Skill Gap dan Upskilling: Investasi Masa Depan Perusahaan

skill gap dan upskilling

Apa Itu Skill Gap dan Mengapa Perusahaan Perlu Mengatasinya

Perkembangan industri tidak berbanding lurus dengan keterampilan karyawan.

Anda mungkin merasa kesulitan menemukan kandidat dengan keterampilan yang benar-benar sesuai dengan perusahaan. Atau bahkan, tim Anda saat ini sulit mengikuti perkembangan idustri yang semakin cepat?

Jika iya, tentunya Anda tidak sendirian.

Di dalam dunia bisnis yang semakin dinamis, skill gap terjadi karena kurangnya kemampuan karyawan mengikuti keterampilan masa depan.

Mengutip HRD Connect, kesenjangan keterampilan ini sudah menjadi tantangan di Inggris, dan jika tidak diatasi, diperkirakan akan merugikan perekonomian pada tahun 2030.

Di beberapa sektor idustri sendiri, skill gap juga terjadi. Contohnya, industri teknologi yang mulai kekurangan tenaga kerja dengan keahlian AI, data analytics, dan cybersecurity.

Sementara di manufaktur, pergeseran ke otomasi membutuhkan lebih banyak keterampilan pengoperasian mesin berbasis IoT.

Apabila dibiarkan, perusahaan akan semakin sulit mendapatkan talenta terbaik, sementara industri terus mengalami perubahan pesat. Jadi, apa yang bisa kita lakukan sebagai HR untuk mengatasi tantangan ini?

Artikel Aplikasi absensi online Kerjoo akan membahas mengenai skill gap dan upskilling beserta strategi tepat yang dapat Anda terapkan.

skill gap dan upskilling

Apa Itu Skill Gap dan Mengapa Penting untuk Diatasi?

Skill gap adalah perbandingan antara keterampilan yang dimiliki karyawan dan kebutuhan perusahaan.

Bisa dibilang, karyawan tidak memiliki keterampilan masa depan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan industri.

Apabila tidak memiliki strategi HR untuk upskilling, maka bersiap saja untuk menghadapi skill gap ini di perusahaan.

Masih dari sumber yang sama, dampak skill gap ini dapat memengaruhi produktivitas perusaahaan, seperti:

  • kinerja tim yang mulai tidak optimal.
  • sulitnya melakukan inovasi, dan
  • hambatan kolaborasi.

Perusahaan juga menjadi faktor utama situasi skill gap bisa terjadi. Beberapa situasi di bawah ini adalah penyebab umum kesenjangan skill di dunia kerja:

  • kecepatan perkembangan teknologi tidak sebanding dengan kesediaan pelatihan bagi karyawan.
  • minimnya investasi terhadap pengembangan keterampilan dan pendidikan berkelanjutan.
  • karyawan tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan karena kesibuan kerja.
  • tidak adanya strategi HR untuk upskilling talenta yang dimiliki.

Alih-alih mengganti sumber daya, sebaiknya Anda mempertimbangkan upskilling dan reskilling dalam membuat bisnis lebih adaptif.

Upskilling sendiri merupakan program meningkatkan skill talenta supaya memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan indusri.

Sementara reskilling merupakan upaya melatih ulang karyawan supaya dapat beradaptasi dengan perubahan peran ataupun teknologi baru.

Kedua strategi ini menjadi kunci bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di era digital.

Tren Upskilling dan Reskilling yang Relevan dengan Kebutuhan Industri Saat Ini

skill gap dan upskilling

Terdapat tiga tren skill gap dan upskilling untuk menghadapi era transformasi.

Keterampilan ini semuanya berkaitan dengan AI, big data, dan cloud computing. Otomasi memang menggantikan pekerjaan rutin, tetapi juga membuka peluang baru.

Misalnya dalam analisis data dan pengelolaan sistem berbasis AI. Dengan upskilling, karyawan dapat beradaptasi dengan perubahan ini.

Namun, apakah soft skill juga diperlkan untuk upskilling dan reskilling karyawan?

Tentunya sangat dibutuhan. Kemampuan komunikasi tidak bisa diabaikan untuk membangun tim yang kuat dan adaptif.

Di bawah ini merupakan tren upskilling di berbagai industri masa kini, seperti:

  1. Industri Teknologi

Di sektor teknologi, upskilling mengenai cybersecurity sangat diperlukan untuk melindungi sistem dari tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.

Selain itu, upskilling dan reskilling di bidang machine learning juga diperlukan untuk efisiensi proses bisnis.

Dengan analisa data yang lebih akurat, machine learning dapat membantu proses bisnis menjadi lebih terstruktur dan otomatis.

  1. Industri Keuangan

Industri keuangan juga memerlukan upskilling di bidang fintech dan teknologi blockchain.

Kemampuan ini dapat membantu karyawan Anda lebih memahami cara kerja teknologi di era transformasi keuangan digital.

Termasuk reskilling terkait regulasi dan beragam inovasi yang ada di industri keuangan.

  1. Industri Manufaktur

Industri padat karya seperti manufaktur juga membutuhkan upskilling untuk produktivitas yang lebih baik.

Anda dapat memberikan pelatihan pengoperasian robotic process automation (RPA), termasuk pemrograman dan pemeliharaan sistem otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Dengan demikian, Anda dapat menghemat lebih banyak waktu dan tenaga untuk produksi barang.

Cara HR Mengidentifikasi Skill Gap dan Merancang Program Pelatihan yang Efektif

skill gap dan upskilling

Sebagai HR, Anda mungkin ingin selalu memastikan tim memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Penting untuk diingat bahwa mengidentifikasi kebutuhan skill gap dan upskilling bukan sekadar melihat daftar keterampilan yang kurang.

Strategi HR untuk upskilling memerlukan pemahaman mendalam terkait bagaimana dampak skill gap terhadap produktivitas dan inovasi perusahaan.

Dalam bagian ini, kita akan membahas bagaimana HR dapat menggunakan data dan analisis untuk mengidentifikasi skill gap, serta menyusun program pelatihan yang efektif.

Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan tidak hanya bisa menutup kesenjangan keterampilan tetapi juga meningkatkan daya saing di era digital.

Gunakan Data dan Analisis untuk Mengidentifikasi Skill Gap

Anda dapat menggunakan data dan menganalisanya untuk mengidentifikasi adanya skill gap di perusahaan.

Gunakan skill assessment dan survei kompetensi untuk mengetahui kebutuhan pengembangan karyawan.

Manfaatkan data performance review guna mengidentifikasi keterampilan yang perlu ditingkatkan.

Strategi HR dalam Menyusun Program Upskilling dan Reskilling

Setelah mengidentifikasi kebutuhan skill gap dan upskilling karyawan, tentukan program pelatihan berdasarkan kebutuhan industri.

Anda dapat memberikan akses ke platform e-learning seperti Coursera, Udemy, atau LinkedIn Learning.

Beberapa format upskilling dan reskilling yang mungkin dapat dipertimbangkan yaitu:

  1. Online learning: Fleksibel dan dapat diakses kapan saja.
  2. Mentorship: Karyawan senior membimbing junior untuk meningkatkan keterampilan.
  3. On-the-job training: Pembelajaran langsung di tempat kerja agar lebih praktis.

Perusahaan dapat bekerja sama dengan universitas atau lembaga sertifikasi untuk menyediakan pelatihan bersertifikat bagi karyawan.

Dampak Positif Investasi dalam Pengembangan Karyawan terhadap Retensi dan Kinerja Perusahaan

skill gap dan upskilling

Menangani skill gap dan upskilling bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan retensi dan kinerja perusahaan.

Dengan karyawan yang terus di upskilling dan reskilling, perusahaan tidak hanya lebih efisien tetapi juga lebih kompetitif.

Dalam bagian ini, kita akan membahas bagaimana investasi dalam pengembangan karyawan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Kerja

Salah satu manfaat utama dari upskilling dan reskilling adalah peningkatan produktivitas serta efisiensi kerja.

Karyawan dengan memiliki keterampilan cenderung lebih cepat dalam menyelesaikan tugas mereka karena sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Mengurangi kesalahan dan meningkatkan output secara keseluruhan.

Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Karyawan

Upskilling dan reskilling juga dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan kepada perusahaan.

Ini karena mereka merasa telah diberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang, sehingga ada keterikatan tersendiri kepada perusahaan.

Menekan Biaya Rekrutmen dengan Memaksimalkan Talenta Internal

Mencari kandidat saat ini akan sama sulitnya dengan mengatasi skill gap dan upskilling karyawan di perusahaan.

Akan lebih baik apabila memberikan upskilling dan reskilling terhadap karyawan yang sudah lama berkotribusi penuh terhadap perusahaan.

Dengan demikian, Anda juga dapat menghemat biaya rekrutmen.


Kesimpulan

Menutup skill gap adalah investasi jangka panjang yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap keberlanjutan bisnis.

Dengan upskilling dan reskilling, perusahaan dapat lebih adaptif terhadap perubahan industri.

Adapun langkah-langkah yang bisa diterapkan untuk menutup skill gap dengan upskilling:

  • Mengidentifikasi kebutuhan keterampilan karyawan.
  • Menerapkan program pelatihan yang sesuai.
  • Memonitor hasil pelatihan untuk memastikan dampaknya terhadap kinerja karyawan.

Dengan strategi yang tepat, perusahaan tidak hanya bisa menutup skill gap, tetapi juga membangun tim yang lebih kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Anda juga dapat menggunakan HRIS Kerjoo untuk menunjang produktivitas, mengelola karyawan dengan lebih baik.

Dapatkan uji coba gratis selama 14 hari!

Kerjoo juga menyediakan sumber bacaan untuk HR, karyawan, dan perusahaan yang dapat diakses melalui Kerjoo Blog!

bg ads

Aplikasi Absensi Online

Gratis Trial 14 Hari