Hybrid Working Masih Jadi Tren, Apa Saja Keunggulannya?

Agar bisa lebih baik dalam hybrid working, pilih tools yang berguna untuk mengelola karyawan

Hybrid working

Apakah tren pekerjaan memang telah berubah selamanya? Bahkan sebelum pandemi 2020/2021, banyak perusahaan yang inovatif di dunia sudah menjajaki dan menerapkan work from anywhere (WFA). Kemudian datanglah masa lockdown saat pandemi, dan banyak pekerja harus bekerja tanpa ke kantor.

Saat pandemi berlalu, kebanyakan perusahaan menyadari bahwa harus ada jalan tengah untuk masa depan pekerjaan. Tujuannya untuk menyeimbangkan kehidupan rumah dan kehidupan kantor, dan jalan tengah itu adalah hybrid working.

Tahukah Anda, apa yang dimaksud hybrid working? Ini adalah model kerja yang fleksibel di mana karyawan bekerja sebagian di tempat kerja fisik, dan sebagian lagi dari jarak jauh, di rumah atau dari ruang kerja lain. Apakah tren hybrid working sama dengan remote working atau work from home yang sudah lebih akran di telinga masyarakat Indonesia?

Dalam sistem remote working, seluruh karyawan perusahaan bekerja dari luar lingkungan kantor. Tapi, untuk sistem hybrid working, karyawan perusahaan bisa memilih apakah mereka akan bekerja di kantor atau jarak jauh. Perusahaan juga bisa menerapkan aturan sistem selang seling, misalnya pada hari tertentu ke kantor dan pada hari lain WFH.

Tren Hybrid Working Indonesia dan Dunia, Seperti Apa Faktanya?

Laporan dari HubSpot (Hybrid Work Report 2022) mengungkapkan insight terkait masa depan pekerjaan berkelanjutan sekaligus menjelajahi bagaimana dunia bekerja pada tahun 2021.

Survei eksternal dilakukan terhadap 4.000+ pekerja jarak jauh, di kantor, dan pekerja fleksibel penuh waktu. Mereka mengungkapkan temuan tentang kolaborasi, budaya, komunikasi, kesehatan mental, dan manajemen.

  • 57% responden survei mengatakan bahwa mereka kemungkinan besar akan mencari pekerjaan baru pada tahun 2022 karena kelelahan.
  • 49% pekerja di kantor mendapati bahwa untuk tetap termotivasi dan terhubung dengan tim adalah tantangan besar dalam transisi dari pekerjaan jarak jauh ke pekerjaan di kantor.
  • 38% pekerja fleksibel melihat perbedaan dalam pengalaman karyawan di kantor dan jarak jauh sebagai hambatan.
  • 40% pekerja jarak jauh kehilangan koneksi spontan dan langsung dengan rekan kerja.
  • 60% orang tua dan pengasuh merasa tertekan untuk selalu aktif selama jam kerja, terlepas dari situasi mereka saat ini di rumah.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Survei dari Knight Frank Indonesia tentang WFH mengungkapkan beberapa poin penting, di antaranya dominasi preferensi pekerja. 68% ingin kembali ke kantor, tapi dengan sistem hybrid dan 55% menyebut bahwa bertemu rekan kerja di kantor bisa mendorong optimisme kerja.

Dengan proses kolaborasi di kantor, maka karyawan lebih merasa dihargai, dilihat, dan bisa mengasah kreativitas dan inovasi karena kompetisi kerja yang sehat. Pada akhirnya juga meningkatkan aspek produktivitas.

Urgensi tempat kerja hybrid adalah sebuah kebutuhan tersendiri, karena bisa menciptakan interaksi dan komunikasi langsung yang lebih bermakna. Interaksi teman kerja juga bisa menularkan semangat, humor, empati, dan kedekatan melalui tempat kerja yang fleksibel.

Keunggulan hybrid working

Keunggulan Hybrid Working

Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari sistem hybrid working;

1. Peningkatan Kesehatan Mental

Menurut data dari Microsoft, satu dari lima responden survei global mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak peduli dengan keseimbangan kerja dan kehidupan personal.

Meski pekerjaan dan kehidupan mungkin jarang berada dalam keseimbangan yang sempurna, work life balance adalah aspek penting dari lingkungan kerja yang sehat. Hybrid working memungkinkan setiap karyawan menyesuaikan pekerjaan dan kehidupan mereka dengan cara yang sesuai. Ini mengurangi stres dan membantu mencegah kelelahan.

2. Menurunkan Biaya

Di kantor dengan sistem hybrid, tidak perlu terlalu banyak baris demi baris meja yang ditugaskan. Sebaliknya, kantor bisa menggabungkan ruang serbaguna yang dirancang untuk mendukung karyawan di berbagai tugas. Misalnya meja berdiri di mana orang dapat masuk dengan laptop mereka sendiri, ruang santai untuk menerima email, dan bilik kedap suara untuk rapat telepon.

Setelah perusahaan mengetahui berapa banyak karyawan yang akan berada di kantor pada waktu tertentu, manajemen perusahaan dapat merencanakan tingkat hunian baru untuk mengurangi biaya sewa, perlengkapan kantor, dan pengeluaran bisnis lainnya.

3. Lebih Banyak Kesempatan Pembelajaran Berkelanjutan

Banyak lembaga, organisasi, atau perusahaan didorong oleh kinerja, tapi tidak cukup waktu untuk belajar karena karyawan terlalu sibuk melakukan kerja yang sifatnya rutin. Pendekatan yang berfokus pada hasil tidak memungkinkan pengembangan jangka panjang karyawan Anda.

Para pemimpin harus memberi perhatian ekstra bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi dalam kursus pelatihan. Ciptakan kesempatan setiap hari untuk belajar dan refleksi. Dorong karyawan Anda untuk meluangkan waktu untuk pengembangan diri, pembelajaran, dan refleksi.

4. Meningkatkan Rasa Percaya dan Kejujuran dalam Tim

Bekerja sistem hybrid tidak selalu mendapat pengawasan dari atasan. Berarti kejujuran setiap individu sangat berpengaruh. Manajemen perusahaan tidak perlu memantau setiap saat secara manual. Apalagi jika banyak teknologi yang memudahkan administrasi pekerjaan di kantor. Dengan demikian, kepercayaan dan produktivitas dalam tim akan juga meningkat.

Keunggulan dari model kerja hybrid adalah karyawan dapat memilih untuk bekerja kapan pun mereka mau, artinya mereka dapat menjadwalkan pekerjaan mereka di luar jam rapat reguler. Sehingga mereka dapat fokus menyelesaikan pekerjaan dengan tenang dan tanpa terganggu.

Hybrid working

Cara Efektif Menerapkan Hybrid Working

Cara menerapkan sistem kerja hybrid working setidaknya ada tiga pilihan seperti berikut;

  • Penentuan jadwal kerja karyawan yang bekerja di kantor, kemudian karyawan yang lain bekerja dari jarak jauh.
  • Seluruh karyawan dalam beberapa minggu bekerja di kantor, dan minggu lainnya bekerja jarak jauh (berlaku untuk semua karyawan).
  • Kombinasi dua poin di atas.

Jangan lupa untuk mengumpulkan feedback karyawan secara berkala. Pastikan untuk menyediakan lebih dari satu cara bagi karyawan untuk berbagi pemikiran mereka. Misalnya, Anda mungkin memiliki grup yang didedikasikan untuk umpan balik karyawan.

Strategi hybrid working seperti apa yang tepat dan diterapkan perusahaan? Lalu, mana yang terbukti paling efektif di tempat Anda? Tapi satu hal yang jelas, ada banyak trial and error dalam setiap proses yang berlangsung.

Kesimpulan

Pada intinya, hybrid working yaitu sebuah sistem kombinasi antara bekerja dari kantor dan bekerja dari mana pun, termasuk kerja dari rumah.

Pada praktiknya, Anda bisa mengeksplorasi nilai pekerjaan hybrid dan langkah-langkah yang dapat Anda ambil. Tujuannya adalah untuk memastikan transisi pola kerja karyawan berjalan dengan lancar.

Tapi, seperti model kerja lainnya, ada keuntungan dan kerugiannya. Ada beberapa cara yang strategis untuk mengelola pekerjaan dan memberikan fleksibilitas kepada karyawan.

Agar bisa lebih baik dalam sistem kerja hybrid working, bisa mulai dari memilih tools yang berguna untuk mengelola karyawan, khususnya dalam hal absensi online. Berbagai perusahaan yang inovatif kini telah meninggalkan cara lama dan beralih ke cara baru seperti yang ditawarkan aplikasi Kerjoo. Ingin tahu lebih jauh? Anda bisa cek panduannya di sini.

coba gratis kerjoo