Perusahaan Multinasional: Pengertian dan Contohnya

Perusahaan multinasional
Perusahaan multinasional

Multinational company atau perusahaan multinasional sudah pasti sering Anda dengar dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan perusahaan ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan era globalisasi dan juga era digitalisasi seperti saat ini yang memungkinkan adanya kerjasama hingga pada tingkatan internasional atau antar negara.
Perusahaan seperti ini pun mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan ekspor dan juga impor, transaksi internasional, atau pun dalam aktivitas penanaman modal asing di beberapa negara tertentu.

Pengertian Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional sendiri artinya adalah perusahaan besar yang umumnya berada di berbagai negara industri dan mempunyai kantor di berbagai negara lainnya. Ekspansinya pada umumnya ada di berbagai negara berkembang. Perusahaan seperti ini menjadi semakin penting di negara Indonesia sejak akhir Perang Dunia ke II. Menurut sejarah, pada awalnya kantor perusahaannya berasal dari Amerika Serikat. Tapi juga yang beroperasi di berbagai negara seperti halnya negara Jepang, berbagai negara di Eropa, Australia, dan juga Selandia Baru.

Perusahaan multinasional memiliki beberapa karakteristik, antara lain seperti di bawah ini:

1. Mempunyai Anak Perusahaan atau Cabang di Luar negeri

Sama seperti namanya, yakni multinasional, perusahaan ini mempunyai bisnis di berbagai negara dengan cara mempunyai anak perusahaan yang tidak hanya ada di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Bahasa yang digunakan untuk operasionalnya pada umumnya bahasa Inggris, tapi juga bisa menyesuaikan dengan negara cabangnya.

2. Punya Teknologi Canggih

Beberapa perusahaan yang sudah memperoleh gelar sebagai perusahaan multinasional adalah perusahaan yang besar, sehingga mereka bisa memiliki teknologi yang sudah canggih. Adanya teknologi yang canggih dan modern ini mampu membantu perusahaan induk dalam mengawasi berbagai anak perusahaan yang berada di luar negeri.

3. Kontrol Terhadap Modal

Perusahaan yang memiliki status multinasional mempunyai kontrol pada modal perusahaan, baik itu modal di perusahaan induk, ataupun di perusahaan cabang. Modal adalah salah satu hal mampu memberikan dampak penting untuk perusahaan. Modal yang banyak ini akan bisa memberikan kemudahan perusahaan dalam hal mengembangkan perusahaan agar makin produktif.

4. Memiliki Visi dan Misi yang Mendunia

Mempunyai beberapa anak perusahaan di berbagai negara membuat perusahaan harus bisa mempunyai visi dan juga misi yang mendunia. Bahkan, cara yang dilakukan untuk bisa mencapai visi dan misi ini memiliki sifat global. Untuk itu, apa yang dilakukan oleh perusahaan bisa berpengaruh pada kondisi global.

perusahaan multinasional

Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Tapi di balik itu semua, perusahaan multinasional memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangannya.

1. Kelebihan

  • Keuntungan adanya mata uang asing dengan adanya investasi dalam sektor ekspor
  • Mengurangi kegiatan persyaratan valuta asing untuk aktivitas impor di dalam sektor industri.
  • Fokus memodernisasi di setiap sektor/lini
  • Mendukung pembangunan di dalam negeri
  • Mampu meningkatkan income atau pendapatan masyarakat
  • Mampu membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri

2. Kekurangan

• Bisa Mematikan Perusahaan Dalam Negeri

Perusahaan multinasional pada suatu negara bisa mengancam perusahaan lokal yang tengah berkembang di negara terkait. Karena kekuatan dana besar ataupun modal perusahaan, mereka bisa memonopoli suatu sektor.

• Berdampak kepada Budaya dan Sosial

Kelemahan lain yang dimiliki oleh perusahaan multinasional adalah bahwa banyak perusahaan asing yang mampu merusak citra budaya dan sosial pada negara tuan rumah.

• Kualitas Kesehatan dan Keselamatan Pekerja yang Rendah

Perusahaan di berbagai negara sering diyakini mengantongi peraturan regulasi yang tidak terlalu strict, sehingga kurang memperhatikan keselamatan dan juga kesehatan pekerja mereka, seperti keamanan penambang yang rendah.

• Menyebabkan Kerusakan Lingkungan

Perusahaan multinasional pada umumnya ingin memproduksi secara efisien dan dengan biaya yang lebih rendah. Mereka cukup sering melakukan hal ini dengan cara yang tidak menghargai lingkungan sekitarnya dan mereka cenderung sering merusak.

• Pekerja yang Disediakan Berketerampilan Rendah

Pekerjaan yang ditawarkan oleh multinational company untuk para pekerja lokal ini cenderung rendah, dan juga merupakan pekerjaan yang sederhana dan tidak terampil, sehingga pekerja lokal ini cenderung akan memiliki pendapatan yang rendah. Sementara itu, karyawan asing dari luar negeri sering kali diberikan posisi pada tingkat yang lebih tinggi dan berkualitas.

Pemanfaatan SDM yang tidak terampil ini akan sangat bermanfaat untuk perusahaan multinasional, namun akan sangat berbahaya untuk para pekerja dan juga masyarakat sekitarnya.

perusahaan multinasional

Beberapa Contoh Perusahaan Multinasional

1. Google

Google adalah mesin pencari yang sudah sangat terkenal di dunia. Perusahaan Google juga termasuk perusahaan paling bergengsi di dunia. Seperti yang kita tahu, Google menawarkan layanan internet, seperti komputasi web, mesin pencari, iklan dan lain sebagainya. Berkat adanya Google sangat membantu aktivitas manusia dalam mendapatkan informasi.

2. Kentucky Fried Chicken (KFC)

Kentucky Fried Chicken atau yang biasa disingkat dengan KFC adalah salah satu perusahaan waralaba yang berasal dari Yum! Brand, inc. KFC sendiri pertama kali didirikan di Louisville, Amerika Serikat. Jumlah gerai KFC di Indonesia terhitung pada tahun 2020 ada lebih dari 730 gerai yang tersebar di berbagai kota.

3. Semen Indonesia

Semen Indonesia adalah perusahaan BUMN pertama yang ada di Indonesia yang perusahaan ini sudah mendapatkan status sebagai Multinational Company. Perusahaan ini sudah berhasil melakukan akuisisi perusahaan asing dan berhasil melakukan kegiatannya di ASEAN dan Asia Selatan.

4. GarudaFood

GarudaFood juga termasuk perusahaan berstatus multinasional di Indonesia yang fokus untuk memproduksi makanan dan minuman. Produknya mungkin sudah sering Anda nikmati sejak dulu. GarudaFood kini sudah berhasil untuk berekspansi ke beberapa negara, bahkan akuisisi perusahaan asing.

5. Indofood

Perusahaan selanjutnya di Indonesia yang berstatus multinasional adalah Indofood. Indofood juga sudah bisa mengikat konsumen yang berasal dari beberapa negara lain. Indomie, salah satu produk Indofood sudah terkenal dan mempunyai cabang di luar negeri, misalnya Mesir, Nigeria, Serbia, dan masih banyak lagi. Dengan kemasan berbeda di setiap negara menjadikan Indomie semakin disukai para konsumen. Iklannya pun menyesuaikan dengan bahasa masing-masing negara.

6. Honda

Honda adalah salah satu perusahaan otomotif terbaik asal Jepang dengan produksi berupa mobil, motor, kapal dan mesin-mesin industri. Perusahaan Honda di Indonesia beroperasi di bawah naungan PT. Astra Honda Motor (AHM). PT Astra Honda Motor adalah pelopor dalam industri sepeda motor di tanah air yang berdiri sejak tanggal 11 juni 1971 yang nama awalnya adalah PT. Federal Motor. Sahamnya mayoritas dimiliki PT. Astra Internasional.

7. Nestle

Perusahaan Nestle bergerak dalam industri yang memproduksi makanan dan minuman. Nestle berasal dari Swiss yang banyak memproduksi susu, makanan bayi, kopi instan, camilan cokelat, dan masih banyak lagi. Reputasinya sudah mendunia sebagai salah satu perusahaan yang peduli kesehatan. Tentunya juga menjanjikan gaji yang tinggi untuk profesional di dalamnya. Nestle beroperasi di Indonesia sejak tahun 1971 dan kini sudah mempekerjakan lebih dari tiga ribu karyawan.

Kesimpulan

Perusahaan multinasional memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja. Walau di balik kelebihannya juga memiliki kekurangan. Setiap perusahaan bisa maju jika bisa menjaga kerjasama dengan berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat, instansi pendidikan, kesehatan, atau perusahaan di sektor lain.

Kerjoo adalah aplikasi absensi online yang berfokus untuk memberi layanan pengelolaan kehadiran karyawan. Cukup dengan smartphone, data kehadiran karyawan pun bisa dikelola dengan baik. Kini sudah ada lebih dari lima ribu anggota aktif di Indonesia. Sebelum perusahaan Anda mencobanya, bisa coba dulu atau cek layanan dan fiturnya di website kami.

perusahaan multinasional