Karakter Karyawan Startup yang Harus Kamu Miliki

Karakter Karyawan Startup yang Harus Kamu Miliki

Mau memulai perusahaan startup? atau kamu ingin bekerja di dalamnya? Kamu juga harus memperhatikan beberapa karakter karyawan startup yang harus kamu miliki. Bukan hanya kemampuan atau intelektual, sikap yang baik juga diperlukan karena nantinya akan berguna bagi kinerjamu dalam bekerja dan tentunya untuk kemajuan perusahaanmu tersebut.

Tidak hanya di perusahaan yang sudah lama berdiri, di mana pun kamu bekerja, kamu harus memiliki sikap yang menggambarkan seorang karyawan yang baik. Attitude yang baik ini, selain menunjang dalam bekerja, juga dapat menunjukkan seperti apa dirimu. Dengan begitu, kesan baik akan tersampaikan pada orang-orang di perusahaan atau atasanmu. Berikut Karakter yang wajib kamu miliki jika ingin menjadi karyawan startup :

1. Karyawan Startup harus Berani Mengambil Risiko

berani ambil resiko

Berani dalam mengambil resiko menjadi karakter pertama bagi kamu yang ingin menjadi karyawan startup. Misalnya, ketika kamu diterima sebagai karyawan startup, di sana kamu sudah dituntut untuk mengambil resiko. Kamu diberi pilihan untuk mengambil pekerjaan tersebut atau tidak, karena sebelumnya kamu sudah mengetahui beberapa hal yang mungkin tidak akan mampu kamu lakukan jika bekerja di perusahaan startup.

Kamu keliru jika memutuskan untuk berhenti di awal sebelum mencobanya. Karena bisa saja, risiko yang kamu ambil, hasilnya mungkin akan jauh lebih besar dari yang kamu pikirkan. Perusahaan startup akan membuat informasi lowongan kerja dengan jujur, misalnya perihal gaji yang tidak begitu besar dibandingkan dengan perusahaan besar.

Hal ini dilakukan untuk menyeleksi calon pekerja, perusahaan startup mengharapkan sumber daya manusia yang unggul yang nantinya dapat membawa kemajuan terhadap perusahaan mereka. Bukan hanya itu, setelah bekerja di sana, akan banyak resiko yang harus kamu ambil. Seperti tanggung jawab yang diberikan perusahaan, perubahan jabatan, dan lain sebagainya. Banyak hal yang menuntut pilihanmu kedepannya.

2. Inisiatif Tinggi

Sebagai perusahaan yang baru merintis, startup memiliki sedikit karyawan dan terkadang belum ada guide line yang menentu. Ini membuat para pekerjanya harus berinisiatif tinggi dalam bekerja. Tidak adanya deskripsi pekerjaan yang konstan akan membuat kamu jenuh jika hanya menunggu instruksi dari atasan.

Setelah selesai mengerjakan suatu tugas, sebaiknya cari tugas lain yang kira-kira belum terselesaikan, atau kamu bisa menawarkan bantuan pada teman kerjamu yang terlihat kerepotan dengan tugasnya. Hal ini berguna bila suatu saat atasanmu meminta tugas yang bukan bagianmu, tentunya kamu tidak akan keberatan untuk melakukannya.

Dengan inisiatif tinggi, kamu akan dicap sebagai pekerja yang aktif. Kamu pun akan membentuk relasi yang kuat dengan pekerja lainnya bahkan atasanmu. Dengan sikap yang menonjol, tidak akan menutup kemungkinan kamu akan diberi tanggung jawab yang lebih besar dari atasanmu nantinya.

3. Karyawan Startup Selalu Siap Dengan Perubahan

Perusahaan startup sangat dinamis. Ketika memulai, mereka belum mengetahui bisnis apa yang baik untuk dikerjakan dan sistem perusahaan seperti apa yang efektif untuk menjalankannya. Sehingga akan selalu ada perubahan, seperti; struktur organisasi, job description, bahkan sistem perusahannya sendiri.

Kamu yang susah move on dari ‘zona nyaman’ akan diuji. Jika tidak bisa, maka tertinggal. Kamu harus selalu siap jika tiba-tiba tugasmu berubah. Oleh karena itu, kamu harus punya inisiatif untuk mempelajari hal baru di perusahaan tersebut.

Contohnya di masa pandemi seperti ini. Perusahaan startup biasanya lebih fleksibel dalam menerapkan aturan. Karyawan yang awalnya bekerja dari kantor bisa saja menjadi Work From Home (WFH). Tentu saja mereka diharuskan menggunakan aplikasi absensi online semacam Kerjoo agar tetap bisa dikontrol oleh perusahaan. Termasuk salah satunya adalah menerapkan report kerja melalui timesheet yang disediakan aplikasi Kerjoo.

4. Cepat Belajar

Cepat belajar

Berkesinambungan dengan poin sebelumnya, kamu harus bisa belajar dengan cepat. Perusahaan yang dinamis, perubahan yang selalu terjadi akan berpengaruh pada pekerjaanmu.

Di sini juga kemandirianmu diperlihatkan. Ketika deskripsi pekerjaanmu berubah, kamu akan mempelajari tugas baru secara otodidak, karena biasanya karyawan lain juga sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sehingga tidak ada sisa waktu untuk mengajarimu.

Kamu harus bisa mengatur waktu, tugas yang diberikan mesti dipelajari sekaligus dikerjakan pada saat itu, karena jika kamu tidak bisa mempelajarinya dengan cepat, tugas lain akan bertambah dan menumpuk nantinya.

5. Siap Bekerja Ekstra

Walaupun jam kerja yang fleksibel membuatmu mageran, namun kamu harus siap bekerja ekstra ketika diminta. Sistem perusahaan yang belum konstan membuat pekerjaan bisa melonjak kapan saja. Karena pekerja yang masih sedikit ini membuat karyawannya akan bekerja overtime dari biasanya.

Kamu juga harus terima ketika tidak ada benefit over time. Ini tergantung perusahaan itu sendiri, namun banyak dari perusahaan startup yang belum bisa memberikan uang lembur. Kamu harus berpikir lebih luas, karena benefit bukan hanya tentang uang, peluang dari kerja ekstramu bisa saja lebih menguntungkan.

6. Selalu Berpikir Positif

Selalu berpikir positif ketika kamu merasa pekerjaan tidak menentu, dan tidak adanya jam kerja. Jika kamu tidak bisa mengatasi hal tersebut, kedepannya kamu akan merasa jenuh. Kamu membayangkan bekerja di sana serasa kamu tidak bekerja dan hanya terombang-ambing tanpa arah. Hal itu wajar untuk dipikirkan.

Namun di sana pilihanmu dipertimbangkan, pikirkan apa yang membuatmu bertahan hingga saat itu. Di sini seleksi kembali terjadi, jika kamu bertahan, bukan hanya dirimu yang berkembang, kamu juga ikut merasakan kemajuan dari perusahaan tersebut.

Kamu harus selalu berpikir positif di atas semua susah dan kesulitan dalam bekerja di startup. Buahnya, jika perusahaan berkembang, kamu ikut terkena dampaknya. Sebut saja gaji atau jabatanmu sudah nyaman di sana. Terlepas dari semua kesulitannya, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapat jika bekerja di startup.

7. Berpikiran Terbuka

Di era milenial ini, banyak perubahan yang terjadi dari segala aspek kehidupan. Semua perkembangan itu guna mempermudah aktivitas masyarakat. Dimulai dari mobilitas, jual beli, pesan makanan, hingga pekerjaan yang bisa dilakukan secara online. Semua industri saling bersaing untuk membuat produk atau jasa mereka unggul di pasaran.

Mereka menganalisa dan bertindak sesuai sikap khalayak luas, oleh karena itu mereka berpikiran terbuka untuk mengikuti perubahan yang semakin sulit diikuti. Startup membutuhkan orang-orang yang berpikiran terbuka, agar produk atau jasa mereka tidak tertinggal. Pikiran terbuka pun dapat menunjukkan toleransi tinggi terhadap berbagai pendapat.

8. Karakter Karyawan Startup Berpikiran Kreatif

kreatif

Karakter penting karyawan startup tidak akan lengkap tanpa kreativitas. Kreatif memiliki arti proses mental untuk membentuk gagasan atau konsep (berdaya cipta) secara orisinil. Kreativitas penting digunakan untuk membentuk ciri khas dari produk atau karya yang diciptakan, sehingga produk tersebut dapat mudah dikenali masyarakat lewat ciri khasnya. Kreativitas juga menjadi pembeda dengan produk pesaing. Ciri khas yang menonjol akan menjadi nilai tambah bagi produk.

Oleh karena itu, perusahaan startup membutuhkan banyak pekerja dengan kreativitas tinggi. Mereka memahami bahwa proses berpikir kreatif membutuhkan waktu yang tak sedikit, serta memerlukan lingkungan yang kondusif. Dengan begitu, perusahaan Startup memberikan ruang kreativitas seluas-luasnya bagi Karyawan demi memberikan hasil terbaik. Orang-orang kreatif juga dianggap aset bagi perusahaan. Jika ada potensi yang dapat dikembangkan, maka perusahaan akan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Kesimpulan

Sekian beberapa karakter yang harus kamu miliki jika ingin bekerja di perusahaan startup. Di mana pun kamu bekerja, selalu terapkan sikap yang baik, saat jam kerja maupun diluar jam kerja. Attitude yang baik akan membawa dampak positif bagi kita, maupun orang-orang di sekitar. Suatu karakter terbentuk dari sebuah kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, selalu lakukan kebiasaan baik dari hal yang terkecil.

karakter karyawan startup