Pekerjaan Level Associate dan Staf, Apa Saja Perbedaannya?

Apapun perbedaan pekerjaan level associate dan staf, perusahaan perlu mengoptimalkan kapasitas tim

Pekerjaan Level Associate dan Staf

Daftar Isi

Deskripsi pekerjaan level associate dan staf ada di organisasi atau perusahaan untuk menggambarkan tingkatan dalam struktur pekerjaan. Keduanya memiliki perbedaan yang tergantung pada aturan perusahaan dan industri tertentu.

Istilah associate bisa berbeda-beda tergantung pada pekerjaannya, misalnya dalam bidang hukum, akademik, bisnis, retail, dan kesehatan. Kali ini kita akan bahas tentang associate dan staf di lingkup perusahaan atau organisasi.

Pekerjaan tingkat staf adalah posisi di mana karyawan menyediakan tenaga kerja untuk suatu perusahaan. Lalu, adakah kesamaan antara associate dan staf? Untuk memahaminya, simak pada ulasan berikut ini.

Perbedaan Pekerjaan Level Associate dan Staf  

Di dunia bisnis, level pekerjaan dapat menentukan tanggung jawab yang diemban. Bagi karyawan, level pekerjaan dapat menentukan pertumbuhan karier. Sementara bagi pemberi kerja, istilah peran yang berbeda akan memberi arti khusus.

Pekerjaan Level Associate dan Staf

1. Pengalaman Kerja

Perbedaan pekerjaan level associate dan staf, yang pertama adalah dari segi pengalaman kerja.

Associate merupakan level awal dalam karir seseorang di perusahaan. Karyawan pada level associate cenderung memiliki pengalaman kerja terbatas atau mungkin baru saja memasuki dunia kerja.

Sementara itu, staf pada umumnya memiliki pengalaman kerja lebih banyak. Mereka sudah bekerja di perusahaan tersebut atau industri terkait selama beberapa waktu. Pemahaman tentang pekerjaan dan dinamika industri juga lebih dalam.

2. Tanggung Jawab Pekerjaan

Bagaimana tanggung jawab pekerjaan level associate dan staf? Associate bertanggung jawab pada pekerjaan operasional atau tugas-tugas rutin yang lebih praktikal. Saat melaksanakan tugas harian, mereka mendapat arahan terperinci dari atasan.

Terkait tanggung jawab, staf memiliki tanggung jawab lebih luas dan beragam. Staf bisa terlibat pada perencanaan strategis dan pelaksanaan tugas-tugas yang lebih kompleks.

Bersama manajer atau atasan, staf juga dapat terlibat pada proyek-proyek khusus yang berdampak lebih besar pada perusahaan.

3. Pengambilan Keputusan

Associate pada umumnya belum memiliki keterlibatan (engagement) yang signifikan dalam pengambilan keputusan penting atau strategis.

Sebaliknya, staf dalam hal ini mungkin memiliki lebih besar keterlibatannya dalam keputusan-keputusan. Setidaknya mereka memberikan masukan dan saran kepada manajemen tingkat atas dalam perencanaan atau strategi.

4. Keterlibatan Strategis

Seperti yang disebutkan di atas, pekerjaan level associate cenderung lebih fokus pada pelaksanaan tugas-tugas operasional. Mereka belum berkewajiban memahami visi misi dan strategi perusahaan.

Sementara level staf dengan pengalaman beberapa tahun memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang visi misi dan strategi perusahaan. Mereka umumnya sudah berkapasitas menghubungkan tindakan sehari-hari dengan tujuan jangka panjang perusahaan.

5. Keterlibatan dalam Pelatihan dan Mentoring

Terkait keterlibatan dalam pelatihan dan/atau mentoring, pekerjaan level associate dan staf juga ada perbedaan signifikan.

Associate berperan menjadi penerima pelatihan dan mentoring. Tujuannya adalah mengikuti program pengembangan skill untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja mereka.

Staf yang sudah berpengalaman dapat berperan sebagai mentor bagi karyawan baru, termasuk level associate. Mereka juga mungkin lebih terlibat dalam pengembangan karir rekan-rekan kerja.

6. Pendidikan dan Lisensi

Latar belakang pendidikan dan lisensi yang diperlukan untuk posisi associate bergantung pada industri. Sedangkan istilah associate biasanya memiliki arti yang sama antar disiplin ilmu, persyaratan manajemen atau kepemimpinan berbeda-beda di setiap bidang.

Sebagian besar associate dalam bisnis memiliki gelar sarjana, meskipun beberapa mendapatkan posisi mereka dengan memperoleh pengalaman sebagai karyawan tingkat staf.

Associate hukum sering kali adalah pengacara. Untuk mempraktikkan hukum secara legal, mereka memperoleh gelar sarjana hukum dan lisensi negara.

Di dunia akademis, associate adalah profesor yang biasanya memiliki gelar doktor di bidang yang mereka ajar.

7. Otonomi dan Inisiatif

Level associate memiliki tingkat otonomi atau kemandirian yang lebih terbatas dan lebih banyak mengikuti arahan yang diberikan.

Staf memiliki lebih banyak ruang untuk berinisiatif dan membuat keputusan secara mandiri dalam batas tanggung jawab mereka.

8. Hubungan dengan Klien atau Pelanggan

Untuk beberapa posisi seperti customer service dan posisi lain yang terkait dengan klien, associate bisa berinteraksi langsung dalam kapasitas operasional. Tapi, beberapa posisi lain justru tidak perlu berinteraksi dengan klien/pelanggan

Staf mungkin saja memiliki lebih banyak interaksi dengan klien/pelanggan, misalnya untuk  negosiasi atau manajemen hubungan jangka panjang.

Perbedaan level associate dan staf tersebut memberikan gambaran umum tentang bagaimana peran associate dan staf dapat terlihat berbeda dalam banyak aspek.

Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perbedaan ini dapat bervariasi tergantung pada kebijakan dan struktur organisasi masing-masing perusahaan.

Oleh karena itu, penting sekali untuk merujuk pada deskripsi pekerjaan dan kebijakan perusahaan untuk memahami perbedaan yang tepat dalam konteks tertentu.

Contoh Pekerjaan Associate dan Staff

Beberapa perusahaan menggunakan istilah 'associate' untuk menggambarkan setiap anggota staf mereka tanpa jabatan resmi. Seorang associate juga dapat menjadi anggota entry level dari tim manajemen atau eksekutif.

Bukan hanya entry level, tapi profesional atau senior juga dapat disebut associate. Profesional yang memiliki posisi associate biasanya bekerja dalam peran mereka dengan tujuan untuk menerima promosi ke jabatan yang lebih tinggi.

Misalnya, istilah 'associate' mungkin menggambarkan manajer tingkat awal yang perusahaannya berencana untuk mempromosikan mereka ke posisi manajerial yang lebih tinggi di masa depan.

Berikut adalah beberapa contoh dari pekerjaan associate;

  • Associate vice president
  • Associate director
  • Business development associate
  • Associate supervisor
  • Associate attorney

Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan tingkat staf;

  • Staf editor
  • Staf penulis
  • Staf fotografer
  • Staf akuntan
  • Staf engineer
  • Staf pustakawan

Kesimpulan

Di banyak perusahaan, istilah associate dan staf dapat memiliki arti berbeda tergantung pada industri dan struktur organisasi.

Associate sering kali merupakan posisi yang lebih junior atau tingkat awal, sementara staf dapat merujuk pada peran yang lebih luas, termasuk posisi junior dan lebih berpengalaman.

Apapun perbedaan pekerjaan level associate dan staf, perusahaan perlu mengoptimalkan kapasitas tim. Salah satunya dengan mengelola kehadiran karyawan setiap hari dengan Kerjoo.

bg ads

Aplikasi Absensi Online

Gratis Trial 14 Hari