Cara Negosiasi Gaji yang Tepat, Jangan Gak Nego!

Cara Negosiasi Gaji yang Tepat, Jangan Gak Nego!

Apakah Anda pernah melakukan negosiasi gaji dengan perusahaan? Kegiatan ini merupakan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan untuk mendapat gaji yang sesuai. Negosiasi ini biasanya dilakukan oleh baik itu karyawan baru maupun karyawan lama. Tetapi, faktanya tidak sedikit yang gagal negosiasi gaji karena cara yang salah.

Ada karyawan baru yang melakukan negosiasi gaji saat interview awal. Ada juga karyawan lama yang mungkin tidak tepat saat negosiasi, sehingga berujung gagal. Faktanya, ternyata tidak semua orang melakukan nego gaji. Ada berbagai alasan mengapa mereka tidak melakukan negosiasi gaji, alias pasrah kepada putusan dari manajemen. Sebetulnya, penting gak sih nego gaji itu?

Pentingnya Negosiasi Gaji

lingkungan kerja

Sebuah penelitian di Amerika mengatakan bahwa rata-rata orang Amerika mendapat gaji sekitar 7.500 dollar lebih tinggi dari gaji pokok. Lalu darimana angka ini mereka dapatkan? Tentu saja dari hasil nego gaji yang berhasil dengan perusahaan. Lantas, apa yang akan terjadi jika kita gagal dalam negosiasi gaji?

Sebetulnya, ada dua jawaban untuk pertanyaan ini berdasarkan subjeknya. Jika kita melihat dari sisi karyawan, tentu hal ini sangat merugikan. Ketika Anda gagal menawar gaji lebih tinggi, maka Anda akan mendapat gaji kecil untuk seterusnya. Sebaliknya, ketika Anda gagal bernegosiasi, maka perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk gaji karyawan.

Sementara, apa yang akan terjadi jika Anda berhasil dalam negosiasi tersebut? Tentu saja Anda akan mendapatkan gaji yang lebih tinggi dan sesuai dengan skill serta beban kerja. Selain itu, hal ini berpengaruh ketika Anda berpindah perusahaan.

Ketika Anda berpindah, tentu saja perusahaan tersebut akan melihat gaji Anda sebelumnya. Maka, besar kemungkinan Anda akan mendapat lebih tinggi. Tetapi, berbeda ketika Anda gagal atau tidak melakukan negosiasi sama sekali. Maka, Anda akan terus mendapat gaji kecil atau standar dengan beban kerja yang mungkin kian bertambah.

Bagaimana Cara Negosiasi Gaji saat Interview?

negosiasi

Mengetahui bagaimana cara negosiasi gaji yang tepat untuk fresh graduate juga penting. Tidak salah jika fresh graduate juga melakukan negosiasi gaji. Akan tetapi, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan agar tidak terkesan buruk di mata perusahaan dan berhasil saat nego gaji.

  • Riset Besaran Gaji Bidang Pekerjaan Tersebut

Pertama, cara yang yang harus Anda lakukan sebelum negosiasi gaji adalah melakukan riset. Baik bagi fresh graduate maupun yang telah berpengalaman, hal ini merupakan langkah pertama. Bahkan, Anda harus melakukannya sebelum mengikuti interview. Hal ini karena beberapa perusahaan juga menanyakan gaji yang Anda harapkan saat interview awal.

Dengan mengetahui kisaran rata-rata gaji posisi tersebut, maka Anda bisa melakukan perhitungan gaji yang sesuai dengan posisi di perusahaan tersebut. Jangan mengira ini tidak penting, jika Anda tidak melakukannya bisa saja perusahaan memberikan gaji yang tidak sesuai. Atau malah Anda memberikan nominal yang terlalu tinggi, hingga akhirnya negosiasi berujung gagal.

Sekarang, Anda juga bisa mencari tahu besaran gaji posisi tersebut di perusahaan yang Anda lamar. Bahkan, beberapa situs secara khusus mencantumkan besaran gaji beberapa perusahaan besar.

  • Lihat Skill dan Kebutuhan Anda

Cara kedua dalam negosiasi gaji ini sudah pasti harus Anda lakukan. Jangan sampai nantinya kerja keras bukannya semakin makmur, malah menjadi buntung. Ketahui juga apa saja kebutuhan Anda, misalnya jika Anda merantau maka Anda butuh biaya tempat tinggal kost. Selain itu, pahami kemampuan apa yang membuat nilai diri Anda meningkat.

Jika Anda memiliki skill lebih dan pastinya dapat membantu perkembangan perusahaan, maka Anda bisa “menjual” itu kepada perusahaan. Jangan biarkan skill Anda yang mumpuni tidak “dibayar” oleh perusahaan. Tetapi, jika Anda tidak memiliki skill yang lebih maka jangan meminta nominal yang terlampau tinggi karena sudah pasti akan gagal.

Perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan skill lebih karena beban kerja yang memang membutuhkan, sudah pasti akan menawarkan gaji yang tinggi. Bila Anda memiliki pengalaman yang cukup baik di bidang pekerjaan ini, Anda juga bisa menyampaikannya kepada HRD.

  • Jangan Terburu-Buru saat Negosiasi Gaji

Negosiasi gaji biasanya terjadi setelah adanya penawaran kerja, yang artinya perusahaan telah menerima Anda untuk bekerja. Jangan pernah terburu-buru adalah cara yang tepat saat negosiasi gaji dengan perusahaan. Anda harus mengetahui terlebih dahulu keuntungan apa saja yang bisa Anda peroleh sebagai karyawan perusahaan tersebut.

Jika memang tidak ada keuntungan ataupun fasilitas yang perusahaan berikan, maka cobalah meminta nominal lebih tinggi. Atau sebaliknya, jika perusahaan menganggap nominal tersebut sudah final, maka cobalah minta fasilitas atau keuntungan lain dari perusahaan.

Hal ini juga berlaku untuk fresh graduate. Tetapi, jangan langsung tanyakan soal gaji di awal pertemuan, ya. Anda bisa menanyakan terlebih dahulu terkait jenjang karir atau tipe kandidat yang mereka cari. Setelah itu barulah Anda bisa menanyakan perihal gaji untuk posisi tersebut. Dengan begitu nantinya Anda bisa meminta penawaran gaji yang sesuai.

  • Cari Tahu Lebih Dahulu Pekerjaan Anda

Agar mendapatkan nominal yang tepat dan tentunya sesuai dengan kebutuhan serta beban kerja Anda, maka cari tahu terlebih dahulu seperti apa pekerjaan Anda nantinya. Apakah Anda harus sering bekerja lembur atau sering ada tugas tambahan? Jika iya, maka masukkan hal tersebut dalam pertimbangan gaji Anda.

Dari sisi perusahaan, mereka tidak ingin mengalami overpaid karyawan yang mereka rekrut. Sementara dari sisi karyawan, mereka tidak ingin mengalami underpaid untuk pekerjaan yang mereka lakukan.

Oleh karena itu, cari tahu mengenai pekerjaan Anda akan seperti apa. Setelah itu berikan nominal tertinggi dari range gaji yang telah Anda tetapkan. Perusahaan nantinya akan menawar dengan menurunkan dari nominal yang Anda tawarkan. Jika tidak, maka bisa saja Anda nanti mendapatkan nominal lebih rendah lagi.

  • Jangan Pernah Goyah dalam Negosiasi Gaji

Yang namanya negosiasi pastinya merupakan diskusi dua arah. Jika diskusi berjalan sedikit sulit, maka Anda harus menemukan jalan untuk mendapat titik tengah. Begitu pula dalam nego gaji dengan perusahaan saat interview. Penting sekali bagi Anda untuk tidak goyah dan mempertahankan jika Anda rasa nominal tersebut sudah sangat tepat.

Saat merekrut karyawan baru, tentu perusahaan memiliki budget gaji yang akan mereka berikan. Ada perusahaan yang memang menyiapkan budget besar karena posisi tersebut memang sulit atau betul-betul membutuhkan skill lebih. Ada juga yang menawarkan gaji hingga dibawah rata-rata dengan kebutuhan skill yang biasa saja.

Nah, ketika Anda mendapatkan perusahaan yang bagus tetapi mereka menawarkan gaji dan beban kerja yang tidak sesuai, maka Anda dapat menawar lebih dan jangan goyah. Atau bila perlu Anda “jual mahal” kepada perusahaan. Dengan begitu, perusahaan akan memikirkan kembali terkait besaran gaji yang Anda minta.

Kesimpulan

Jangan pernah menolak untuk melakukan negosiasi gaji, baik itu untuk karyawan baru maupun lama. Anda berhak untuk mendapat gaji yang sesuai dengan kinerja serta beban kerja yang Anda terima. Begitu pula dengan karyawan lama, Anda berhak mendapatkan kenaikan gaji sesuai dengan kinerja serta beban kerja yang Anda terima.

Hal paling penting lainnya dalam nego gaji yaitu selalu bersikap sopan meski Anda jual mahal. Dengan bersikap sopan, setidaknya perusahaan tidak akan langsung menolak Anda, baik itu permintaan gaji maupun pekerjaan. Bagi para HRD, Anda juga harus mengetahui bagaimana cara melakukan negosiasi gaji yang baik. Agar nantinya mendapat titik tengah dan tentunya sesuai dengan kebijakan dari perusahaan.

cara negosiasi gaji