulu untuk kebutuhan tertentu yang menjadi tanggung jawab perusahaan atau pihak lain. Dalam dunia kerja, proses ini umumnya digunakan untuk mengganti biaya perjalanan dinas, perlengkapan kantor, komunikasi, dan pengeluaran operasional lain yang memenuhi ketentuan.
Reimburse artinya penggantian biaya setelah pengeluaran terjadi. Agar pengajuan dapat diproses, karyawan perlu memahami kebijakan perusahaan, menyiapkan bukti transaksi, mengisi formulir dengan benar, dan mengajukan klaim sesuai tenggat waktu.
Bagi perusahaan, kebijakan reimburse yang jelas membantu menjaga transparansi dan mempermudah pengelolaan pengeluaran. Untuk mendukung administrasi klaim yang lebih terstruktur, perusahaan dapat memanfaatkan fitur klaim Kerjoo sesuai kebutuhan operasional.