Cara Membuat Surat Hutang Piutang yang Sah, Seperti Apa?

Cara Membuat Surat Hutang Piutang yang Sah, Seperti Apa?

Hutang piutang sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian orang. Pada dasarnya hutang tidak terlepas dari kebutuhan perekonomian, termasuk ketika ingin membuka bisnis baru dan membutuhkan dana lebih. Berapapun hutangnya penting untuk mendokumentasikan sebagai ‘hitam di atas putih’, yaitu surat hutang piutang yang sah.

Dengan demikian, bisa dihindari timbulnya kesalahpahaman di kemudian hari. Apalagi jika hutang berada dalam kategori jumlah besar, maka surat hutang piutang mutlak diperlukan. Apabila di kemudian hari hal-hal yang tidak diinginkan muncul, surat hutang bisa menjadi bukti bahwa transaksi tersebut memang benar adanya.

Surat hutang piutang bisa menjadi bukti pertanggungjawaban mutlak yang kebenarannya tidak bisa disangkal. Transaksi hutang piutang masuk dalam hukum perdata atau hukum yang mengatur kepentingan hubungan individu. Untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan dan cara membuat surat hutang piutang.

Apa Itu Surat Hutang Piutang

Surat hutang piutang adalah perjanjian antara debitur (pihak yang berhutang) dan kreditur (pihak pemberi hutang). Kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai bukti adanya transaksi hutang piutang. Persoalan hutang piutang masuk dalam hukum perdata menurut Pasal 1866 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Dengan dasar itulah setiap transaksi yang tertulis dalam perjanjian dilindungi oleh pemerintah.

Tujuan Surat Hutang Piutang

1. Antisipasi Kemungkinan Terburuk

Setiap surat perjanjian pasti memiliki tujuan pembuatannya masing-masing begitupun dengan surat hutang piutang. Adapaun tujuan utama dibuatnya surat hutang piutang adalah untuk menghindari berbagai kemungkinan terburuk yang terjadi di kemudian hari. Dengan adanya surat perjanjian ini, baik kreditur maupun debitur dapat selalu mengingat transaksi mereka.

2. Memastikan Identitas Semua Pihak Terlibat

Pembuatan surat perjanjian memang untuk konfirmasi atau kepastian identitas setiap pihak-pihak terkait. Pentingnya identitas diri adalah agar terhindar dari kekeliruan identitas suatu hari nanti. Siapapun yang membaca bisa saling memahami dan tidak akan saling tuding ketika hutang sedang berjalan.

3. Jumlah Hutang dan Waktu Transaksinya

Tidak hanya data diri saja yang dimuat di surat perjanjian hutang piutang, tapi juga memuat jumlah hutangnya. Begitu juga waktu hutang harus diterima dan dikembalikan. Mengingat pentingnya poin ini, maka di selembar kertas diberikan materai. Dengan demikian, kedua pihak yang terlibat tidak akan berbuat curang, mengubah nominal ataupun tanggal yang telah ditentukan di surat perjanjian. Ketika hutang piutangnya adalah urusan bisnis, ini bisa menyangkut aset bisnis yang dimiliki.

surat hutang piutang

Jenis Surat Hutang Piutang

Hutang piutang memiliki berbagai jenis yang digolongkan menjadi dua hal yakni:

1. Dengan Jaminan

Sesuai dengan namanya, saat Anda menuliskan transaksi hutang piutang dalam surat perjanjian maka poin-poin barang yang akan menjadi jaminan bisa dicantumkan. Hal ini bertujuan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas transaksi tersebut.

2. Tanpa Jaminan

Begitupun dengan surat perjanjian tanpa jaminan, Anda dapat menuliskan poin-poin sanksi yang harus dibayarkan jika tidak memenuhi perjanjian. Poin-poin sanksi ini sebagai pengganti barang jaminan yang tidak ada dalam perjanjian tersebut.

Hal-hal Penting yang Ada dalam Surat Hutang Piutang

Hal-hal penting berikut ini harus terdapat dalam surat utang piutang diantaranya:

1. Judul

Judul menjadi pembuka surat perjanjian hutang piutang, keberadaannya penting karena menjadi objek yang akan diperjanjikan. Bagian judul ditulis menggunakan huruf kapital dan diletakkan di bagian atas.

2. Pembuka

Setelah judul maka selanjutnya adalah bagian pembuka yang berisi maksud dan tujuan dibuatnya surat tersebut. Pada bagian ini berisi biodata pribadi dari kreditur dan debitur.

3. Isi Surat

Kemudian pada bagian isi surat dapat dituliskan alasan dibuatnya surat perjanjian tersebut hingga pasal-pasal sebagai perjanjian. Pasal dapat berisi nominal sampai metode pembayarannya.

4. Penutup

Penutup menjadi bagian akhir surat perjanjian utang piutang, pada bagian ini berisi bahwa pembuatan surat tersebut atas dasar kerelaan kedua belah pihak. Pada bagian ini juga bisa dijelaskan para saksi yang menyaksikan, kemudian tanda tangan dari kreditur, debitur, dan para saksi tersebut.

Contoh Surat Hutang Piutang

Berikut ini merupakan contoh surat utang piutang yang dapat Anda jadikan referensi sebelum menyusunnya. Surat berikut ini juga bisa Anda jadikan contoh untuk membuat surat pernyataan kesanggupan membayar hutang.

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini ……………… Tanggal ……. Bulan ……………………. Tahun …………., kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju mengadakan Perjanjian Hutang Piutang yaitu:

Nama               :

Pekerjaan         :

Alamat              :

Untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama               :

Pekerjaan         :

Alamat             :

Untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua

Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp………………………………… ,- (…………………………………………………) dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut adalah hutang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yakni ……………………………………….. yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu selama ………………………………….. terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila nantinya di kemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun di…………………… pada hari, tanggal dan bulan tersebut di atas.

Demikian surat perjanjian hutang piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

Pihak Pertama

 

 

 

(…………………………)

Pihak Kedua

 

 

 

(…………………………)

Saksi-saksi:

  1. …………………………………………. (…………………………)
  2. …………………………………………. (…………………………)
  3. …………………………………………. (…………………………)
  4. …………………………………………. (…………………………)

Agar lebih terpercaya, alangkah baiknya surat perjanjian utang piutang dilengkapi pula dengan fotocopy KTP dari setiap pihak. Jika dibutuhkan dokumen lain seperti NPWP, sebaiknya sertakan sesuai kesepakatan. Agar bukti menjadi lebih kuat, dua belah pihak dan saksi-saksi memberi tanda tangan setiap halaman surat.

surat hutang piutang

Bagaimana Jika Hutang Tidak Dibayar?

Setelah mengetahui penjelasan di atas tentang surat hutang piutang, kita cari tahu juga tentang sanksi jika terjadi pelanggaran. Misalnya dalam bisnis yang ternyata usahanya tidak tumbuh dengan baik, dan mendapat kesulitan dalam keuangan.

Tidak ada larangan untuk melaporkan pihak yang tidak bayar utang, agar kedua pihak mendapat keadilan. Tapi, pada Pasal 19 ayat 2 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, sudah ada aturan bahwa konflik hutang piutang tidak dipidana/penjara. Disarankan jika kedua pihak melakukan penyelesaian secara musyawarah.

Tapi, untuk beberapa jenis sengketa hutang piutang, jika tidak bisa selesai dengan musyawarah, dapat dilaporkan dengan Pasal 372 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) terkait Penggelapan dan juga Pasal 378 tentang penipuan.

Kesimpulan

Itulah ulasan tentang poin penting dalam surat hutang piutang. Surat seperti ini bisa menjadi jaminan agar kedua pihak tidak berselisih. Khususnya pihak yang berhutang, untuk memperhatikan waktu pelunasannya. Jika ada pelanggaran, tentu ada aturan hukum yang berlaku. Setiap perjanjian dibuat untuk memberi rasa aman kepada semua pihak dan tidak ada yang dirugikan.

Anda juga bisa melihat contoh surat-surat lainnya yang dibutuhkan di dunia profesional, misalnya contoh surat lamaran kerja. Aplikasi Kerjoo memudahkan perusahaan atau kantor untuk mengelola karyawan yang bekerja di industri apapun.

surat hutang piutang