Remote Hiring: Pengertian, Manfaat, dan Tantangannya

Dengan strategi yang tepat, Anda dapat menyelesaikan proses remote hiring dengan lebih efisien

Remote hiring

Dalam situasi apapun, pemberi kerja selalu berusaha mengelola biaya operasional perusahaan agar tetap efisien. Apalagi untuk bisnis kecil yang membutuhkan bantuan teknologi atau pengusaha yang membutuhkan pekerja lepas, remote hiring atau perekrutan jarak jauh adalah solusi untuk Anda.

Apa yang dimaksud remote hiring dan bagaimana efeknya ke perusahaan Anda? Remote hiring adalah proses rekrutmen yang sepenuhnya berlangsung jarak jauh. Mulai dari screening karyawan, wawancara, dan pengumuman hasil rekrutmen semuanya tanpa bertatap muka.

Sistem ini mungkin berlaku untuk posisi kerja jarak jauh yang tidak membutuhkan kehadirannya secara langsung. Dengan memahami seluk beluknya, maka pemberi kerja maupun pencari kerja bisa mempersiapkan lebih matang.

Remote hiring

Manfaat Remote Hiring untuk Karyawan dan Perusahaan

Seorang perekrut pada dasarnya adalah seorang profesional yang tugasnya mencari kandidat yang memenuhi syarat untuk suatu lowongan pekerjaan. Mereka bertanggung jawab untuk memenuhi tujuan perusahaan dengan mengisi posisi yang sedang terbuka.

Dibutuhkan evaluasi secara berkala, apakah sistem rekrutmen yang dilakukan memang sudah tepat. Beberapa tahun lalu, sistem rekrutmen masih memperhatikan batasan geografis saat mencari kandidat. Tapi, saat teknologi sudah semakin maju, rekrutmen jarak jauh justru memberi kemudahan dengan biaya yang lebih hemat juga.

1. Remote Hiring Membuat Karyawan Bahagia

Seperti yang Anda ketahui, bekerja dari jarak jauh adalah salah satu solusi untuk karyawan di masa pandemi. Bahkan sebelum pandemi, statistik menunjukkan bagaimana pekerjaan jarak jauh terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan jarak jauh mendukung karyawan lebih bahagia.

Sekarang sebagian karyawan sudah merasakan seperti apa bekerja di bawah aturan yang fleksibel. Menurut Upwork, pada tahun 2025 nanti ada 22% tenaga kerja yang akan bekerja jarak jauh. Berbagai terobosan dan inovasi HR memungkinkan untuk menawarkan peluang jarak jauh, salah satunya sistem remote hiring untuk memilih kandidat yang tepat.

2. Perekrutan Lebih Cepat

Pekerja jarak jauh, terutama mereka yang memiliki pengalaman bertahun-tahun, sangat terbiasa bekerja di lingkungan virtual. Mereka memahami alat dan beradaptasi dengan cepat, sehingga membuat proses perekrutan menjadi lancar. Alih-alih wawancara tatap muka, saat Anda berada dalam proses perekrutan jarak jauh, Anda akan berbicara dengan kandidat melalui obrolan video. Seluruh proses lebih cepat dan lebih efektif, sistem seleksi karyawan memanfaatkan teknologi seperti Applicant Tracking System (ATS).

3. Lebih Hemat Biaya

Perbedaan substansial lainnya antara rekrutmen online dan offline adalah biayanya. Calon karyawan Anda tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan perusahaan tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk mencetak dokumen. Nantinya setelah karyawan baru diterima, perusahaan membayar gaji yang terjangkau tetapi tidak mengorbankan hasil kerja.

4. Karyawan Semakin Produktif

Pandemi sudah menjadi masa percobaan secara khusus untuk membuktikan apakah yang telah dipelajari orang lain sebelumnya tentang produktivitas jarak jauh itu benar. Lalu bagaimana hasilnya? 94% pemberi kerja yang disurvei oleh Mercer mengatakan bahwa produktivitasnya sama atau bahkan lebih tinggi daripada sebelum pandemi.

Karyawan jarak jauh lebih produktif karena mereka menghindari perjalanan, membuat alur kerja mereka sendiri, bekerja pada jam yang paling sesuai untuk mereka, kecil kemungkinannya untuk cuti sakit, dan tidak terganggu seperti mereka yang bekerja di kantor.

5. Mendukung Berbagai Sistem Kerja

Untuk pertumbuhan bisnis sangat membutuhkan ketangkasan. Sementara itu, pesaing bermunculan, dan teknologi terus berkembang dengan kecepatan luar biasa. Tidak selalu mudah untuk memenuhi permintaan pelanggan menggunakan proses dan sumber daya yang ada.

Sistem remote bisa mendukung berbagai jenis kontrak, misalnya karyawan tetap, karyawan kontrak, atau bahkan pekerja lepas. Anda pun bisa mendapat support dari perusahaan lain yang menyediakan layanan untuk kelancaran bisnis Anda. Dengan tim internal, Anda bisa menyesuaikan kontrak yang dibuat, sedangkan dengan pihak eksternal pun bisa didiskusikan.

Seperti yang dilakukan para pelanggan aplikasi Kerjoo yang bisa menjadwalkan demo terlebih dahulu untuk memahami penggunaan layanan absensi karyawan yang lengkap.

Remote hiring

Tantangan saat Melaksanakan Remote Hiring

Selain memberi manfaat dari segi efisiensi dan kepraktisan, sistem remote hiring juga memiliki tantangan tersendiri. Apa saja tantangannya? Simak penjelasan singkat di bawah ini.

1. Administrasi

Anda harus berurusan dengan jumlah lamaran yang sangat banyak, berusaha ekstra untuk memilihnya untuk proses seleksi, dan menjadwalkan wawancara melalui video dengan masing-masing dari mereka. Saat mempekerjakan tim jarak jauh, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu untuk bekerjasama dengan asisten administrasi atau virtual assistant. Itu adalah langkah pertama untuk membantu Anda menavigasi beban kerja yang meningkat.

2. Perbedaan Zona Waktu

Perbedaan zona waktu terkadang membutuhkan banyak kompromi untuk mengatur waktu tes dan wawancara. Apalagi jika perusahaan membuka rekrutmen untuk pelamar di luar negeri dengan perbedaan waktu yang signifikan. Bukan hanya untuk pekerjaan yang terbuka lintas negara, bahkan di Indonesia pun memiliki tiga zona waktu berbeda. Terkadang Anda mungkin harus mengorbankan waktu untuk melakukan wawancara.

3. Sistem Penilaian

Proses wawancara adalah tahap paling penting dalam perekrutan jarak jauh. Ini adalah kesempatan terbaik untuk mengevaluasi kandidat secara menyeluruh untuk memilih kandidat dengan kredensial, keahlian, dan soft skill terbaik. Saat wawancara jarak jauh, bahasa tubuh kandidat tidak terlalu terlihat. Jadi, karakter atau pembawaannya tidak bisa dilihat lebih awal.

4. Mengatasi Kendala Teknis

Terkadang setelah persiapan matang, kendala interview online ada pada teknologi. Masalah dengan perangkat lunak, koneksi internet yang buruk, dan masalah komunikasi karena kualitas video atau audio yang tidak konsisten adalah beberapa kesalahan yang mungkin muncul.

5. Pada saat Onboarding

Saat karyawan baru diterima, selanjutnya adalah masa training dan onboarding untuk meningkatkan keterlibatan karyawan. Untuk karyawan baru, memulai pekerjaan bisa terasa berat jika mereka tidak memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan anggota tim lainnya. Tidak menutup kemungkinan karyawan jarak jauh memiliki kurangnya keterlibatan dan bisa lebih lambat beradaptasi dengan posisi baru mereka.

Meskipun perekrutan jarak jauh memiliki tantangan, itu sepadan dengan masalahnya. Tinggal bagaimana tim Anda menerapkan sesuai dengan kondisi sumber daya yang ada.

Kesimpulan

Apakah tempat kerja Anda saat ini sudah menerapkan remote hiring?  Dengan strategi yang tepat, perencanaan yang tepat, kesiapan, dan rencana cadangan, Anda dapat menyelesaikan proses perekrutan dengan lebih efisien dari berbagai aspek.

Anda dapat dengan mudah menyesuaikan dan memperbaiki kesenjangan dalam teknologi, komunikasi, dan pembangunan tim untuk membuat proses perekrutan dan orientasi menjadi cepat baik untuk Anda maupun karyawan baru. Dukung tim Anda untuk membantu Anda membuat proses lebih nyaman, dan gunakan alat teknologi yang tersedia untuk menyederhanakan proses yang rumit.

Aplikasi absensi online Kerjoo hadir untuk memberi kemudahan bagi perusahaan Anda, agar bisa meningkatkan kinerja karyawan yang bekerja di kantor maupun yang bekerja secara remote atau WFH (Work From Home). Daftar Kerjoo dengan klik tombol berikut!

Remote hiring