Kerja Optimal Meski WFH di Masa Pandemi, Ini Tipsnya!

kerja optimal meski wfh

Kerja harus tetap optimal meski WFH, terkadang himbauan untuk bekerja dari rumah malah menjadi alasan kenapa banyak orang mengalami kemerosotan dalam bekerja. WFH atau Working from home sudah terdengar tidak asing lagi bagi kita sejak himbauan itu disampaikan Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2020. Work from home adalah salah satu upaya untuk meminimalisir laju virus Corona, diharapkan dengan upaya ini, kita dapat mengurangi kontak yang lebih luas di lingkungan luar atau social distancing.

Sebagian besar aktivitas luar berhenti seperti sekolah dan bekerja. Banyak perusahaan menerapkan himbauan ini, khususnya yang sudah dilakukan oleh HR perusahaan startup yang lebih fleksibel dalam menerapkannya. Ada yang merasa sudah terbiasa dengan budaya kerja ini. Namun, tidak sedikit juga yang belum bisa menyesuaikan diri, mereka mengalami prokrastinasi atau terlalu sering menunda-nunda pekerjaan, bahkan malah tidak bisa membedakan waktu personal dan kerja.

Namun, ada sebuah penelitian yang mengatakan, “work from home sebenarnya membuat pekerja lebih produktif”. Penelitian yang dilakukan prodoscore pada 30.000 user mereka ini mendapatkan data, bahwa 47% produktivitas kerja user mereka meningkatkan.

A. Faktor yang Membuat Kerja Optimal Meski WFH

efisiensi waktu

1. Efisiensi Waktu

Seperti survey yang dilakukan prodoscore, bahwa bekerja dari rumah justru membuat pekerja lebih produktif. Ini karena work from home membantu para pekerja untuk tidak menghabiskan waktu di jalan. Seperti yang kita ketahui, tidak ada yang bisa menebak sesuatu terjadi di perjalanan, seperti macet atau terjadi kecelakaan misalnya. Apalagi bila perusahaan sudah menyiapkan diri dengan menjalankan aplikasi absensi online seperti Kerjoo untuk mengelola karyawannya.

2. Ruang yang Kondusif

Banyak orang yang tidak bisa fokus ketika area kerja mereka berisik atau tidak tertata dengan rapi. Ada juga jenis orang yang energinya mudah terkuras ketika dikelilingi banyak orang sehingga memerlukan banyak waktu untuk sendiri. Dengan adanya wfh, mereka bisa terhindar dari ruang kerja yang sumpek atau bising, mereka juga bebas menata ruang kerja agar nyaman untuk berlama-lama di sana.

3. Fleksibilitas

Di tempat kerja, tidak sedikit orang yang susah mengatasi untuk bekerja di bawah tekanan. Deadline mepet, instruksi yang menumpuk, belum lagi jika teman kerjamu meminta bantuan, semua itu akan membuatmu burn up, sehingga pikiranmu terlalu kalut untuk menyelesaikan tugas. Namun, jika bekerja di rumah, kamu akan terhindar dari segala tekanan dan gangguan. Kamu pun bebas menentukan waktu untuk bekerja dan istirahat, asalkan tugas tersebut selesai tepat waktu. Pikiran kamu akan selalu fresh dan dapat berpikir kreatif dalam bekerja, sehingga tidak akan ada pekerjaan yang membuatmu jenuh. Cara-cara baru yang menarik untuk dilakukan dalam bekerja akan muncul ketika pikiran tenang serta didukung oleh lingkungan yang kondusif.

B. Tips Kerja Optimal Meski WFH

Orang-orang yang menyukai ketenangan atau biasa disebut introvert ini yang bisa menyesuaikan diri atau bisa dibilang, mereka lebih menyukai sistem kerja dari rumah. Namun ada juga orang-orang yang malah kewalahan ketika diberlakukan wfh. Biasanya datang dari orang bertipe ekstrovert atau orang-orang yang lebih suka bersosialisasi, mereka justru cenderung merasa lelah ketika berlama-lama menyendiri, sehingga tak jarang banyak tugas yang malah tertunda jika dikerjakan di rumah. Namun tenang saja, beberapa tips berikut ini bisa kamu lakukan untuk meningkatkan produktivitas kamu dalam bekerja walaupun sedang wfh :

1. Siapkan Ruang Kerja

rruang kondusif

Siapkan ruang kerja senyaman mungkin yang bisa membuat kamu mood dalam bekerja. Pilihlah ruangan dengan ventilasi udara yang baik sehingga kamu tidak merasa sumpek jika berlama-lama di sana. Ruangan juga harus punya pencahayaan yang cukup, tidak terlalu temaram karena matamu bisa cepat lelah berlama-lama di sana.

Jangan hanya mengandalkan satu lampu penerang atau bahkan cahaya langsung dari monitor PC, itu lebih tidak aman untuk penglihatanmu karena radiasi langsung dari monitor. Jika bisa, kamu juga disarankan untuk memakai lensa anti radiasi selama bekerja di depan PC. Tempatkan PC untuk membelakangi jendela, sehingga matamu menerima cahaya yang cukup dari luar.

Pakailah kursi yang dirancang untuk membuat dudukmu tegak, sehingga tulang belakangmu tidak terganggu dan postur tubuhnya tidak akan berubah jika berlama-lama duduk dengan posisi yang salah. Pilihlah ruangan yang jauh dari gangguan suara, seperti suara kendaraan, suara televisi di ruang keluarga atau kebisingan tetangga. Jika perlu, kamu juga harus silent handphone-mu agar tidak terganggu dengan suara notifikasi.

Kamu juga harus berkomitmen untuk menggunakan ruangan itu hanya untuk bekerja, untuk menstimulasi keefektifan. Dengan begitu, ruangan tersebut akan terjaga kebersihannya.

2. Buat To Do List

Buatlah to do list atau daftar yang harus dilakukan dari bangun tidur hingga kamu kembali ke kasur agar kegiatanmu lebih terstruktur. Dengan begitu kamu tau hal mana yang bisa diprioritaskan terlebih dahulu. Jangan lupa juga buat target per hari, agar kamu lebih termotivasi untuk melakukan pekerjaan secara maksimal. Suatu target juga berguna untuk mengukur perkembangan kemampuanmu. Tidak cukup di sana, terkadang list yang sudah dibuat secara sempurna malah teronggok begitu saja. Membuat list juga harus dibarengi dengan komitmen, kamu harus melakukan kegiatan dalam list tersebut secara konsisten.

3. Istirahat

Beristirahatlah untuk mencegah pikiranmu burn up. Ibarat PC, jika digunakan terus menerus akan terjadi over heat hingga hang di layar. Oleh karena itu kamu perlu relaksasi untuk membuat kondisi fisik dan psikis mu kembali baik. Kamu bisa menerapkan pomodoro teknik dalam bekerja maupun belajar, teknik ini menggunakan waktu 25 menit yang disebut “jendela kerja” setelah itu diselingi interval waktu 5 menit untuk istirahat.

Terus ulangi rotasi tersebut, jika sudah empat “jendela kerja” terlewati, kamu bisa menambah waktu istirahat lebih panjang, antara 15-30 menit. Gunakanlah untuk ngemil, stretching, atau mengecek handphone jika ada notifikasi yang penting. Dengan begitu, kamu tidak akan mudah lelah dengan kerjaanmu.

4. Kerja Optimal Meski WFH dengan Diselingi Kegiatan Lain

selingi kegiatan lain

Seperti poin sebelumnya, kamu harus selingi pekerjaanmu selama beberapa menit, guna menjaga mood kamu dalam bekerja. Kamu bisa mengisinya dengan melakukan hobi misalnya, hal yang disukai membantu kamu menciptakan mood yang baik. Sehingga semangat kerjamu terjaga hingga pekerjaan selesai. Bekerja juga akan lebih menyenangkan jika diselingi dengan hobi.

5. Komunikasikan dengan Keluarga dan Teman

Ajaklah ngobrol keluarga dan temanmu mengenai kapan waktu kerja, istirahat sampai pekerjaanmu selesai. Sehingga mereka tau kapan waktu untuk kamu bisa diganggu atau tidak. Cukup memalukan jika kamu sedang melakukan video konferensi lalu tiba-tiba emakmu masuk untuk menyuruhmu membeli asin. Jika perlu, kamu juga bisa membuat event di google calender untuk memberitahu orang-orang di sekitarmu bahwa kamu sedang sibuk atau istirahat. Kamu juga harus komunikasikan kepada atasanmu, kapan kamu berhenti kerja atau kamu hanya akan menerima panggilan urgent dan tidak bisa membalas chat sampai kerja selesai.

Ada banyak cara untuk membuat pekerjaanmu tetap optimal meski dilakukan di rumah, salah satu cara mendasar adalah; cintai apa yang kamu kerjakan. Hal yang menyenangkan ketika dikerjakan terkadang membuat kita lupa dengan sekitar, rasanya seperti waktu mengalir begitu saja tanpa adanya beban dipikiran. Itu adalah cara terbaik untuk menuangkan kemampuan kita secara maksimal.

Tidak banyak juga yang bisa menikmati pekerjaan mereka. Tidak bisa dinikmati bukan berarti cukup sampai di sana, selalu ada cara kreatif yang dapat dilakukan sehingga pekerjaan yang tadinya nampak membosankan, bisa jadi menyenangkan.

Leave a Reply