Inilah Perbedaan Bos dan Leader, Anda Termasuk yang Mana?

bos dan leader

Istilah bos dan leader sering disebut di banyak organisasi, khususnya organisasi bisnis atau perusahaan. Sebutannya di tempat kerja bisa bermacam-macam, misalnya pimpinan, atasan, supervisor, dan sejenisnya. Setiap orang yang diberi kepercayaan menjadi pemimpin pasti memiliki target tertentu bersama timnya.

Target yang ditetapkan seringkali terasa berat jika dipikul sendiri. Itulah mengapa bekerja bersama tim adalah pilihan terbaik. Selain gaya kepemimpinan yang berbeda, yang pasti dalam tim juga ada banyak macam karakter orang.

Memang seorang bos atau leader tidak dapat menyenangkan semua orang atau memenuhi ekspektasi semua orang dalam timnya. Kepemimpinan yang efektif akan menjadikan arah gerak timnya dinamis dan terarah, meskipun pemikirannya berbeda-beda.

Pengertian dari Bos dan Leader

Antara bos dan leader ternyata memiliki kecenderungan yang berbeda dalam mengelola timnya. Sebelumnya, mari kita pahami dulu arti dari keduanya.

Leader berarti pemimpin yang dapat menginspirasi tim untuk bekerjasama mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan bersama. Sementara itu, bos adalah orang yang berkuasa mengawasi dan memberi perintah kepada para karyawan. Bisa juga berarti pemimpin atau majikan dalam bisnis atau perusahaan.

Meskipun sama-sama bertugas untuk memimpin, tapi kalau dipandang dari sudut pandang para staf atau karyawan, kedua istilah tersebut kesannya berbeda. Inilah perbedaannya.

Bos dan Leader Memiliki Sudut Pandang yang Berbeda

Dilihat dari sudut pandangnya terhadap tim, pemimpin tipe ‘bos’ dan tipe ‘leader’ memang berbeda. Jika seorang bos cenderung mementingkan ‘saya’ sedangkan leader mementingkan ‘kita’. Hal ini karena karakter bos identik dengan ambisi pribadi dan ego yang cukup tinggi.

Karakter bos banyak bertindak dengan dasar pertimbangan dirinya. Saat memerintah pun tidak akan selalu mempertimbangkan kondisi anggotanya. Bahkan ada bos yang menilai pencapaian tim adalah sebagian besar karena usahanya sendiri.

Sementara itu seorang leader sejati selalu berusaha berjuang untuk kepentingan bersama. Tidak jarang bahwa atasan memberi suatu tugas dan tanggung jawab tertentu. Seorang leader tidak akan fokus pada diri sendiri tapi lebih banyak mengajak timnya bertumbuh bersama-sama. Di mata seorang yang berkarakter leader, kesuksesan adalah milik bersama. Mungkin saja dia punya suatu ide dalam pekerjaan, tapi yang mengerjakan adalah timnya bersama-sama. Hasilnya juga bisa dirasakan bersama-sama.

bos dan leader

Bos Bisa Membuat Tim Merasa Takut, sedangkan Leader Membuat Tim Tertantang

Perbedaan posisi atau jabatan di kantor bisa menimbulkan sebuah kesenjangan di antara atasan dan bawahan. Hal tersebut kadang membuat seorang atasan dan bawahannya tidak bisa mengenal karakter personal. Kesenjangan di dalam pola kerja sehari-hari juga bisa membuat bos menciptakan perasaan takut pada tim yang dipimpinnya. Kadang hal itu merupakan senjata seorang bos agar dihormati dan dipatuhi perintahnya.

Sementara itu seorang leader akan saling menghargai bersama timnya. Seorang leader bersikap bijak dan memahami posisi masing-masing orang di timnya, bisa menghargai demi terciptanya suasana yang lebih kondusif dan produktif. Sikap seorang leader bisa saja tegas tapi tidak sampai membuat orang lain takut, melainkan tertantang. Seorang leader juga tidak merasa dipandang lebih tinggi dari yang lain.

Seorang Bos Cenderung Memerintah

Pembawaan atau sikap bos yang paling umum adalah mendominasi. Hal tersebut berpengaruh pada caranya berkomunikasi dengan orang yang dipimpinnya. Bos cenderung banyak memerintah, tapi tidak jarang komunikasinya bersifat satu arah.

Misalnya dalam diskusi atau rapat, rekan kerjanya tidak banyak diposisikan jadi peserta yang aktif. Karakter bos tidak terlalu mementingkan pembicaraan dua arah. Seperti disebut di poin sebelumnya, gaya kepemimpinan bos bisa menimbulkan rasa takut pada karyawan Untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan pun tidak mudah. Suasana kerja bisa menjadi terlalu kaku dan tugas atau pekerjaan pun jadi kurang terlaksana dengan efektif.

Seorang Leader Akan Melatih Kapasitas Timnya

Seorang pemimpin yang berhasil adalah yang bisa membentuk pemimpin lainnya dan bukan membuat orang terpaksa mematuhinya. Seorang leader tertarik pada kontribusi yang diberikan semua rekan kerjanya. Kita sama-sama tahu bahwa kontribusi seseorang akan sebanding dengan kemampuannya. Dengan berdiskusi bersama tim dan mendengarkan pemikiran mereka, maka tim pun lebih meningkat kemampuannya.

Dalam hal ini seorang leader sering mengesampingkan statusnya sebagai pemimpin atau seseorang yang dituakan. Untuk mengambil suatu keputusan, leader akan merangkul timnya sehingga timnya merasa lebih dihargai. Saat tim merasa dihargai, mereka akan tergerak untuk melakukan sesuatu lebih baik lagi.

Bos dan Leader Bersikap Berbeda saat Ada Kesalahan

Sesempurna apapun rencana yang dilakukan dalam bekerja, kemungkinan terjadinya kesalahan pasti ada. Di sini akan terlihat seperti apa sikap orang-orang dalam tim saat melihat kesalahan, khususnya pemimpinnya. Akan ada kecenderungan untuk introspeksi atau justru menyalahkan.

Tentunya tidak ada orang yang senang bekerja dengan orang yang sering menyalahkan orang lain saat terjadi kesalahan. Seorang leader akan berusaha menyadari tanggung jawabnya dan tidak mencari-cari siapa yang harus disalahkan. Tidak mengungkit-ungkit yang sudah berlalu tapi segera fokus ke depan dan membenahi bersama. Bagaimana dengan bos? Pada dasarnya bos yang otoriter lebih banyak melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain

Seorang Bos Bisa Memberi Solusi Cepat saat Ada Masalah Pekerjaan

Selama ini memang istilah bos lebih sering dimaknai negatif, khususnya di mata timnya yang berusaha berpikiran terbuka. Tapi hal ini tidak bersifat mutlak karena ternyata masih ada hal positif dari karakter kepemimpinan bos. Seorang bos lebih cepat dalam memberikan jawaban atau solusi saat ada masalah dalam pekerjaan dengan tim.

Seperti orang tua yang cenderung mengajari anaknya, bos juga bisa cepat memberikan solusi berbagai masalah pekerjaan ke timnya. Padahal bisa jadi timnya ingin berusaha dulu mengatasi masalahnya. Ternyata solusi cepat juga tidak selalu berpengaruh baik. Akan lebih bijak jika bisa memberi jawaban atau solusi melalui contoh yang berdasarkan pengalaman dan biarkan timnya menemukan solusi dengan caranya sendiri.

Kesimpulan

Antara bos dan leader memang sering disebut dengan kesan yang berbeda. Pada intinya bos dan leader karakternya tidak mutlak atau permanen, karena setiap manusia bisa berubah dan berkembang.

Seorang bos banyak didorong oleh ego sehingga mudah untuk memerintah, cenderung menyalahkan, tapi juga bisa cepat memberi solusi yang bersifat instan saat ada masalah. Sementara itu, seorang leader memperhatikan keadaan timnya sebaik mungkin dan mendengar aspirasinya. Dengan begitu, dirinya sendiri dan timnya bisa berkembang bersama-sama.

Setelah mengetahui perbedaan dari keduanya, Anda yang sedang berperan jadi pemimpin pun bisa menilai diri apakah Anda seorang bos atau leader. Jadi, Anda termasuk tipe pemimpin yang mana?

Leave a Reply