Pengertian dan Tugas Human Capital di Perusahaan

Pengertian dan Tugas Human Capital di Perusahaan

Selama ini Anda pasti sudah sering mendengar tentang istilah Human Resource, tapi mungkin masih sedikit yang memahami tentang Human Capital. Kedua istilah tersebut tidak hanya berbeda secara harfiah, tetapi juga secara pandangan filosofisnya. Secara harfiah, bila dialihartikan Human Resource dan Human Capital adalah masing-masing memiliki makna sumber daya manusia (SDM) dan modal manusia.

Baik Human Resource maupun Human Capital adalah merupakan istilah yang rupanya sama-sama kerap digunakan oleh perusahaan atau instansi untuk menyebut sebuah departemen. Departemen yang dimaksud adalah departemen yang bertugas untuk manajemen manusia atau karyawan yang menjadi aset dari perusahaan atau instansi tersebut. Untuk mengenal lebih jauh tentang pengertian Human Capital, perbedaan antara Human Capital dan Human Resource (HR), serta tugas-tugas dari Human Capital, Anda bisa membaca poin-poin berikut:

Human Capital Adalah Gabungan Pengetahuan, Keterampilan, dan Pengalaman

Dalam bahasa indonesia, Human Capital memiliki arti nilai ekonomi dari kemampuan dan kualitas tenaga kerja yang mempengaruhi produktivitasnya. Kualitas yang dimaksud tersebut meliputi perguruan tinggi yang menjadi almamater tenaga kerja tersebut. Kemudian keahlian yang didapat berkat pelatihan teknis di tempat kerja, kondisi kesehatan baik mental maupun fisik, serta nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan dan loyalitas.

Dalam artian lebih luas, Human Capital adalah gabungan dari pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kualitas sosial. Kemudian akan berkontribusi pada kemampuan seorang tenaga kerja untuk melakukan pekerjaannya. Sehingga ia dapat meningkatkan nilai ekonomi dari dirinya ataupun perusahaan yang menjadi tempatnya berada.

Apa perbedaan antara Human Capital dan Human Resource?

Sekilas, baik Human Resource maupun Human Capital adalah sama-sama memandang manusia atau tenaga kerja sebagai sebuah aset dari sebuah perusahaan atau instansi. Namun, apabila menilik lebih dalam, secara filosofis, Human Resource memandang manusia tidak lebih hanya sebagai sumber daya (SDM) yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan kapasitas kemampuan dan kualitasnya. Sedangkan Human Capital lebih menekankan bahwa manusia atau tenaga kerja merupakan modal dari sebuah perusahaan. Tidak hanya bisa diperas tenaganya sampai habis. Tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga bisa meningkatkan produktivitas dari tenaga kerja tersebut.

Apabila produktivitas tenaga kerja sebagai individu meningkat, maka perusahaan atau instansi tempatnya bernaung pun pasti akan merasakan dampak positifnya juga. Singkatnya, Human Capital lebih dari sekadar kumpulan manusia yang diandalkan untuk melakukan kerja fisik semata. Lebih dari itu, teori mengenai Human Capital ini menyoroti kemampuan tenaga kerja sebagai manusia yang bisa dikembangkan apabila perusahaan mau berinvestasi untuk meningkatkan kualitas masing-masing individu tersebut.

Investasi yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja yang bernaung di bawahnya bisa berupa pelatihan untuk pekerja, penyediaan tiket gratis untuk mengikuti seminar sesuai dengan bidang masing-masing pekerja, program magang, bonus dan tunjangan pendidikan, bantuan keluarga, hingga program beasiswa bagi tenaga kerja yang mampu secara intelegensi tetapi kurang secara finansial.

Human Capital adalah

Apa Saja Ranah Tugas Human Capital Department?

Pada beberapa perusahaan, Human Capital Department adalah lebih umum dikenal dengan nama Human Resource Department (HRD). Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya memasukkan urusan-urusan yang berkaitan dengan Human Capital ke dalam departemen Human Resource ini. Baik Human Capital Department maupun Human Resource Department memiliki fungsi dan peranan tugas yang sama, antara lain sebagai berikut:

1. Merekrut Tenaga Kerja Baru

Meskipun bisa dilatih agar berkembang, manusia sebagai tenaga kerja adalah sebuah aset perusahaan yang tidak bisa bertahan selamanya, entah itu karena usia atau karena faktor-faktor lain yang menjadikan masing-masing individu harus meninggalkan perusahaan. Rekrutmen tenaga kerja baru juga dibutuhkan saat sebuah perusahaan berniat membangun sebuah cabang perusahaan baru yang mengharuskan Human Capital Department untuk menemukan bakat baru. Kunci dari perekrutan tenaga kerja baru yaitu mencari kandidat yang sebisa mungkin punya kemampuan unggul, punya tanggung jawab, dan loyalitas tinggi kepada perusahaan.

2. Menentukan Job Desc untuk Semua Tenaga Kerja

Tugas berikutnya dari orang-orang yang bekerja di Human Capital Department adalah menentukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dari masing-masing tenaga kerja yang dinaungi. Human Capital Department-lah yang juga harus memastikan agar tidak ada pekerjaan yang tumpang tindih, kurang, atau terlalu berlebihan bagi masing-masing tenaga kerja yang ditanganinya.

3. Memanajemen Beban Kerja dari Tenaga Kerja

Seperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya, tugas dari Human Capital adalah bukan hanya sekadar memberikan tanggung jawab kepada tenaga kerja dari sebuah perusahaan, melainkan juga memastikan bahwa tidak ada tenaga kerja yang mendapatkan beban pekerjaan yang melebihi kapasitas wajar. Hal ini harus sangat diperhatikan, terutama apabila perusahaan sedang berada di masa-masa sibuk.

Atau perusahaan yang sedang melakukan pengembangan yang menjadikan semua komponen dalam perusahaan harus bekerja keras untuk memenuhi tuntutan klien. Human Capital Department harus bisa menimbang dengan cermat tentang kapan harus melakukan overtime atau lembur dan kapan harus merekrut tenaga kerja baru.

4. Menjalankan Program Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pada teori Human Capital, manusia atau tenaga kerja merupakan sebuah aset dari perusahaan yang punya potensi untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi suatu perusahaan apabila dikelola dengan benar. Pengelolaan SDM ini bisa berupa program-program pelatihan bagi tenaga kerja, seminar-seminar yang sesuai dengan bidang usaha yang dikelola perusahaan. Juga tunjangan serta beasiswa pendidikan bagi tenaga-tenaga kerja yang memiliki potensi besar untuk mendongkrak nilai ekonomi dari perusahaan tersebut.

Human Capital adalah

5. Validasi Data

Masih terkait dengan tugas-tugas, tidak sedikit data yang telah disiapkan di atas meja kerja manajemen Human Capital. Data yang dimaksud mulai dari klaim atas jaminan sosial yang sesuai peraturan, pengajuan cuti, form gaji pegawai, dan sebagainya. Hal ini adalah tugas dari Human Capital mengecek kemudian validasi data kembali apakah memang sudah sesuai dengan ketentuan atau belum. Tujuannya adalah supaya tidak terjadi kekeliruan.

Kesimpulan

Bagi perusahaan apapun, manusia adalah suatu aset berharga perusahaan. Itulah mengapa perusahaan berinvestasi ke sumber daya manusia. Anggaran untuk karyawan bisa menjadi investasi. Karena memang fungsi SDM yang berkompeten sebagai kunci bagi perusahaan untuk bisa berkembang. SDM yang menjadi tenaga kerja pun bisa makin bernilai seiring berjalannya waktu, tentu dengan pelatihan yang tepat.

Perusahaan juga perlu untuk terus memastikan karyawan meningkat skillnya. Tugas Human Capital adalah menyangkut hal mendasar sampai ke teknis seperti pemanfaatan teknologi yang membantu karyawan. Sekarang karyawan perusahaan sudah banyak terbantu lebih efektif dengan aplikasi absensi online seperti Kerjoo.com. Apakah di tempat Anda sudah menerapkannya?

human capital adalah