Cara Bersikap ke Atasan? Coba Lakukan 9 Hal Ini

Bagaimana cara bersikap ke atasan? Berikut ini akan kita bagikan beberapa sudut pandang yang bisa Anda coba untuk pekerjaan Anda sehari-hari

Cara Bersikap ke Atasan? Coba Lakukan 9 Hal Ini

Pada artikel sebelumnya telah kita bahas tentang bagaimana seharusnya sikap atasan ke bawahan. Bukan hanya menjadikan lingkungan pekerjaan lebih kondusif, tapi juga mendukung perkembangan kapasitas timnya.

Kali ini akan kita buat ulasan dari sudut pandang sebaliknya, yaitu sebagai bawahan atau orang yang dipimpin. Bagaimana cara bersikap ke atasan yang sesuai etika? Tidak hanya semata-mata menuruti perintah, tapi juga menjalankan segala bentuk peran dengan tanggung jawab.

Seperti ulasan sebelumnya, sikap atasan ke bawahan yang berarti terkait dengan peran kepemimpinan di perusahaan keseluruhan. Sebaliknya, tugas bawahan atau karyawan kepada atasan juga tidak lepas dari kebijakan kantor yang harus dipatuhi bersama.

Cara Bersikap ke Atasan di Kantor

Ada banyak saran di luar sana tentang bagaimana menjadi pemimpin yang lebih baik, atau tentang bagaimana menjadi pimpinan yang disenangi karyawan. Sebaliknya, bagaimana cara bersikap ke atasan? Meskipun mungkin sebagian besar orang sudah memahami secara umum untuk menunjukkan sikap sopan santun.

Ada baiknya kita simak dulu poin-poin berikut tentang sikap bawahan yang bukan hanya disukai atasan, tapi juga penting untuk diri mereka sendiri.

1. Menjadi Anggota Tim yang Solid

Pada intinya, menjadi karyawan yang hebat berarti menjadi bagian tim dengan posisi masing-masing. Ketika posisi bawahan masih belum lama bekerja di kantor, wajar jika harus beradaptasi. Ada beberapa orang yang terkait langsung dalam proses kerja yang dilakukan, sehingga perlu berinteraksi dengan tim.

Meskipun ada juga beberapa jenis pekerjaan yang tidak harus berinteraksi langsung dengan tim. Tapi, setidaknya karyawan memahami apa saja job desc mereka. Kemudian mereka menjadi anggota tim yang solid dengan selalu memastikan kewajibannya terlaksana dan tidak merepotkan divisi lain.

2. Bicara dalam Rapat

Cara bersikap ke atasan juga perlu diterapkan pada saat rapat. Karyawan yang memiliki ide-ide cemerlang seringkali tidak disadari atasan, kecuali jika mereka mau menyampaikan sendiri gagasannya. Salah satu kesempatan untuk membicarakan ide-ide adalah dalam rapat, diskusi, atau brainstorming bersama tim.

Kenyataannya, tidak mudah untuk membuat semua orang mau menyampaikan pendapat, apalagi jika berada dalam rapat besar. Hal ini juga perlu ada kerjasama dengan pemimpin rapat untuk menanyakan apakah ada pendapat, gagasan, atau masukan dari karyawan yang menjadi peserta rapat tersebut.

cara bersikap ke atasan

3. Fokus pada Peningkatan Skill

Banyak orang bekerja keras untuk membuat atasan mereka terkesan, sedangkan sebagian yang lain berkompetisi dengan rekan. Umumnya cara bersikap ke karyawan dilihat dari sudut pandang pemberi kerja. Dalam arti adalah bagaimana caranya bisa memberi kontribusi maksimal ke perusahaan.

Tapi kita sering lupa bahwa penting bagi karyawan untuk fokus pada pertumbuhan diri (self development) juga. Bahwa penting sekali untuk meningkatkan skill agar bisa bisa berguna untuk kontribusi yang lebih besar.

4. Bersikap Hormat

Rasa hormat sangat berpengaruh di tempat kerja. Anda harus menghargai diri sendiri dan juga menghormati orang lain. Jika Anda tidak menghargai diri sendiri, Anda akan memproyeksikan kurangnya rasa hormat itu kepada orang lain. Cara terbaik untuk melatih rasa hormat adalah dengan bersikap toleran terhadap orang lain.

Sangat mudah untuk mengambil keputusan dan tidak memikirkan hal-hal lain, tetapi itu tentu saja tidak bijak, juga tidak membuat tempat kerja bahagia. Hormati bahwa orang akan memiliki pendapat yang berbeda dan biasakan untuk memulai diskusi daripada berdebat. Konflik dapat dimulai dari satu penilaian cepat dan menyebabkan ketegangan yang tidak perlu dengan tim atau bahkan dengan atasan.

5. Tidak Membandingkan

Adalah wajar untuk membandingkan atasan atau pemberi kerja, bahkan rekan kerja sekarang dengan kantor sebelumnya. Namun, berhati-hatilah bagaimana Anda melakukannya, seberapa sering Anda melakukannya, dan dengan siapa Anda berbagi perbandingan.

Pengalaman Anda sebelumnya, keterampilan yang Anda peroleh, pengetahuan yang Anda miliki, semuanya adalah bagian dari pengalaman Anda sendiri. Namun, terus-menerus membandingkan pekerjaan baru Anda dengan yang lama tidak akan membantu. Justru dapat membuat orang-orang di tempat kerja baru Anda merasa kurang nyaman.

6. Meminta Feedback

Cara bersikap ke atasan selanjutnya, jangan lupa untuk meminta feedback secara berkala. Cara terbaik untuk meminta feedback umpan balik dari atasan Anda adalah dengan memilik waktu yang tepat. Bisa juga mengirim pesan, email, atau memilih pada saat rapat. Jelaskan bahwa Anda ingin memastikan bahwa pekerjaan Anda memenuhi harapan dan ingin meningkatkan kinerja Anda.

7. Berpikir Seperti Manajer

Karyawan umumnya menunggu untuk diberitahu apa yang harus dilakukan, sedangkan manajer berpikir secara strategis tentang apa yang perlu dilakukan. Karyawan melakukan pekerjaan mereka sendiri dengan baik, manajer berkomitmen agar tim bekerja dengan baik.

Jadi, mereka membimbing karyawan lain, memberikan kontribusi saat mereka dibutuhkan, dan bekerja lebih keras jika itu berarti pekerjaan akan dilakukan dengan lebih baik. Ada baiknya Anda membiasakan untuk mengambil inisiatif, menawarkan bantuan sesuai kapasitas.

Cara bersikap ke atasan

8. Fokus pada Hasil, Bukan Hanya Aktivitas

Sama seperti yang telah Anda lakukan pada saat membuat resume, jangan hanya berbicara tentang hal-hal yang wajib Anda lakukan. Fokuskan tentang hasil kuantitatif dari pekerjaan Anda. Hal ini bisa menjadi sesuatu yang berarti bagi atasan. Untuk fokus pada hasil, apa yang harus dilakukan?

Setidaknya, bisa dimulai dari penulisan laporan kerja atau presentasi dalam meeting. Daripada mengatakan 'Pertemuan minggu lalu berjalan dengan baik', coba lebih detail. Misalnya seperti ini: 'Dalam rapat minggu lalu, saya dapat menegosiasikan diskon 10%, yang akan menghemat sekian juta tahun depan'.

9. Mencatat dan Mengevaluasi Diri

Seberapa penting evaluasi diri dan mencatat pencapaian kerja? Padahal sudah ada manajer atau atasan yang nantinya akan melakukan itu. Bahkan jika atasan umumnya berpikir timnya melakukan pekerjaan dengan baik, atasan mungkin tidak mencatat pencapaian secara spesifik.

Itulah mengapa Anda tetap perlu melacak progres kerja sendiri, hasil proyek, umpan balik klien, atau hal lain yang penting. Tapi tenang saja, hal ini akan lebih mudah untuk semua pihak jika perusahaan memilih sebuah tools yang tepat. Seperti aplikasi Kerjoo membantu pengelolaan kehadiran sampai produktivitas.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, bisa kita pahami tentang bagaimana seharusnya cara bersikap ke atasan. Tentu saja butuh waktu yang mungkin tidak instan agar segala sesuatunya sesuai ekspektasi. Dengan upaya yang sesuai, maka tim di perusahaan akan lebih baik lagi kinerjanya.

Perbaikan apapun tentu harus strategis dan bisa menghasilkan perubahan ke arah yang baik. Demi mendukung perusahaan Anda menjadi lebih baik, maka Kerjoo hadir untuk Anda menawarkan solusi yang bisa meningkatkan produktivitas perusahaan. Dengan sistem aplikasi absensi online yang praktis, Anda pun bisa secara bertahap mengelola sumber daya perusahaan Anda dengan cara yang lebih mudah.

coba gratis sekarang