Apa Itu Manajemen? Pahami Pengertian dan Fungsinya!

Manajemen adalah proses perencanaan dan koordinasi sumber daya perusahaan untuk dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

apa itu manajemen?
Apa itu manajemen?

Apa itu manajemen? Anda pasti sudah akrab dengan istilah ini dalam kehidupan sehari-hari. Manajemen umumnya berkaitan dengan organisasi dan perusahaan. Namun sebenarnya apa itu manajemen? Pahami pengertian, fungsi, serta tujuannya dalam artikel ini!

Pengertian manajemen

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen adalah “penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran”. Sumber daya tersebut dapat mengacu pada apapun, termasuk sumber daya manusia.

Selain definisi tersebut, ada berbagai pengertian manajemen menurut para ahli. Menurut Henry Fayol, seorang teoris manajemen dan administrasi, manajemen adalah proses perencanaan dan koordinasi terhadap sumber daya agar mencapai tujuan dengan efektif. Sedangkan, James A. F. Stoner, seorang profesor sistem manajemen, mendefinisikan manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya demi mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.

Unsur manajemen

Manajemen memiliki enam (6) unsur yang saling berkesinambungan. Keenam unsur ini juga saling melengkapi satu sama lain dan berkedudukan setara. Enam unsur tersebut antara lain:

Man (manusia)

Unsur manajemen yang pertama dan utama adalah manusia. Tanpa manusia, kegiatan manajemen tidak akan bisa berjalan. Kontribusi manusia sangat besar sehingga manusia juga menjadi faktor yang paling menentukan keberhasilan manajemen. Tujuan organisasi atau perusahaan dibuat oleh manusia. Mereka juga lah yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan proses pencapaiannya.

unsur manusia
Unsur manusia sangat krusial dalam manajemen.

Money (uang)

Uang adalah unsur penting untuk mengukur nilai-nilai dan mendasari seluruh kegiatan manajemen. Perannya sangat signifikan sehingga harus diperhitungkan secara rasional dan dikelola dengan sebaik mungkin. Unsur kedua ini berkaitan langsung dengan keperluan proses manajemen seperti biaya untuk membayar gaji tenaga kerja. Jadi, penggunaannya harus diatur dengan bijak dan efisien.

Materials (bahan)

Unsur bahan dalam manajemen mengacu pada bahan baku yang dibutuhkan untuk suatu kegiatan. Jenis bahan sendiri terbagi menjadi bahan setengah jadi dan bahan jadi. Saat memilih dan menggunakan bahan, pastikan agar bahan sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. Pemilihan dan penggunaan bahan harus dilakukan dengan efektif agar bahan tidak terbuang sia-sia. Tanpa adanya bahan, tujuan yang diinginkan akan sulit tercapai.

Machines (mesin)

Keberadaan mesin akan memberikan sederet kemudahan dalam kegiatan kerja. Proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien dengan adanya mesin. Bahkan, mesin juga dapat memberikan keuntungan yang lebih besar apabila performanya baik. Maka dari itu, pemeliharaan mesin perlu menjadi perhatian besar dalam proses manajemen.

Methods (metode)

Dalam kegiatan kerja, metode tidak dapat diabaikan. Metode sangat diperlukan sebagai landasan untuk mengatur prosedur atau operasional suatu kegiatan. Oleh karena itu, metode yang digunakan harus benar-benar baik dan efektif agar kegiatan kerja dapat berjalan dengan lebih lancar. Kegiatan kerja yang berjalan dengan lebih lancar tentu akan memberi hasil yang baik.

Market (pasar)

Unsur manajemen yang terakhir adalah pasar. Setelah proses produksi selesai, pemasaran akan dilakukan. Pemasaran meliputi perencanaan, penyusunan strategi, penerapan, dan pengendalian untuk menciptakan permintaan akan produk yang telah dihasilkan. Tanpa pemasaran, proses produksi akan sia-sia. Perlu diperhatikan bahwa kualitas dan harga produk harus sesuai dengan kebutuhan dan daya beli target konsumen.

Fungsi manajemen

Dilansir dari Studi Manajemen, fungsi manajemen menurut James A. F. Stoner terbagi menjadi empat (4), antara lain perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Keempat fungsi tersebut akan dibahas secara lebih rinci di bawah ini.

Fungsi perencanaan (planning)

Fungsi manajemen yang pertama adalah fungsi perencanaan. Para pelaku manajemen, dalam hal ini manajer, harus memikirkan bagaimana cara mencapai tujuan dan melaksanakan kegiatan sebelum benar-benar melakukannya. Manajer perlu mempertimbangkan hal-hal tersebut menggunakan logika dan rencana terstruktur. Mereka tidak dapat melakukannya secara asal.

Fungsi pengorganisasian (organization)

Fungsi kedua, pengorganisasian atau organization, adalah fungsi di mana para manajer mengkoordinir seluruh sumber daya yang dimiliki suatu organisasi atau perusahaan. Sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya manusia dan bahan. Sumber daya manusia atau tenaga kerja di suatu perusahaan tentu memiliki kemampuan masing-masing.

Pada fungsi pengorganisasian, tugas manajer adalah membagi tugas tenaga kerja sesuai kemampuan yang mereka miliki. Sebagai contoh, tugas yang diberikan untuk staf dan manajer sendiri pasti akan berbeda. Pembagian tugas ini akan membuat pencapaian tujuan menjadi lebih efektif dan efisien. Pekerjaan menjadi lebih terarah. Satu hal yang pasti, tenaga kerja yang diberi tugas harus melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

Fungsi kepemimpinan (leadership)

Setelah membagi tugas berdasarkan kemampuan, manajer akan memberi arahan dan memimpin tenaga kerja. Proses pengarahan ini sangat penting agar tujuan dapat tercapai dengan baik dan efisien. Risiko adanya hambatan juga dapat diminimalisir dengan fungsi ini.

fungsi kepemimpinan manajemen
Salah satu fungsi penting manajemen adalah fungsi kepemimpinan.

Proses pengarahan dapat dilakukan dengan cara membimbing, konsultasi, dan memberi motivasi kerja. Manajer juga perlu menciptakan suasana yang kondusif agar tenaga kerja lebih bersemangat untuk melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, mereka akan bekerja dengan sebaik dan semaksimal mungkin.

Fungsi pengendalian (controlling)

Fungsi pengendalian atau controlling dilakukan oleh manajer untuk menjaga agar perusahaan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan. Fungsi pengendalian berikut meliputi pengawasan dan evaluasi kinerja.

Manajer mengawasi kinerja tenaga kerja agar tidak menyimpang atau menuju ke arah yang salah. Apabila terjadi penyimpangan, manajer harus mencari tahu penyebabnya dan mengembalikan ke arah yang benar. Selain itu, evaluasi atau penilaian juga diperlukan untuk mengontrol kemajuan dari rencana yang sebelumnya telah disusun.

Tujuan manajemen

Seperti halnya aspek lain dalam organisasi atau dunia kerja, manajemen juga memiliki tujuan. Tujuan menjadi sesuatu yang ingin direalisasikan oleh organisasi atau perusahaan. Hal ini menjadi landasan agar kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan baik. Lalu, apa saja tujuan manajemen? Simak poin-poin di bawah ini.

Mencapai pertumbuhan

Tujuan manajemen yang pertama adalah membantu perusahaan mencapai pertumbuhan yang diinginkan. Salah satu tanda pertumbuhan yang baik adalah produktivitas tenaga kerja yang tinggi tetapi tetap efektif. Manajemen akan membantu tenaga kerja untuk bekerja dengan lebih baik dan semakin berkembang. Pada akhirnya, hal ini akan semakin mendekatkan perusahaan pada pertumbuhan yang diinginkan.

mencapai pertumbuhan
Salah satu tujuan manajemen adalah membantu perusahaan mencapai pertumbuhan yang diinginkan.

Meraih profit atau keuntungan

Profit adalah salah satu tujuan utama setiap perusahaan. Faktor inilah yang menentukan keberlangsungan suatu perusahaan. Profitabilitas yang terjamin dengan baik akan meningkatkan nilai pertumbuhan perusahaan yang terkait. Sehubungan dengan hal ini, manajemen bertujuan untuk membantu perusahaan meraih profit.

Memastikan agar produk layak dan berkualitas

Selain tujuan di tingkat perusahaan, manajemen juga memiliki tujuan ke arah sosial. Salah satu tujuan di tingkat sosial tersebut adalah memastikan agar produk yang dihasilkan layak dan berkualitas. Produk yang baik dan memenuhi standar akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap brand perusahaan. Dalam hal ini, manajemen berperan untuk menjaga kualitas produk dengan biaya yang efisien.

Kesimpulan

Manajemen adalah sebuah faktor penting dalam perusahaan. Kegiatan kerja yang dilakukan tanpa manajemen yang baik tidak akan berjalan dengan lancar. Jika kegiatan kerja tidak berjalan dengan lancar, keberlangsungan perusahaan dapat terancam. Perusahaan akan sulit berkembang dan mengalami hambatan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, manajemen yang efektif dan efisien perlu diterapkan di perusahaan.

Salah satu kegiatan manajemen yang dilakukan di perusahaan adalah manajemen sumber daya manusia, termasuk kedisiplinan dalam bekerja. Kedisiplinan ini ditunjukkan dengan daftar absensi yang lengkap. Untuk memudahkan pengelolaan absensi karyawan, Anda dapat menggunakan aplikasi absensi online. Sistem absensi online ini akan memudahkan staf Human Resources perusahaan untuk melihat dan merekap data absensi karyawan dalam periode tertentu.

aplikasi mobile