Langkah Membentuk Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha

Membentuk Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha merupakan upaya untuk menciptakan keberlanjutan sebuah produk maupun jasa pada suatu perusahaan.

Langkah Membentuk Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha
Membentuk Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha

Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha merupakan upaya untuk menciptakan keberlanjutan sebuah produk maupun jasa pada suatu perusahaan. Tujuan pembentukan kemampuan tersebut supaya produk tidak tenggelam dalam pergeseran minat atau zaman.

Membentuk suatu kemampuan tidak serta merta secepat membentuk sebuah benda. Perlu pendekatan-pendekatan terhadap pola pikir seorang wirausaha hingga produk dan pasar dalam bisnis tersebut. Kemampuan inovatif ini yang nantinya sebagai upaya mempertahankan bahkan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Pada artikel ini kita akan menejelaskan beberapa langkah untuk membentuk kemampuan inovatif seorang wirausaha dan ide inovatif untuk pengusaha.

Pengertian Inovatif

Inovatif secara umum merupakan pembaruan produk atau memperkenalkan konsep baru dalam sebuah produk dengan hasil yang dapat diukur dan dirasakan. Misalnya perubahan bentuk aerodinamika sebuah sepeda motor untuk meningkatkan kecepatan dan memudahkan pengendara dalam bermanuver.

Peningkatan tersebut merupakan pembaruan dari konsep lama dan hasilnya dapat terukur dengan jelas. Kesimpulannya, inovatif selalu mengenalkan sesuatu yang bersifat baru. Sedangkan inovasi adalah proses pembaruan atau pengenalan hal-hal yang baru.

Jadi, inovatif merupakan sebuah hal yang memiliki sifat lebih baru, lebih bagus, dan lebih banyak penggemarnya. Untuk membentuk kemampuan inovasi seorang wirausaha ini perlu pemahaman terkait segala sesuatu yang terjadi dalam perjalanan produksi hingga ke tangan konsumen.

Membentuk Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha

Membentuk kemampuan inovatif menjadi hal menarik dalam pengembangan usaha. Sebab, banyak dari pengusaha telah secara massif melakukan upaya inovasi untuk mengambil pasar seluas mungkin. Selain itu, inovasi merupakan upaya untuk menolak penurunan permintaan akibat kejenuhan pasar dan datangnya kompetitor yang lebih menarik bagi pasar.

Secara khusus kemampuan inovatif ini datang dari 2 faktor. Pertama, faktor internal yang meliputi intuisi pengusaha terhadap perkembangan ekonomi kedepannya atau keinginan pengusaha dalam menciptakan produk otentik yang hampir tidak memiliki pesaing.

Sedangkan faktor kedua merupakan faktor eksternal, yaitu hasil evaluasi terhadap hal-hal di luar perusahaan yang berhasil mencetuskan produk baru yang lebih bernilai. Di bawah ini merupakan 5 cara membentuk kemampuan inovatif bagi seorang wirausaha.

1. Berfikir Sebagai Customer

Kemampuan berfikir sebagai customer merupakan hal dasar untuk mengetahui bagaimana rasanya menjadi customer yang membeli produk Anda sendiri. Skill berempati tersebut membuat pandangan Anda semakin objektif dalam menilai produk yang Anda miliki.

Cara lain untuk mengetahui pemikiran customer ialah dengan melakukan survey terhadap orang-orang yang belum mengenal produk Anda. Apa tanggapan mereka terhadap produk Anda dan bagaimana mereka mengkritik produk Anda secara subjektif maupun objektif.

Semakin dalam Anda memahami apa yang menjadi keinginan customer, Anda akan menemukan titik kritis dalam melakukan inovasi produk maupun pelayanan. Setiap customer pada umumnya menginginkan produk yang solutif dan terjangkau. Dua hal tersebut dapat Anda olah di dalam sebuah produk dengan tanpa meninggalkan value dari produk Anda.

2. Analisa Kompetitor

Menganalisa kompetitor merupakan kegiatan yang wajib bagi seorang wirausaha. Ada beberapa kompetitor yang harus Anda riset, yakni kompetitor langsung yang meliputi daftar pesaing Anda secara nyata, dengan kriteria membuka usaha yang sama dan market yang sama. Kemudian kompetitor tidak langsung yang memiliki usaha berbeda namun menarget market yang sama dengan Anda.

Cobalah untuk membeli beberapa produk kompetitor, bagaimana pengalaman Anda menggunakan produk tersebut. Jika Anda mengakui bahwa terdapat kelebihan yang ada pada pesaing, Anda akan melihat hal itu sebagai titik kritis, apakah Anda akan menyaingi keunggulan tersebut ataukah Anda fokus pada segmentasi market yang khusus.

Misal, keluarnya produk berjenis “eco” merupakan langkah head to head dari suatu perusahaan dalam menanggapi produk pesaing yang lebih murah. Artinya produk eco ini merupakan langkah inovatif dalam mempertahankan pasar, agar pasar tetap beranggapan bahwa produk utama (tanpa eco) merupakan produk premium.

3. Dengarkan Pendapat Karyawan

Kisah yang cukup terkenal dari kegagalan perusahaan Nokia, yaitu akibat dari pemimpin tidak memiliki pemikiran terbuka terhadap nasihat dan saran dari jajaran manajemen dan karyawan. Kedatangan Android dan iOS merupakan ancaman bagi perusahaan ponsel seperti Nokia dan Blackberry.

Untuk mendengar dan mengetahui pendapat dari karyawan Anda. Buatlah agenda bulanan untuk sesi focus group discussion (FGD). Dalam sesi FGD tersebut, berikan kesempatan bagi karyawan yang ingin memberikan umpan balik terhadap apa yang menjadi kegelisahan dan pengalaman mereka selama berinteraksi bersama perusahaan.

Selain itu Anda dapat bertanya langsung kepada karyawan melalui HRD terkait apa yang membuat mereka bangga dengan perusahaan, dan apa yang harus perusahaan tingkatkan secara umum dan secara khusus sesuai posisi karyawan.

Analisa semua masukan tersebut secara objektif, dan lakukan kajian mendalam terkait apa yang menjadi urgensi perusahaan dalam menciptakan langkah yang inovatif. Setiap saran dan masukan tersebut harus diterima dengan pemikiran terbuka.

4. Persingkat Customer Journey

Pernahkah Anda menjabarkan bagaimana perjalanan pelanggan Anda untuk mendapatkan produk Anda. Mulai dari mereka melihat produk Anda hingga mereka memutuskan untuk membeli. Bagaimana cara produk Anda terlihat oleh mereka dan bagaimana membuat mereka tertarik, itu merupakan bahasan marketing yang sangat umum terjadi.

Namun bagi Anda seorang pengusaha yang berkemampuan inovatif, Anda harus bisa mempersingkat perjalanan customer Anda, agar customer Anda lekas membeli produk Anda. Beberapa caranya yaitu dengan KOL, Endorement, Branding, dan Iklan.

Dapat Anda bayangkan bagaimana cepatnya pertumbuhan perusahaan kecantikan kulit seprti MS Glow dan Scarlett dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang lahir puluhan tahun sebelum mereka. Langkah inovatif yang mereka lakukan yaitu dengan memanfaatkan jaringan artis sebagai media promosi.

Dengan cara tersebut, perjalanan customer bukan lagi melalui pemahaman tentang kulit dan spesifikasi produk, namun sudah pada mempercayai produk karena telah digunakan oleh public figure. Bandingkan jika Anda melakukannya secara organic.

5. Ciptakan Produk Dari Permasalahan Banyak Orang

Banyak orang membuat produk melalui skema ATM, yaitu amati, tiru, modifikasi. Namun bagi seorang pengusaha yang ingin membentuk kemampuan inovatif, cobalah untuk menciptakan produk solutif baru yang belum pernah ada terkait permasalahan yang masyarakat alami saat ini.

Misalnya, Ketika saat ini masyarakat sudah mengenal metode bekerja secara remote, baik secara WFH maupun WFA. Beberapa perusahaan memandang hal ini sebagai peluang untuk menciptakan produk solutif baru, termasuk Aplikasi Absensi Kerjoo yakni untuk mengelola absensi karyawan yang bekerja secara remote.

Baca Juga : Pengertian WFH WFO  WFA dan Hybrid

Kendati demikian, produk solutif tersebut harus berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan masyarakat pada umumnya. Misalnya pada Aplikasi Kerjo, Anda dapat mengatur bagaimana karyawan Anda dapat presensi sesuai bentuk wajah dan lokasi masuk. Hal itu untuk menghindari kecurangan yang mungkin terjadi pada karyawan remote.

Demikian yang dapat kami sampaikan terkait Langkah Membentuk Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha. Anda dapat melakukan inovasi dalam mengatur pola karyawan dengan Aplikasi Kerjoo Berikut ini :