Apa Saja Kriteria Evaluasi Kinerja Karyawan? Temukan di Sini

Apa Saja Kriteria Evaluasi Kinerja Karyawan? Temukan di Sini

Setiap pagi sampai sore kesibukan kantor seperti tidak ada habisnya. Kadang permasalahan mendadak bisa muncul ketika tengah menjalankan tugas. Banyak orang yang jika sudah terlalu sibuk dan lelah, kemudian tidak terpikir untuk mengembangkan diri. Bahkan untuk evaluasi kinerja pun terasa tidak mudah.

Evaluasi kinerja karyawan selalu menjadi prioritas setiap perusahaan. Pada setiap periode tertentu, kinerja karyawan inilai sesuai standar yang ditetapkan perusahaan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sampai di mana progres karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan. Melalui evaluasi itulah, ketika ada kesalahan segera bisa ditemukan cara perbaikan yang cepat.

Sebelum mengulas tentang cara evaluasi kinerja karyawan, alangkah baiknya agar kita pahami arti evaluasi dan alasan pentingnya evaluasi. Evaluasi adalah suatu penilaian dan perbaikan dalam suatu kegiatan atau bidang pekerjaan yang telah dilakukan. Evaluasi dalam hal ini juga dapat membandingkan pencapaian sekarang dengan planning atau ekspektasi di awal.

Dengan kata lain, evaluasi juga mengapresiasi dan memberi pengakuan atas hasil kerja karyawan. Dengan begitu, mereka lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaan yang lebih baik, atau setidaknya menunjukkan prestasi yang sama dengan yang dahulu. Tidak hanya formalitas saja, evaluasi menjadi salah satu cara melindungi perusahaan secara hukum. Jadi apa saja keuntungan dari evaluasi kinerja untuk karyawan dan untuk perusahaan?

Evaluasi Kinerja Karyawan

Apa Kriteria Evaluasi Kinerja Karyawan?

Untuk sebagian perusahaan, bisa saja ada standar tersendiri untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Tapi setidaknya bisa memuat hal-hal berikut ini. Simak selengkapnya.

1. Evaluasi Kinerja Karyawan tentang Kedisiplinan

Langkah evaluasi kinerja karyawan bisa diukur dari seberapa disiplinnya mereka keyika menyelesaikan semua pekerjaan dan mematuhi peraturan di perusahaan. Sudahkah cara kerja karyawan sesuai dengan sistem yang ada? Disiplin bukan hanya tentang kepatuhan, tapi lebih ke melakukan hal-hal yang memang seharusnya diprioritaskan pada waktu yang tepat. Kedisiplinan saat membuat rencana pekerjaan tentu saja sangat mempengaruhi ketepatan waktu untuk menyelesaikan tugas mereka. Setiap karyawan yang disiplin bisa termasuk dalam parameter ideal proses penilaian kinerja.

2. Apakah Produktivitasnya Meningkat?

Kedisiplinan dan juga kecepatan penyelesaian setiap tugas juga menjadi aspek yang penting untuk evaluasi kinerja karyawan. Dalam hal ini ukurannya adalah apakah mereka tepat waktu. Menjadi tepat waktu juga bukan berarti sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan harus ada kualitas terbaik dan produktivitas meningkat.

Dengan begitu, meski ditempa banyaknya deadline yang sangat padat tetap bisa  melewati dengan maksimal. Perusahaan dan karyawan sama-sama mengetahui bahwa selain pekerjaan rutin, ada kalanya tugas mendadak akan menuntut konsentrasi tinggi.

3. Kemampuan untuk Beradaptasi

Kriteria evaluasi kinerja karyawan berikutnya adalah kemampian adaptasi di dalam lingkungan kerja. Skill adaptasi atau menyesuaikan diri ini penting sekali, lantaran ajan terkait dengan performa dan juga pencapaian. Bisa dilihat contohnya hal ini saat karyawan bisa menyesuaikan dirinya dengan baik, maka mereka akan dengan mudah mengikuti visi dan misi di perusahaan.

Tidak cukup itu saja, kerjasama dengan tim pun lebih mudah jika adaptasinya lebih cepat. Dalam profesi apapun, tentu buperlu komunikasi intensif di antara karyawan, dan ini bergantung dengan kemampuan penyesuaian diri. Karena itulah, pekerjaan apapun akan diselesaikan sebaik mungkin.

4. Keberanian dalam Menyampaikan Ide

Evaluasi kinerja karyawan juga dilakukan dengan memperhatikan sejauh apa keberanian untuk menyampaikan ide. Jika karyawan punya ide cemerlang tapi menyimpan sendiri, maka hal itu bisa jadi percuma. Dalam hal ini, ide kreatif sangat dibutuhkan saat brainstorming atau bisa di dalam meeting mingguan. Dari situ bisa terlihat karyawan yang manakah yang memang aktif untuk menyampaikan ide untuk dinilai menjadi bagian dari sebuah parameter dalam penilaian.

Mengapa kemampuan untuk menyampaikan ide pada orang lain dianggap penting? Faktanya memang ide memiliki nilai tersendiri. Tidak sedikit inovasi, kreativitas, produk baru, atau hal-hal hebat yang asalnya adalah ide anggota tim yang aktif berdiskusi. Kemudian dengan ide yang berkembang itulah, pada akhirnya bisa membawa banyak kemajuan.

5. Kemauan Mengembangkan Diri

Dalam banyak bidang, pengetahun atau hal teknis terkait pekerjaan selalu berkembang. Hal tersebut juga berhubungan dengan hal-hal misalnya; kualitas pekerjaan, kecepatan, dan adaptasi karyawan untuk mengemban kewajibannya. Setiap job description yang ada membutuhkan pengetahuan dan keterampilan tertentu. Agar lebih meningkat performanya, tentu saja karyawan juga perlu mengembangkan dirinya. Bahkan bukan hanya demi pekerjaan, tapi juga dirinya sendiri.

Parameter untuk penilaian kinerja yang satu ini bisa beda indikator antara unit satu dan yang lainnya. Meski indikatornya tidak sama, tapi terdapat beberapa parameter umum yang dapat digunakan untuk semua. Karena itu, update pengetahuan terkait pekerjaan yang diemban sangat krusial supaya semua pekerjaannya bisa selesai tepat waktu dengan kualitas yang terbaik.

Bagaimana Jika Perusahaan Tanpa Evaluasi Kinerja Karyawan?

Sebagai sebuah perusahaan, sudah seharusnya manajemennya melakukan suatu penilaian untuk semua kinerja yang sudah dilakukan para pegawai. Penilaian tersebut dilakukan agar bisa melihat kekurangan dan kelebihan atau hal lainnya yang berpotensi mempengaruhi setiap pekerjaan karyawan ke depannya. Bukan hanya itu saja, tapi evaluasi kinerja juga dapat dipakai untuk menata lagi kebijakan-kebijakan yang ternyata kurang sesuai kondisi di perusahaan pada saat itu. Melalui evaluasi itulah bisa didapatkan dua hasil, yakni hasil yang positif atau negatif.

Hasil yang positif dari evaluasi kerja akan tetap dipertahankan atau ditingkatkan untuk memperoleh hasil lebih baik lagi ke depannya. Sementara itu hasil yang negatif pada evaluasi kinerja perlu dibahas lagi, lalu diperbaiki semaksimal mungkin. Memperhatikan hal tersebut, jelas bahwa evaluasi kinerja karyawan adalah sesuatu yang memang dilaksanakan perusahaan. Bagaimana jika perusahaan tanpa evaluasi kinerja? Tentu akan tidak mudah untuk menyusun kebijakan yang mendorong kemajuan jangka panjang.

Evaluasi Kinerja Karyawan

Kesimpulan

Evaluasi kinerja karyawan memang dibutuhkan agar standar kualitas di perusahaan tetap terjaga dan bisa ditingkatkan. Hal itu juga sekaligus untuk untuk memastikan apakah tim di perusahaan dapat memahami seluruh standar yang sudah ditetapkan. Untuk langkah yang detail, bisa juga disesuaikan dengan kebijakan di perusahaan, sehingga mungkin saja akan terjadi beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan.

Pencapaian segala macam target saat bekerja dalam bentuk apapun adalah suatu tujuan yang umum dimiliki perusahaan. Karena itulah semua karyawan seharusnya bekerja dengan maksimal agar tujuan tercapai. Bagaimana dengan tim di tempat kerja Anda?

Apabila di kemudian hari ada perbedaan dalam target dan hasilnya atau ekspektasi dan realita yang berbeda, perlu dilakukan lagi penilaian karyawan supaya bisa diketahui alasan hal itu dapat terjadi. Untuk dapat memaksimalkan hasilnya lagi, maka perlu kerjasama semua pihak dari segala aspek, termasuk proses administrasi yang efektif dan efisien.

Hal ini bisa didukung dengan sistem aplikasi absensi yang bisa dilakukan secara online hanya menggunakan gadget, jadi tidak perlu menggunakan cara manual. Aplikasi Kerjoo bisa diakses di mana pun dan kapan pun asal penggunanya terhubung dengan internet. Hubungi tim keren Kerjoo untuk informasi lebih lanjut. Atau bisa juga klik di bawah ini.

evaluasi kinerja karyawan