Manajemen SDM: Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya

Keberadaan manajemen SDM adalah sesuatu yang bisa berdampak pada banyak aspek di perusahaan

Manajemen SDM

Ketika Anda bekerja di suatu perusahaan, manajemen SDM adalah salah satu hal terpenting yang berpengaruh pada banyak hal lain. Misalnya SDM kurang maksimal, maka pekerjaan teknis lain juga akan terdampak.

Setiap perusahaan umumnya sudah memiliki divisi HR yang bertanggung jawab untuk urusan manajemen kinerja SDM. Agar lebih jelas dan rinci lagi, pada pembahasan ini akan kita uraikan tentang pengertian, tujuan, dan ruang lingkup manajemen SDM. Langsung saja simak ulasan ini sampai akhir.

Pengertian Manajemen SDM

Manajemen SDM adalah proses pengembangan sumber daya manusia untuk merencanakan, menerapkan, merekrut, melatih, dan mengembangkan karir karyawan. Bukan hanya bertujuan untuk mengelola individu, tapi juga inisiatif terhadap pengembangan organisasi atau perusahaan.

Setiap perusahaan membutuhkan manajemen SDM yang efektif, dalam hal ini adalah memaksimalkan divisi HR dengan fungsi yang spesifik. Manajemen SDM atau Human Resource Management (HRM) juga menerapkan kebijakan yang mengatur pekerja dan hubungan organisasi dengan karyawan.

Manajemen SDM

Menurut sejarahnya, istilah human resource pertama kali digunakan pada awal 1900-an, dan kemudian lebih luas lagi pada 1960-an. Tujuannya untuk menggambarkan orang-orang yang bekerja untuk organisasi secara keseluruhan.

Departemen SDM di berbagai organisasi dapat bervariasi dalam ukuran, struktur, dan sifat posisi masing-masing. Untuk organisasi yang lebih kecil, tidak jarang memiliki segelintir generalis SDM, yang masing-masing melakukan beragam fungsi SDM.

Organisasi yang lebih besar mungkin memiliki peran yang lebih khusus, dengan karyawan individu yang didedikasikan untuk fungsi-fungsi seperti perekrutan, imigrasi dan penanganan visa, manajemen bakat, tunjangan, kompensasi, dan banyak lagi. Meskipun posisi SDM ini berbeda dan terspesialisasi, fungsi pekerjaan mungkin masih tumpang tindih satu sama lain.

Tujuan Manajemen SDM

Apa saja tujuan dari manajemen SDM? Pada dasarnya manajemen karyawan fokus dengan penekanan pada pentingnya karyawan sebagai aset bisnis. Dalam konteks ini, karyawan kadang-kadang disebut sebagai modal manusia.

1. Memberdayakan Karyawan secara Efektif

Seperti aset bisnis lainnya, tujuannya adalah untuk memberdayakan karyawan secara efektif, mengurangi risiko, dan memaksimalkan laba atas investasi (Return of Investmen). Konsep ini telah diadopsi secara luas oleh perusahaan besar dan menengah untuk mengelola banyak fungsi SDM.

2. Memperkuat Penerapan Budaya Kerja

Tujuan utama manajemen SDM adalah untuk mengelola orang-orang di tempat kerja untuk mencapai misi organisasi dan memperkuat budaya kerja. Ketika dilakukan secara efektif, manajer HR dapat lebih maksimal dalam merekrut profesional baru yang memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan tim. Memang SDM terbaik akan berkontribusi memajukan perusahaan dengan banyak cara.

Sebuah perusahaan yang baik memang cerminan dari karyawannya, begitu juga sebaliknya. Dalam hal ini, performa karyawan yang baik akan mempengaruhi pencapaian perusahaan. Manajemen pengelolaan karyawan yang baik juga akan meningkatkan employee engagement untuk jangka panjang.

3. Agar Karyawan Mudah Beradaptasi dengan Perubahan

Manajemen sumber daya manusia melakukan berbagai fungsi, di antaranya pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan. Program pelatihan dan pengembangan terus mendukung karyawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, struktur dan teknologi organisasi.

4. Untuk Menjaga Kualitas Kerja

Kualitas kehidupan kerja adalah persepsi karyawan mengenai hubungan antara kondisi kerja dengan manajemen. Sederhananya, itu adalah hubungan antara karyawan dan lingkungan kerja. Kualitas kehidupan kerja berkaitan dengan persepsi karyawan tentang kesejahteraan fisik dan psikologis di tempat kerja dan dapat diperoleh dengan mempertahankan otonomi kerja, kebebasan kerja, pengakuan pekerjaan, rasa memiliki, penghargaan, dan lain-lain.

5. Untuk Menyesuaikan Supply and Demand Sumber Daya Manusia

Manajemen SDM juga keberadaan sumber daya yang ada pada interval waktu tertentu untuk mengidentifikasi apakah perusahaan memiliki jumlah pekerja yang memadai atau tidak. Ketika perusahaan memiliki SDM yang tidak memadai, manajemen melakukan kegiatan seperti rekrutmen dan seleksi untuk menyeimbangkan kebutuhan. Begitu pula dengan PHK karyawan yang harus dilakukan pada beberapa kondisi tertentu.

6. Menciptakan Sense of Belonging dan Semangat Tim

Tentu Anda sudah memahami seberapa penting rasa memiliki dan semangat kerja dalam tim. Sementara itu, manajemen sumber daya manusia merancang pekerjaan atas dasar kerja tim. Karena kerja tim menuntut kontribusi dari setiap anggota, manajemen SDM berfokus untuk membuat setiap karyawan merasa dihargai sehingga karyawan memberikan kontribusi terbaik.

7. Untuk Menyelesaikan Konflik

Dalam setiap perusahaan, baik besar maupun kecil, konflik dapat muncul antara pihak atau kelompok manapun. Konflik tidak dapat dihindari dan tidak boleh diabaikan. Manajemen sumber daya manusia bisa bertindak untuk menyelesaikan konflik tersebut tepat waktu dan melakukan kegiatan organisasi dengan lancar.

8. Mengembangkan Citra Perusahaan

Setiap perusahaan harus menjaga citra publik yang baik agar dapat bertahan di pasar. Setiap individu ingin bekerja untuk perusahaan yang dikenal punya reputasi yang baik. Di sisi lain, perusahaan yang tidak memperlakukan SDM dengan baik dapat mengalami krisis secara perlahan.

Jadi, apakah kantor Anda sudah menjadikan manajemen SDM sebagai bagian penting dalam mempertahankan atau meningkatkan kesehatan bisnis?

Manajemen SDM

Ruang Lingkup Manajemen SDM

Ruang lingkup human resource management mencakup semua kegiatan mulai dari perencanaan dan perekrutan karyawan, hingga saat karyawan resign. Setiap departemen dan aktivitas dalam suatu organisasi membutuhkan sumber daya manusia. Oleh karena itu, ruang lingkup manajemen sumber daya manusia sangat luas. Namun, kita dapat mengklasifikasikannya dalam aspek utama sebagai berikut.

1. Aspek Personalia

Hal ini berkaitan dengan perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, seleksi, penempatan, promosi, pelatihan dan pengembangan. Begitu juga dengan keputusan PHK, remunerasi, insentif, produktivitas, dan lain-lain.

2. Aspek Kesejahteraan

Aspek ini berkaitan dengan kondisi dan fasilitas kerja seperti kantin, penitipan anak, ruang istirahat dan makan siang, perumahan, transportasi, bantuan medis, pendidikan, kesehatan dan keselamatan, dan fasilitas rekreasi.

3. Aspek Hubungan Industrial

Ini mencakup hubungan serikat pekerja dan manajemen, konsultasi bersama, perundingan bersama, prosedur pengaduan dan disiplin, serta penyelesaian konflik.

Manajer SDM dapat memantau keadaan pasar kerja untuk membantu organisasi tetap kompetitif. Hal ini dapat mencakup beberapa hal seperti memastikan kompensasi dan tunjangan yang adil, menjaga karyawan dari burn out dan menyesuaikan peran pekerjaan dengan kondisi pasar.

Kesimpulan

Manajemen SDM adalah fungsi yang sangat penting dalam setiap organisasi. Tanpa manajemen sumber daya manusia, perusahaan tidak akan dapat merekrut dan mempertahankan karyawan secara efektif. Demikian juga untuk meningkatkan dan meningkatkan organisasi, dan mereka tidak akan dapat mempertahankan budaya dan lingkungan tempat kerja yang sehat.

Pada praktiknya, manajemen sumber daya manusia akan semakin optimal jika segala pihak di organisasi mendukung. Untuk memaksimalkan peran SDM dan pengelolaan kinerja mereka, maka aplikasi HR dirancang untuk perusahaan Anda. Aplikasi absensi online Kerjoo telah hadir memberikan berbagai solusi untuk SDM perusahaan atau bisnis Anda.

Manajemen SDM