Bagaimana Cara Follow Up Interview Kerja yang Efektif?

Setelah interview adalah waktu yang menentukan: diterima atau tidak? Pelajari dulu cara follow up interview kerja seperti ini

follow up interview kerja
follow up interview kerja

Daftar Isi

Apa itu follow up dan mengapa penting untuk berbagai urusan pekerjaan yang mungkin sedang Anda jalani? Untuk bagian sales dan marketing, penting untuk tahu cara follow up customer.

Begitu juga urusan internal perusahaan seperti HR dan calon karyawan. Cara follow up interview kerja yang tepat adalah hal yang sangat penting untuk diketahui.

Informasi yang akan kita bahas kali ini berguna bagi calon karyawan dan HR perusahaan. Bagi kandidat atau calon karyawan yang baru menyelesaikan wawancara dan menunggu hasil, ini bisa jadi referensi cara menghubungi HR.

Sebaliknya, bagi HR, ini bisa menjadi kesempatan untuk menilai cara berkomunikasi para kandidat.

Kandidat yang menghubungi HR untuk follow up interview tentu memiliki cara komunikasi berbeda. Ada yang suka berbasa basi, tapi juga ada yang langsung pada poinnya.

Karena jam terbang atau pengalaman yang sudah matang, seorang HR bisa memberi penilaian mana seorang kandidat yang memiliki attitude baik.

Pentingnya Follow Up Interview

Tetap terhubung dengan orang-orang yang berkomunikasi dengan Anda selama setiap tahap proses perekrutan menunjukkan bahwa Anda bersyukur dan bersemangat tentang posisi tersebut.

Dari sudut pandang HR perusahaan, orang-orang yang seperti ini juga memiliki nilai lebih tersendiri.

Meningkatkan Peluang Berikutnya

Hal ini kemungkinan akan membantu meningkatkan peluang untuk mendapatkan kesempatan berikutnya, dan akhirnya menerima tawaran. Ada beberapa manfaat dari menulis email follow up yang bijaksana.

Selain mengungkapkan antusiasme, ini juga menunjukkan soft skill yang kuat. Karena soft skill lebih sulit untuk diajarkan di tempat kerja.

Kandidat yang menunjukkan rasa hormat, komunikasi, dan keterampilan mendengarkan yang aktif akan mendapat value lebih di mata pemberi kerja.

Ini juga akan membuat kandidat lebih mengesankan karena memiliki lebih banyak kontak komunikatif daripada mereka yang tidak mengirimkan tindak lanjut.

follow up interview kerja
follow up interview kerja

Cara Follow Up Interview Kerja lewat Email

Membahas tentang follow up interview kerja, Anda bisa melakukannya segera setelah interview selesai atau menunggu beberapa hari. Jika masih berada pada momen yang sama, yakni saat akhir wawancara Anda, tanyakan segera.

Bertanyalah kepada orang mewawancarai, kapan hasilnya akan keluar? Jika masih disuruh menunggu dalam waktu yang belum pasti, langkah selanjutnya bisa Anda tanyakan via email. Berikut ini adalah cara mengirim email follow up setelah wawancara, degan tujuan untuk mengetahui hasilnya.

1. Buat Baris Subjek Email Follow Up yang Spesifik

Kenyataannya, masih banyak yang menganggap sepele hal ini, sejak proses melamar pekerjaan ataupun follow up. Padahal recruiter juga menanggani banyak urusan.

Untuk setiap email profesional, subjek email sangat penting karena bisa menentukan seberapa urgen email tersebut. Subjek email juga tidak perlu panjang-panjang, tapi sesuaikan dengan isinya.

Contoh:

  • Follow Up Lamaran Pekerjaan
  • Follow Up Interview Kerja
  • Tentang Informasi Hasil Wawancara

Untuk setiap subjek, jangan lupa untuk menyebutkan posisi yang dilamar.

2. Sampaikan Terima Kasih

Kirim email singkat untuk berterima kasih kepada HR atau manajer perekrutan atas waktunya. Sebutkan hal spesifik tentang kesan wawancara atau apa yang Anda pelajari tentang perusahaan. Setelah itu, sebutkan bahwa Anda sangat ingin mendengar kabar dari mereka.

Ungkapan terima kasih bukanlah kesempatan untuk menambah lebih banyak konten ke wawancara Anda. Ini hanya kesempatan untuk menunjukkan apresiasi Anda.

Contoh:

Kepada ..., (Sebut nama Bapak/Ibu/orang yang merekrut)

Sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menghadiri interview kerja di posisi.... (sebutkan posisi yang dilamar). Kesempatan ini menjadi kehormatan tersendiri bagi saya.

3. Sampaikan Maksud dan Tujuan secara Spesifik

Setelah pembukaan dan mengucapkan terima kasih, kemudian saatnya sampaikan maksud dan tujuan utama secara spesifik. Sebisa mungkin kenali nama pewawancara dan cara memanggilnya.

Bisa sesuaikan juga tentang bahasa yang digunakan, apakah pewawancara menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

Contoh:

Setelah memahami ruang lingkup pekerjaan sebagai..., (sebutkan posisi yang dilamar) saya menjadi semakin antusias. Besar harapan saya untuk bisa bergabung dengan tim perusahaan Bapak/Ibu untuk berkontribusi langsung.

4. Buat Penutup dan Informasi Kontak

Sebagaimana email profesional, maka cara follow up interview seperti ini juga perlu diberi penutup yang sopan. Bukan hanya itu, tapi juga berikan informasi kontak yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.

Contoh:

Jika perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan tambahan informasi terkait berkas lamaran saya, Bapak/Ibu dapat menghubungi email ini atau nomor telepon... (sebutkan nomor telepon Anda yang aktif).

Salam,

(Nama Anda)

(Email Anda)

Nomor telepon

5. Jangan Tergesa-gesa

Jika Anda tidak mendengar kabar sampai satu minggu, ada kemungkinan bahwa Anda bukan pilihan pertama untuk pekerjaan tersebut, tapi masih dalam pertimbangan. Mereka mungkin membuat tawaran kepada orang lain juga yang belum pasti langsung menerima.

Beri sedikit waktu lagi untuk menyelesaikan proses, setidaknya dua minggu setelah wawancara. Wajar jika jobseeker memiliki banyak list wawancara kerja yang juga masih menunggu hasil.

Agar tidak lupa, letakkan catatan di kalender untuk menindaklanjuti dua minggu setelah tanggal wawancara.

follow up interview kerja
follow up interview kerja

Follow Up Interview Kerja, Sebaiknya Berapa Kali?

Pastikan untuk tetap bersikap profesional pada setiap tahap. Hal tersebut memang tidak menjamin untuk membuat HR langsung menerima. Setidaknya bisa melatih calon karyawan untuk berkomunikasi dengan baik.

Terlepas dari bagaimana Anda memutuskan untuk follow up interview kerja, tidak disarankan untuk menindaklanjuti lebih dari dua kali. Ya, Anda pantas mendapatkan umpan balik setelah wawancara.

Tapi beberapa perusahaan memiliki kebijakan bahwa jika tidak ada info panggilan setelah dua minggu berarti tidak lolos. Jika email tidak mendapat tanggapan setelah beberapa pekan kemudian, kemungkinan posisi tersebut telah terisi.

Dalam kasus terbaik, Anda hanya perlu mengirim satu email. Yaitu catatan yang berterima kasih kepada pewawancara atas waktu mereka dan mengungkapkan antusiasme Anda untuk pekerjaan itu.

Membahas tentang interview kerja, memang akan banyak kemungkinan yang terjadi. Bahkan ketika seorang kandidat diterima dan ternyata tidak bisa melanjutkan kontrak karena lebih dulu diterima di tempat lain.

Hal seperti ini juga ada etikanya untuk menyampaikan kepada HR. Kita akan membahasnya pada kesempatan lain.

Kesimpulan

Setelah interview kerja adalah waktu yang menentukan untuk diterima atau tidak. Jika Anda yang sudah selesai wawancara tapi tidak segera mendengar kabar apapun, jangan panik. Tunggu sampai seminggu, dan jika masih belum ada info juga, maka cobalah bertanya.

Jadi, bagaimana cara terbaik untuk follow up interview kerja? Pastikan tulis ucapan terima kasih kepada HR sehari setelah wawancara. Buat email singkat, sopan, dan sebutkan satu hal spesifik yang Anda pelajari tentang perusahaan mereka.

Jika Anda ternyata tidak lolos dalam lamaran pekerjaan tersebut, Anda dapat mengirim satu catatan terakhir untuk meminta umpan balik. Siapa tahu, itu bisa mengajari Anda sesuatu dan mengarah ke peluang yang lebih baik di masa depan.

bg ads

Aplikasi Absensi Online

Gratis Trial 14 Hari