Anti Boros di Hari Raya, Begini Tips Mengelola Uang THR

Agar pengeluaran lebih terkendali, pahami baik-baik tips mengelola THR

Tips mengelola THR

Bulan suci Ramadan tentu memberikan kebahagian dan keberkahan tersendiri buat seluruh umat Islam di manapun berada. Apalagi ketika bisa mendapat jatah cuti dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau saudara. Selain itu, momen istimewa lain adalah ketika sudah mendekati hari raya ketika menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Agar pengeluaran lebih terkontrol, sebaiknya pahami baik-baik tips mengelola THR.

THR umumnya diberikan perusahaan atau kantor kepada karyawannya setiap tahun menjelang hari raya. Paling lambat seminggu sebelum hari raya tiba dan berlaku untuk semua jenis karyawan, baik pegawai negeri ataupun swasta. Oleh karena itu, untuk jenis tunjangan ini sebaiknya menjadi pertimbangan karyawan ketika interview kerja atau sebelum memilih tawaran kerja.

Lantas THR itu apa? Menurut Kemenaker, pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha atau pemimpin perusahaan kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan disebut dengan THR atau Tunjangan Hari Raya. THR ini oleh Kemenaker bersifat wajib dibayarkan kepada karyawan yang sudah mengeluarkan tenaga untuk perusahaan.

Cara mengelola THR
Cara mengelola THR

Siapapun yang bekerja akan sangat menantikan THR dan tentu sebagian sudah merencanakan uang THR itu akan dialokasikan buat apa saja. Nah, agar THR tidak cepat habis dan lebih menguntungkan di masa depan, berikut beberapa tips mengelola THR dengan bijak dan tepat guna. Simak, yuk!

1. Alokasikan untuk Zakat dan Sedekah

Buat yang menjalankan ibadah pada bulan Ramadan, ini adalah waktu yang tepat untuk berlomba-lomba dalam hal positif. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang lain. Maka dari itu, tips mengelola THR bisa Anda coba untuk memberi sedekah kepada orang-orang terdekat dan yang membutuhkan. Selain itu, alokasikan uang THR Anda untuk menunaikan kewajiban membayar zakat.

2. Belanja Online Seperlunya

Keinginan untuk belanja memang sulit ditahan, terlebih jika ada promo atau diskon besar-besaran di bulan Ramadan. Kondisi ini tentu semakin meningkatkan hasrat untuk belanja lebih besar, apalagi dapat THR dari perusahan.

Nah, jika Anda tidak sadar maka uang THR akan langsung habis dengan cepat. Perlu siasat agar hal tersebut tidak terjadi. Sebaiknya alokasikan terlebih dahulu berapa besar uang untuk belanja dan pisahkan dengan prioritas kebutuhan yang lain atau untuk ditabung.

3. Menabung Sebagian Uang THR

Tips selanjutnya untuk mengelola uang THR dengan bijak adalah menyisihkan atau menabung sebagian uang THR. Ketika menerima THR dari perusahan, usahakan langsung Anda sisihkan untuk ditabung. Hal ini penting agar uang tidak habis untuk keperluan yang tidak penting.

Selain itu, menabung uang di awal adalah hal hebat dan dapat dijadikan dana darurat. Poin ini penting sekali karena sewaktu-waktu mungkin ada hal tak terduga di masa yang akan datang.

4. Membuat List atau Daftar Kebutuhan Penting

Tips mengelola THR ini wajib dilakukan agar THR dapat digunakan untuk membeli hal-hal yang dibutuhkan dan tepat sasaran. Anda perlu menyisihkan uang untuk keperluan sehari-hari dan kebutuhan lain, misalnya untuk mudik. Atau mungkin jika Anda memiliki kewajiban kepada orang tua dan kerabat, maka harus dibuat list prioritas untuk diberikan THR.

5. Merencanakan Pengeluaran Lebaran Berikutnya

Tips yang tidak kalah penting adalah melakukan peninjauan ulang terkait pengeluaran lebaran setiap tahunnya. Misalnya, Anda tahun ini melakukan pengeluaran lebaran sebesar Rp 3 juta, maka tahun depan Anda harus mulai mempersiapkan dana sesuai dengan proyeksi pengeluaran tahun lalu.

Kegiatan peninjauan dan proyeksi ini dapat Anda lakukan dengan menyisihkan sebagian uang tiap bulan untuk kebutuhan lebaran selanjutnya. Dengan demikian, dana THR yang akan Anda terima tahun depan dapat digunakan untuk berinvestasi.

6. Melunasi Utang

Bagi Anda yang masih memiliki utang, alangkah baiknya mencoba melunasinya dengan uang THR yang sudah Anda terima dari perusahaan. Tips ini memang terkesan sepele, namun jika dialokasikan dengan tepat dan bijak maka akan membantu Anda kedepannya.

Namun, sebelum melunasi utang, Anda perlu mencatat dulu jumlah dan sumber utang yang dimiliki dan prioritaskan utang mana yang perlu dilunasi terlebih dahulu. Untuk tolak ukur daftar prioritas yang dapat Anda gunakan adalah besar jumlah utang, urgensi, serta deadline pembayarannya.

Tips mengelola THR

7. Alokasikan untuk Dana Darurat

Tips ini penting dilakukan, mengingat Anda tidak akan dapat memprediksi kebutuhan darurat yang akan hadir. Misalnya, dalam waktu dekat bisa saja Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan, mengalami musibah kecelakaan, sakit atau hal tak terduga lainnya

Oleh karena itu, gunakanlah uang THR dengan bijak dan tepat guna. Anda dapat memulai dengan mengalokasikan yang THR sebesar 20% hingga 30% untuk keperluan dana darurat. Selain itu, Anda juga dapat memilih wadah menabung yang mudah untuk nanti dicairkan dengan risiko yang rendah.

Beberapa tips di atas tentu harus dipertimbangkan dan dilakukan dengan baik dan tepat. Selalu ingat jika kebutuhan lebih diprioritaskan dibandingkan keinginan yang tidak penting.

8. Proteksi Diri

Selain poin-poin yang sudah disebut di atas, ada satu lagi yang tidak kalah penting. Apalagi ketika mengingat masa pandemi yang sudah menyadarkan pada banyak hal, terutama kesehatan. Bagi yang belum memiliki proteksi diri berupa asuransi kesehatan, maka boleh saja untuk mulai melakukan setelah lebaran. Nilainya bisa disesuaikan, misalnya 10% dari jumlah THR yang diperoleh. Bukan hanya untuk kesehatan diri sediri, tapi juga untuk anggota keluarga yang memerlukannya beberapa tahun ke depan.

Ketika sudah dilaksanakan, tips mengelola THR memang berbeda-beda. Pada dasarnya tidak ada yang benar atau salah, karena semuanya tergantung pada prioritas. Seperti pada tips pengelolaan keuangan lainnya, tips mengelola THR juga memperhatikan kebutuhan dan keinginan. Misalnya dari semua poin di atas, bisa dibuat list yang detail mana saja yang merupakan kebutuhan wajib dan yang hanya berupa keinginan.  

Kesimpulan

Sekian pembahasan tentang cara mengelola THR yang bisa disesuaikan prioritas Anda. Semoga bisa membuat Anda semakin memahami hak dan kewajiban terkait Tunjangan Hari Raya.

Khususnya buat Anda yang saat ini menjadi pengusaha dan berkewajiban membayar THR karyawan perusahaan. Tidak hanya menjadi hak karyawan yang bekerja, tapi dengan perhitungan yang tepat, perusahaan pun terhindar dari sanksi. Setiap orang yang mendapatkan THR sudah seharusnya mengalokasikan dengan efektif. Begitu juga perusahaan yang membayar juga menghadapi tantangan efisiensi di setiap bidang.

Agar bisa lebih lebih efisien dalam manajemen karyawan, beberapa hal memang perlu ada inovasi baru. Salah satu inovasi yang dibutuhkan di kantor yaitu sistem aplikasi absensi online. Dari yang dulunya menggunakan mesin atau bahkan dengan cara yang sederhana.

Kini perusahaan bisa lebih untung dengan hanya mengganti sistem absensi yang baru. Hal itu juga yang menjadi prioritas kami dari Kerjoo. Penasaran seperti apa cara penggunaannya? Anda bisa berkonsultasi dulu bersama kami.

Cara mengelola THR